Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 103. Ketahuan


__ADS_3

Setelah mengatakan semua isi hatinya, Devo pergi meninggalkan Felix yang masih berdiam diri di tempat itu. Devo meninggalkan rumah sakit dan berlalu pergi ke apartemennya yang tidak diketahui oleh orang lain, dia ingin menjalankan rencananya untuk bisa bersama dengan Aleta.


Namun disisi lain, dia merasa terganggu dengan apa yang Felix katakan tadi.


"apa aku menyukai Aleta karna dia istri Agra?" gumamnya sembari duduk dibalkon, dia menikmati suasana sore yang akan berganti dengan malam.


"tidak, tidak! aku benar-benar tulus menyukainya," Devo tidak peduli dengan keadaan Aleta yang sedang mengandung, selagi dia bisa membawa wanita itu maka dia akan memperlakukan Aleta dan juga anak-anaknya dengan baik.


"apa Felix mau menolongku? cih, untuk apa dia setia pada Agra? akukan adiknya!" ocehnya sembari menikmati segelas wine yang tersedia dihadapannya.


Devo menyandarkan tubuhnya yang mulai mabuk, ingatan demi ingatan berputar dikepalanya tentang masa lalu yang pernah dia lewati bersama dengan Agra.


"kenapa mereka berdua merebut kebahagiaanku? pertama Felix, dan setelahnya Agra. Aku benar-benar tidak mengerti," gumam Devo yang mulai berbicara ke sana ke mari.


Sebenarnya, dulu Devo memang benar-benar menganggap Agra sebagai teman baiknya. Bahkan dia lebih dulu mendekati Agra daripada yang lainnya, dia menawarkan diri untuk berteman dengannya. Dan pertemanan mereka terjalin dengan baik sampai bertahun-tahun lamanya.


Namun semua berubah saat Devo mulai merasa kalau sedikit demi sedikit Agra menggeser posisinya, terutama mengenai kehidupan dikampus. Dia merasa kalau Agra mulai merebut perhatiaan Rezie sehingga Rezie menjadi lebih dekat dengan lelaki itu daripada dirinya, juga perhatian dari orang-orang sekitar yang selalu memuja Agra terutama kaum wanita.


Semua selalu memberi perhatian pada Agra, bahkan sampai wanita yang dia sukai pun menyatakan cintanya pada Agra. Ya walaupun Agra tidak menerima cinta wanita itu karna mengetahui kalau dia memiliki perasaan dengan wanita yang sama.


Sejak saat itu, Devo mulai merasa tidak nyaman. Ingatan tentang masa lalunya mulai menghantuinya setiap hari. Dulu Felix berhasil merebut seluruh perhatiaan dikeluarganya, tidak menyisakan sedikit saja tempat untuk keberadaannya. Dan sekarang kejadian itu terulang lagi, dia merasa kalau Agra merebut semua perhatian teman-teman dan juga wanita-wanita yang dia sukai.


Hatinya merasa tidak terima, sebelum dia kembali hancur maka dia akan lebih dulu menghancurkan hidup Agra. Sedikit demi sedikit Devo mulai merencanakan untuk mengalihkan perusahaan lelaki itu padanya, dan juga dia sengaja mendekati kekasih Agra untuk melancarkan tujuannya itu.


"Agra, jangan salahkan aku jika merebut Aleta darimu. Kau sudah punya semua hal dalam hidupmu sedangkan aku tidak punya apapun, aku akan pergi dari kehidupanmu untuk selamanya jika kau memberikan wanita itu padaku," gumamnya sebelum kehilangan kesadaran karna mabuk.


***


Aleta yang masih berada di ruangannya tidak bisa tenang, pikirannya terus tertuju pada apa yang diucapkan Devo. Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan saat ini, dia takut kalau Devo benar-benar akan memberitahukan pada Agra tentang hubungannya dengan Felix.


Brak, tiba-tiba pintu ruangan itu dibuka dengan kasar oleh seseorang membuat Aleta terjingkat kaget sampai berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"sayang, kau sudah datang?" seru Aleta saat melihat orang yang membuka pintu adalah suaminya.


Tanpa menjawab ucapan Aleta, Agra berjalan cepat ke arah wanita itu dengan mengepalkan tangannya menahan emosi. Sementara Aleta melihatnya dengan bingung, dia tahu betul kalau saat ini suaminya itu sedang menahan amarah.


"sayang, apa yang terjadi?" tanya Aleta, namun Agra tetap bungkam dan malah mencengkram lengannya membuat dia meringis menahan sakit.


