Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 23. Rubah Licik


__ADS_3

Setelah keluar dari rumah keluarga Winandra, Agra segera melajukan mobilnya menuju perusahaan. dia yang tadi pagi dipaksa oleh sang mama merasa sangat kesal dan marah. namun apa lah daya, dia tidak bisa melawan semua perintah nyonya besar itu.


Sesampainya di perusahaan, Agra segera melangkahkan kakinya ke dalam ruangan. dia sudah tidak sabar untuk mengetahui hasil dari penyelidikan Felix.


"selamat datang, tuan," sapa Felix sembari mengikuti langkah Agra.


"gimana?" Agra langsung bertanya tentang penyelidikan itu.


"semua rekaman cctv sudah di hapus tuan, baik di dalam club ataupun di hotel tempat tuan menginap," jelas Felix


"apa ! dasar rubah licik itu...," Agra sangat geram melihat perbuatan gadis kecil itu.


"Felix, segera perbaiki cctv itu. aku tidak mau tau, pokoknya kau harus temukan bukti penjebakan rubah kecil itu," perintah Agra sembari menatap tajam Felix.


"baik tuan, saya akan melakukan semua perintah...,"


"ada apa Agra, siapa yang menjebakmu?" tiba-tiba Rezie datang dan menyela pembicaraan mereka.


"kau itu gak punya sopan santun ya, main masuk sembarangan," cibir Agra. temannya itu selalu saja membuat darah tinggi nya naik.


Rezie langsung berjalan cepat dan duduk disofa tanpa menghiraukan ucapan Agra.


"Agra, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Rezie lagi.


Agra menyuruh Felix untuk keluar, dan dia sendiri mendekat ke arah makhluk yang tidak punya sopan itu.


"tadi malam kemana kalian ?" tanya Agra tanpa menjawab perkataan Rezie.


"hah, tadi malam ? yah pulang lah. memang mau kemana lagi," jawab Rezie.


"terus kenapa aku bisa ada di hotel?" tanya Agra dengan tajam.


"loh, kok di hotel sih," Rezie tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Agra. kemudian Agra menceritakan semua yang di alaminya tadi malam.


"pffftt, hahahahah...." Rezie tertawa terbahak-bahak mendengar cerita temannya itu. bisa-bisanya Agra berada dalam situasi seperti itu pikirnya.


"kau kalau cuma mau tertawa, lebih baik keluar !" bentak Agra. dia yang sedang emosi malah diejek seperti itu.

__ADS_1


"Agra, jangan-jangan kau yang diperkosa, hahahah," ucap Rezie masih merasa lucu.


"kau...."


"oke oke, tenanglah," potong Rezie. dia mencoba mengontrol diri agar tidak tertawa lagi.


"aku tidak menyangka gadis kecil itu berani bermain api denganmu," ucap Rezie sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


"jadi, apa kau benar-benar akan menikah dengannya?" tanya nya lagi.


"apa, itu tidak mungkin. aku tidak mau menikah dengannya," jawab Agra cepat.


"kenapa tidak mau ? lagian kalau dilihat-lihat, dia itu cantik banget loh. imut-imut gimana gitu," kelakar Rezie.


Sebenarnya Agra juga mengakui kalau Aleta itu cantik dan menggemaskan, hanya saja dia memang tidak mau menikah saat ini.


"apa kau ingin menikah dengan Margaret?" tanya Rezie lagi.


Benar, Agra baru ingat perihal kekasihnya itu. selama satu tahun menjalin hubungan dengan Margaret, Agra tidak tau bagaimana perasaannya sendiri. Awalnya dia tidak ingin berhubungan dengan siapa pun, tapi tiba-tiba Margaret terus mendekatinya.


Mereka bertemu karna hubungan bisnis antara Agra dan perusahaan tempat Margaret bekerja. dari situlah mereka selalu berkomunikasi untuk membahas masalah pekerjaan.


"sudahlah, lupakan masalah ini," elak Agra. dia sendiri tidak tau bagaimana perasaannya.


"kalau kau tidak serius dengan Margaret, lebih baik kau menikah saja dengan gadis kecil itu," ucap Rezie. dia tau betul kalau Agra belum bisa melupakan masa lalunya.


"aku tidak ingin menikah," tolak Agra. dia memang tidak pernah sedikit pun memikirkan tentang pernikahan.


"baiklah, terserah kau saja. kalau kau memang tidak mau, biar aku yang menikahi gadis kecil itu. lumayan dapat daun muda, cantik pulak tuh," celetuk Rezie sembari keluar dari ruangan itu.


Agra membulatkan matanya mendengar ocehan makhluk yang baru saja keluar dari ruangannya. entah kenapa dia tidak suka saat mendengar ucapan temannya itu.


Tidak mau ambil pusing, Agra kembali melanjutkan pekerjaan nya. namun, suara dering ponsel menghentikan tangannya yang mau mengambil berkas-berkas.


"halo," ucap Agra pada sang penelpon.


"sayang, nanti siang kita makan bersama ya," ajak Margaret disebrang telpon.

__ADS_1


Agra tidak menjawab ajakan dari kekasihnya itu, namun suara rengekan kembali terdengar yang membuatnya harus segera mematikan panggilan itu.


"oke." Agra langsung mematikan panggilan telpon Margaret. dia menghela napas kasar, lalu kembali melanjutkan pekerjaan yang sudah beberapa kali tertunda.


Tidak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat, makan siang pun telah datang menyapa para pekerja di perusahaan itu.


"tuan, ayo kita makan siang," ajak Felix yang baru muncul ke dalam ruangan tuannya.


"kau duluan saja Felix, aku akan makan siang bersama Margaret," ucap Agra.


"loh, apa tuan tidak akan makan siang bersama calon istri tuan ?" pertanyaan dari Felix langsung menghentikan pekerjaan Agra. dia langsung menatap tajam ke arah sekretarisnya itu.


"eh, hehe maaf tuan. kalau gitu saya permisi." Felix langsung keluar dari ruangan itu tanpa menunggu jawaban dari Agra. dia sudah merasa merinding melihat tatapan tajam Agra yang setajam, silet.


"cih. calon istri katanya...," Agra geram melihat orang-orang yang ada disekelilingnya seolah-olah mendukung perbuatan tercela yang dilakukan oleh gadis itu.


Kemudian Agra segera membereskan pekerjaannya dan berlalu keluar untuk menjemput Margaret ke perusahaan tempat dia bekerja.


Pada saat yang sama, Aleta dan teman-temannya sedang makan di sebuah restaurant dekat kampus mereka. sambil sesekali mereka bersenda gurau membuat keramaian di restaurant itu.


"Aleta, lihat itu." tunjuk Lusi pada seseorang yang baru masuk ke dalam restaurant. Aleta dan dua temannya yang lain langsung melihat ke arah yang di tunjuk Lusi.


"sialan, beraninya dia makan sama perempuan lain...," ucap Aleta sembari meremas tisu yang ada di tangannya.


"dia kan kekasihnya Ale, memang apa masalahnya?" tanya Bima. pertanyaannya itu langsung menyulut kobaran api di hati Aleta


"dia itu calon suami ku tau, awas aja mereka." Alera berjalan ke arah Agra dan Margaret berada.


☆☆☆ tbc.


**waduh, kira-kira apa yang akan Aleta lakukan ?


othor bingung, sebenarnya siapa yang kekasih Agra dan siapa yang orang lain sih 🤔


kenapa Aleta marah saat Agra makan sama kekasihnya ?


benar-benar gak habis pikir deh 🤣**

__ADS_1


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2