Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 13. Ajaran sesat


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Aleta telah sampai ke tempat dimana teman-temannya berada. Dengan wajah cemberut dan bibir manyun Aleta bergegas untuk segera mencari dimana keberadaan mereka.


"Ale... sebelah sini." panggil Bima sambil melambai-lambaikan tangannya pada kamera eh maksudnya pada Aleta.


Aleta segera mendekat kearah mereka dan langsung menghempaskan pantatnya dikursi sebelah Egi.


"busyet dah. untung kursinya kuat." ucap Egi sambil memegang kursi yang diduduki Aleta.


"hus. jangan ganggu ah. dia tuh lagi nuntut ilmu hitam. hihihi" kelakar Lusi sambil cekikikan.


"diam ah. berisik tau." omel Aleta. dia meletakkan tangannya dimeja dan membenamkan kepalanya disana.


Teman-temannya hanya saling pandang. dalam hati mereka bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada bocah itu.


"Ale. apa kau lagi datang bulan ?" tanya Lusi.


"gak."


"lagi sakit perut ?" tanya Bima.


"gak"


"lagi kebelet ?" tanya Egi.


"gak."


"lagi..."


"bisa diam enggak !" bentak Aleta. kepalanya terasa mau pecah mendengar ucapan teman-temannya.


"ale. tenangkan dirimu. nanti cepat tua loh kalau marah-marah." ucap Lusi.


"sekarang bukan itu masalahnya." teriak Aleta frustasi. dia sampai membenturkan kepalanya kemeja kafe itu.


"jangan bunuh diri disini. dijembatan sana aja yuk." ucap Bima yang langsung mendapat lirikan tajam dari Aleta.


"kalian tau gak yang namanya Agra Mahesa ?" tanya Aleta. terlihat mereka menggelengkan kepala mereka pertanda tidak tau.

__ADS_1


"cih. orang-orang miskin kayak kalian ini memang gak mungkin bisa kenal dia." ucap Aleta sombong.


"sialan. emang dia siapa ? tukang rujak ? siomay ? batagor ?" tanya Lusi emosi.


"tukang kebun." jawab Aleta sambil menjitak kepala temannya itu. pletak. Lusi sampai meringis karna jitakan tangan iblisnya.


"dia itu pria bisu yang dimall waktu itu." ucap Aleta mengingatkan mereka tentang Agra.


"ooh yang ganteng kali itu kan." seru Lusi. otaknya langsung sigap mengingat kalau soal yang ganteng-ganteng.


"emang kenapa ? kamu mau ngasi bantuan ke dia ?" tanya Egi.


"bukan. dia itu sebenarnya gak bisu." ucap Aleta. kemudian dia menceritakan semua masalah yang terjadi pada mereka.


"hah. jadi perusaan kalian mau bangkrut ?" tanya Lusi. Aleta hanya menganggukkan kepala menjawab pertanyaannya.


"duuh. gak bisa dong nanti kita belanja-belanja cantik." serunya kemudian. Dasar Lusi, temennya lagi susah bukannya membantu malah mikirin belanja. lama-lama disentil juga nih orang. 😒


"Lusi. kau mau ku bunuh pakek gaya apa ?" tanya Aleta sambil memelototkan matanya.


"duuh iya iya maaf." ucap Lusi sambil cengengesan.


"gak tau. pengen kubunuh aja tuh orang." geram Aleta saat mengingat keangkuhan Agra tadi.


"kalau kau bunuh, makin gak bisa dong dia bantu keluargamu." celetuk Egi.


"hah. iya ya..." Aleta membenarkan ucapan Egi sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"paksa dong. masa kau gak bisa sih." ucap Lusi. biasanya temennya itu selalu bisa menundukkan orang lain, apalagi seorang laki-laki.


"duuh dia itu gak terlawan. sungguh luar biasa" balas Aleta. gimana mau memaksa kalau dia aja dinginnya kayak kutub utara gitu pikirnya.