"lepas! kau menyakitiku,"


"menyakiti kau bilang? bukannya kau yang telah menyakitiku!" bentak Agra, suaranya melengking dahsyat diseluruh penjuru ruangan.


Aleta memandang dengan bingung, sebenarnya apa yang sedang terjadi ?


"beraninya kau berbohong padaku!" geram Agra, dia manarik tangan Aleta dan membawanya keluar dari ruangan itu. Aleta yang tidak mengetahui apapun memberontak dan mencoba untuk melepaskan pegangan tangan Agra. Namun semua sia-sia, lelaki itu mencengkram tangannya dengan sangat kuat.


"sayang, apa yang terjadi padamu? aku tidak mengerti dengan apa yang kau ucapkan?" Aleta terus berusaha untuk bertanya namun Agra tetap diam dan terus saja membawa Aleta ke mobilnya.


Buk, Agra mendorong tubuh Aleta begitu saja ke dalam mobil membuat wanita itu meringis saat merasa sakit dibagian perutnya. Dia lalu mengelus perutnya secara pelan untuk menghilangkan rasa sakit akibat perbuatan suaminya.


"sabar ya nak, ayah kalian sedang gila," Aleta berusaha untuk menenangkan perasaannya yang sudah sangat kesal melihat tingkah sang suami.


"i-inikan-" Aleta merasa terkejut saat melihat foto-fotonya bersama dengan Devo pada saat mereka berbicara diruangan.


"katakan! apa maksud foto itu?" tanya Agra dengan pandangan lurus ke depan, tangannya mengepal kuat dengan gertakan giginya yang menandakan kalau saat ini dia benar-benar marah.


Aleta terdiam, otaknya masih berpikir keras bagaimana mungkin foto itu sampai ketangan Agra. Juga siapa yang telah melakukan semua itu ?


"Devo, dasar kau bajingan!" Aleta merasa sangat yakin kalau semua ini adalah ulah Devo.


"jawab!" bentak Agra yang mulai habis kesabaran.


"i-itu aku tidak sengaja bertemu dengannya, dan-dan-" karna terkejut Aleta tidak bisa memutar otaknya untuk mencari alasan tentang pertemuannya dengan Devo, tidak mungkin dia mengatakan tentang Felix saat ini.

__ADS_1


"dan apa? dan berusaha untuk mengkhianatiku?" potong Agra, manik matanya sangat tajam seakan membelah seluruh tubuh Aleta.


"mengkhianati? apa maksudmu? aku tidak pernah mengkhianatimu sedikitpun!" bantah Aleta, dia bahkan sudah berjanji akan selalu setia disisi Agra sampai mati.


"bertemu dengan lelaki itu dibelakangku, dan tidak mengatakannya? hah!" tambah Agra lagi, dia benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan wanita itu.


Aleta meremas jemarinya karna tidak bisa menjawab ucapan Agra, dia mengakui kesalahannya karna tidak berkata jujur pada lelaki itu.


"sebenarnya ada hubungan apa kau dengannya? kenapa laki-laki itu bisa menemuimu?" tanya Agra kembali, dia merasa kalau ada sesuatu yang Aleta sembunyikan darinya.


"dia-dia mengatakan tentang masa lalumu dengannya,"


"untuk apa? hah! untuk apa dia memberitahu padamu? apa urusannya denganmu?" potong Agra, dia benar-benar merasa sakit hati sekaligus kecewa dengan apa yang dilakukan Aleta.


"aku istrimu, aku berhak mengetahui semua tentangmu!" ucap Aleta membenarkan apa yang dia lakukan.


"istri? istri kau bilang? justru karna kau istriku seharusnya kau bisa menjaga batasanmu!" napas Agra terasa sesak karna emosi yang sedang menguasai hatinya.


"aku cuma ingin kau berada disisiku, itu sudah cukup! aku tidak ingin kau terlibat dengan seseorang yang berusaha menghancurkanku, apa kau tidak mengerti dengan kekhawatiranku?" ucap Agra setelah berhasil mengontrol emosinya yang mulai lepas kendali. Matanya melihat ke arah Aleta yang sudah terisak, hatinya merasa luluh saat melihat air mata itu.


"sekali saja! tolong mengerti perasaanku, hargai aku sebagai suamimu!"


Aleta semakin terisak, dia tidak bermaksud untuk menyakiti Agra. Dia hanya ingin membantu Agra untuk menyelesaikan masalahnya, dia tidak ingin kalau suaminya terus terganggu dengan masa lalu.


"maaf, maafkan aku" lirih Aleta dengan menundukkan kepalanya.




__ADS_1


TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2