Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 85. Menemui Aleta


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, Aleta dan Agra sudah kembali ke apartemen dan menjalani aktivitas mereka seperti biasanya. Pagi ini, Agra sudah terlihat sangat tampan dengan stelan kemeja dan jas yang membalut tubuh atletisnya. Dia tengah bersiap untuk berangkat ke kantor sembari menunggu Aleta yang belum keluar dari kamar mandi.


"ngapain aja sih dia? apa dia semedi di dalam sana?" gerutu Agra yang sudah lama menunggu sang istri.


"Aleta, cepat!" teriak Agra sembari menggedor pintu kamar mandi, tak lama terdengar jeritan suara Aleta yang meminta untuk menunggu sebentar lagi.


Ceklek, akhirnya pintu kamar mandi terbuka dan menyembulkan Aleta yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya dengan handuk yang melingkar di tubuhnya.


"lama sekali sih, aku sudah terlambat!" omel Agra sembari memeluk tubuh sang istri, mulutnya ngomong terlambat tapi tubuhnya malah memeluk Aleta dengan erat.


"ya udah sana pergi, kenapa harus menungguku sih?" tanya Aleta sembari memakai alat-alat pengaman ditubuhnya.


Agra membantu melepas handuk sang istri, lalu segera mendaratkan kecupannya di seluruh tubuh Aleta.


"Berhenti! kau sudah terlambat!" Aleta menahan tangan Agra yang sedang meremmas-remmas gundukan sintalnya.


"sayang, aku mau," ucap Agra dengan suara parau menandakan hasratnya yang sudah meninggi.


"tidak! aku harus segera ke kampus!" tolak Aleta, dia mendorong tubuh Agra untuk menjauh dari tubuhnya sendiri.


"setengah jam, cuma setengah jam," setelah mengatakan itu, Agra segera menyerang Aleta dengan menggebu-gebu. Dia harus segera menuntaskan hasratnya yang sudah memuncak.


Felix yang sudah berada di depan pintu Apartemen Agra merasa ragu untuk masuk, pasalnya dia sudah menunggu selama 20 menit, namun sang tuan tidak juga menunjukkan batang hidungnya.


"apa ku telpon aja ya," gumam Felix, mereka harus segera pergi ke kantor saat ini juga.


Namun saat Felix ingin menelpon, Agra sudah keluar dari apartemen bersama dengan Aleta. Felix segera menyambut mereka berdua dan kembali menyimpan ponselnya ke saku jas.


"selamat pagi tuan, nyonya," sapanya dengan sedikit tersenyum.


"selamat pagi juga Felix, kau terlihat sangat tampan hari ini," celetuk Aleta yang membuat Agra langsung menatapnya.


"suamiku, coba lihat! Felix sangat tampan kan?" sepertinya Aleta tidak menyadari kalau ucapannya dapat memantik kobaran api dalam diri sang suami.


"te-terima kasih nyonya," ucap Felix dengan semburat malu yang terlihat diwajahnya.


"sudah puas memuji dia?" tanya Agra dengan tajam, dia merasa tidak suka melihat Aleta memuji pria lain. Sebelum mendengar jawaban Aleta, dia segera masuk meninggalkan mereka ke dalam mobil membuat Felix kaget karna belum sempat dia membuka pintu untuk sang tuan.


Felix dan Aleta segera masuk ke dalam mobil untuk menyusul Agra, dan Felix segera menjalankan mobil tersebut.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, Agra hanya diam sembari melihat ke arah jendela. Perasaannya sangat kesal saat ini. Apalagi saat matanya bersitatap dengan Felix, ingin sekali dia menghajar wajah yang dikatakan tampan tadi oleh sang istri.


"Felix, bisa tidak nanti kita foto berdua," ucap Aleta yang langsung membuat Agra dan Felix melihat ke arahnya. Entah kenapa saat ini dia sangat mengagumi wajah tampan Felix, dan ingin berfoto dengan lelaki itu.


"Aleta, sebenarnya siapa suamimu?" tanya Agra sembari menatapnya dengan tajam.


"hah, kok pake nanya lagi sih," ucap Aleta yang tidak mengerti dengan maksud pertanyaan Agra, sementara Felix hanya menelan salivenya dengan kasar. Dia sangat yakin kalau tuannya itu pasti sangat tidak senang dengan apa yang Aleta ucapkan tadi.


"suamimu itu aku, kenapa kau minta foto sama dia?" ucap Agra tidak terima, selama mereka menikah belum pernah sekalipun Aleta meminta foto berdua dengannya.


"iya aku maunya foto sama dia!" balas Aleta.


"sepertinya anak kita nanti bakal mirip dengan Felix deh,"


"apa?" teriak Agra membuat Felix langsung menginjak rem, dia terkejut dengan teriakan Agra yang cetar membahana.


"apa-apaan sih kalian, kalian mau membuat aku mati?" gerutu Aleta, teriakan Agra membuat telinganya sakit sedangkan Felix membuatnya kaget karna menginjak rem secara tiba-tiba.