"atau kau goda aja dia " ucap Lusi lagi.


"kau pikir temen kita ini penggoda ?" seru Egi.


"hey denger ya. seorang laki-laki itu akan tunduk sama perempuan yang berhasil menarik perhatiannya. apalagi kalau kau berhasil menggoda dan mendapatkan hatinya. beeh semua pasti dia kasih." tambah Lusi lagi menjelaskan tentang ajaran sesatnya.

__ADS_1


Aleta memikirkan apa yang diucapkan Lusi, tapi yang jadi pertanyaannya bagaimana cara dia menggoda Agra ?


"caranya gimana ?" tanya Aleta kemudian.


"kau harus ramah dan baik saat didepannya, juga sedikit bersikap manja. tapi kalau ada kesempatan kau harus menggodanya dengan penuh gairah. pertama-tama kau buka kancing bajumu, terus kau mendekat dan terkam dia dengan buas." Lusi menjelaskan dengan menggebu-gebu sampai dia sendiri lupa bernapas.


"terkam dengan buas ?" Aleta sepertinya tidak mengerti dengan apa yang diucapkan temannya itu.


"menerkam dengan apa ? pisau ?" tanya Aleta dengan polosnya.


"astaga. terkam dengan penuh gairah dong. abis itu kau buka perlahan-lahan bajunya, dan kau masukkan..."


"berhenti-berhenti." Egi mengangkat tangannya memotong penjelasan dari Lusi. dia sudah tidak tahan dengan ocehan vulgar gadis itu.


"itukan kayak video yang sering aku tonton" seru Bima.


"jadi kau sering liat kayak gituan ? bagi ke aku dong biar aku tau caranya." pinta Aleta. sepertinya gadis itu tidak tau video seperti apa yang dimaksud oleh Bima.


"bentar ya biar aku kirim" ucap Bima sambil mengambil ponselnya. temannya yang satu ini benar-benar sudah tidak tertolong lagi.


"tunggu. apa kalian udah gila !" ucap Egi. dia benar-benar tak habis pikir kenapa bisa punya teman seperti mereka.


Kling. Bima sudah mengirim Video itu pada Aleta. bukan cuma satu bahkan Bima mengirim 5 sekaligus agar temannya bisa pintar pikirnya.


Dengan penuh semangat, Aleta membuka Video yang Bima kirim dan mengeraskan volume suaranya agar dia bisa mendengar dengan jelas. Lusi juga terlihat sangat antusias, dia merapatkan duduknya kesamping Aleta. sedangkan Egi tak mampu lagi berkata apa-apa melihat kesesatan teman-temannya.


uuh... ah... sshh... ah... uuh... ssshh... ah... suara-suara itu menggema didalam kafe yang sedang ramai-ramainya orang. Sontak semua mata langsung melihat kearah mereka berempat.


brak. Aleta langsung menjatuhkan ponselnya saat melihat adegan yang ada divideo itu tanpa mematikannya terlebih dahulu. jadilah suara itu terus menggema disana.


"astaga..." Egi mengambil ponsel Aleta dan langsung mematikan video itu. sedangkan Aleta sendiri masih syok ditempatnya dengan mulut yang terbuka lebar.


"hey kalian. jangan mesum disini ya. pakek melihat begituan segala lagi." seru seorang bapak-bapak bertubuh gemuk yang duduk tak jauh dari meja mereka. Beberapa orang juga terlihat menggerutu akibat kejadian itu.


Apalagi bagi para jomblo yang ada disana. mereka pasti sangat-sangat menderita mendengar suara-suara yang belum pernah mereka rasakan. (tabahkanlah hati kalian wahai kaum jomblo 🤭).


Egi segera mengucapkan maaf pada mereka semua dan langsung menyeret teman-temannya untuk keluar dari kafe itu.

__ADS_1


☆☆☆


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2