"Kau yang apa-apaan, seenaknya saja mengatakan anakku mirip dengannya. Jelas-jelas aku yang susah payah membuat mereka." Tunjuk Agra ke arah perut Aleta yang sudah membesar.


Dia yang sudah bekerja keras malah wajah Felix yang tercetak, enak saja pikirnya.


"tapikan aku suka sama wajahnya," Aleta tetap keukeh dengan ucapannya membuat Agra semakin emosi sedangkan Felix sudah keringat dingin di tempat duduknya.


Mobil kembali melaju dengan keributan yang disebabkan oleh Agra dan juga Aleta, mereka sama-sama emosi karna Felix yang sebenarnya tidak salah apa-apa.


Beberapa saat kemudian, mobil mereka sudah sampai di kampus Aleta. Wanita itu segera turun dengan cemberut, dia menutup pintu dengan kuat membuat dua orang pria yang ada didalam mobil terjingkat kaget.


Aleta segera meninggalkan mobil itu sementara Agra masih tetap melihat ke arah sang istri pergi. Setelah Aleta sudah tidak tampak di matanya, dia segera memerintahkan Felix untuk menjalankan mobil.


"ternyata itu istrinya, cantik sekali," ucap seorang pria yang tengah menunggu kedatangan Aleta di dalam mobilnya. Dia lalu bergegas untuk keluar dan menemui Aleta yang sedang duduk di bawah pohon mangga bersama dengan teman-temannya.


"permisi, apa saya boleh bertanya?" ucap Devo pada semua orang yang sedang duduk di hadapannya.


"gila, ganteng banget," celetuk Lusi tanpa sadar saat melihat wajah Devo yang tampan. Aleta segera menyenggol sikut Lusi untuk menyadarkan wanita itu.


"silahkan tuan, anda ingin bertanya tentang apa?" tanya Aleta dengan senyum manisnya membuat Devo terpana saat melihat itu, jantungnya berdegup dengan sangat kencang seolah sedang berlari memutari sebuah lapangan.


"Tuan, apa anda mendengar saya?" Aleta melambai-lambaikan tangannya ke depan wajah Devo yang terlihat melamun membuat lelaki itu kaget dan langsung memegang tangan Aleta.

__ADS_1


"eh, ma-maaf," ucap Devo sembari melepaskan tangan wanita itu.


"Kalau tuan mau pegangan, tangan saya sedang nganggur nih." Lusi menyodorkan tangannya pada Devo membuat teman-temannya langsung menyorakinya.


Wuuu, "itu sih maumu," ucap mereka bersamaan.


"saya ingin ke perpustakaan, apa anda semua tau di mana tempatnya?" tanya Devo mencari alasan.


"kayaknya enggak ada deh yang gak tau di mana letak perpustakaan," celetuk Egi yang merasa aneh dengan pria yang ada dihadapannya ini.


"mungkin aja tuan ini baru pertama kali ke sini, makanya enggak tau," ucap Aleta yang langsung di benarkan oleh Devo.


"saya juga akan ke perpustakaan, ayo kita pergi bersama!" ajak Aleta sembari bangkit dari duduknya, senyum Devo mengembang saat wanita itu sendiri yang akan mengantarnya.


"aku juga ikut!" Lusi tidak mau ketinggalan, dia yang tadinya malas ke perpustakaan mendadak jadi semangat karna ada lelaki tampan yang bersama mereka saat ini.


"Mau ke mana kau?" Bima menahan tangan Lusi yang sudah akan pergi bersama Aleta, temannya itu belum siap mengerjakan tugasnya.


"kau di sini saja, aku cuma sebentar kok," ucap Aleta yang memang cuma akan mengembalikan bukunya.


Setelah mengatakan itu, Aleta dan Devo segera pergi ke perpustakaan. Mereka berjalan dengan pelan karna memang Aleta sudah merasa lelah saat harus membawa perut besarnya ke mana-mana, sementara Devo terus melirik ke arah Aleta yang terlihat sangat mempesona di matanya.


"ini dia perpustakaannya, saya duluan ya," pamit Aleta yang akan mengembalikan buku, sementara Devo kembali memutar otak agar bisa terus bersama dengan wanita itu.


"emm itu, saya ingin bersama anda," ucapnya tiba-tiba membuat Aleta menghentikan langkah kakinya, dia melihat ke arah Devo dengan bingung.


"maksud saya, saya akan menemani anda. Bahaya kalau wanita hamil berjalan sendiri," ucap Devo memberi alasan. Aleta terlihat berpikir dengan apa yang lelaki itu ucapkan, dan akhirnya dia menganggukkan kepalanya untuk mengiyakan ucapan Devo.


"dia benar-benar cantik," Devo terus melihat ke arah wajah Aleta yang sangat memukau matanya.





TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘

__ADS_1


Mampir juga yuk ke karya teman othor, dijamin keren dan seru 😍



__ADS_2