Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 88. Pengakuan Cinta


__ADS_3

"istriku, dengarkanlah!"


Deg, deg, deg jantung Aleta terasa berdegup kencang seolah ingin meloncat keluar dari rongga dadanya, sementara suasana di gedung itu mulai riuh dan penuh bisik-bisik di antara kumpulan wanita.


Aleta tidak mengalihkan pandangannya dari wajah Agra, begitu juga dengan Agra yang memandangnya penuh cinta.


"Istriku, selamat karna sudah berhasil menyelesaikan pendidikanmu. Aku ikut bangga karna kau telah berhasil meraih apa yang kau impikan selama ini." Agra mengulas senyum tulusnya sembari memandang wajah sang istri.


"Istriku, selamat karna kau juga telah berhasil meluluh lantakkan duniaku. Kau berhasil membuatku tergila-gila padamu, kau berhasil membuat hidupku bahagia hanya dengan berada disisimu. Istriku, aku mencintaimu. Cintailah aku! dan tetaplah bersamaku untuk selamanya."


Tangis bahagia pecah dimata Aleta saat mendengar apa yang Agra ucapkan, tubuhnya bergetar hebat merasakan kebahagiaan yang sungguh tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.


Mama Lena dan Mama Deeva bangkit dari tempat duduk mereka untuk menghampiri Aleta yang terlihat sangat syok dengan ucapan Agra, para mama itu memeluk Aleta secara bergantian dengan penuh kebahagiaan melihat kedua anak mereka saling mencintai.


Suasana di gedung itu juga terlihat sangat ramai, ada yang tepuk tangan, ada yang bersorak dan ada juga yang merasa iri melihat pengakuan cinta mereka.


Seperti sepasang kekasih yang duduk dipojokan gedung, mereka berdua sama-sama diwisuda hari ini.


"andai aja pacarku seperti tuan Agra, aku pasti akan mencintainya sampai mati," sindir wanita itu, sebut saja namanya Melur.


"andai pacarku itu seperti istri tuan Agra, aku pasti akan selalu membahagiakannya," balas lelaki itu, sebut saja namaya Firdaus.


Cih, mereka berdua melengos kesal. Gagal sudah rencana mereka untuk foto berdua merayakan momen wisuda bareng pasangan.🤭


Setelah selesai dengan pengakuan cintanya, Agra segera turun dari podium. Tak lupa dia mengucapkan banyak terima kasih pada semua orang yang ada di ruangan itu.


Acara demi acara sudah selesai dilaksanakan, waktunya bagi semua orang untuk berfoto ria mengabadikan momen mereka hari ini.


Keluarga Winandra dan Mahesa terlihat sudah keluar dari gedung itu, mereka memutuskan untuk ke sebuah restoran karna memang waktu makan siang sudah tiba.


"Kenapa masih menangis? kau terharukan sama ucapanku?" Agra menaik turunkan alisnya untuk menggoda Aleta yang langsung di balas dengan kecupan disudut bibirnya membuatnya kaget dan terpaku di tempat duduk.


"aku juga mencintaimu, suamiku," ucap Aleta sembari memeluk tubuh Agra dengan erat, dia kembali menangis haru karna merasa bahagia saat ini.


"maaf kalau pengakuanku ini sangat terlambat," lirih Agra sembari mengusap perut Aleta yang berada di tengah-tengah tubuh mereka.


Aleta menganggukkan kepalanya untuk menjawab ucapan Agra, dia kembali mendaratkan kecupan singkat dibibir sang suami.

__ADS_1


Begitu Aleta ingin menyudahi kecupannya, tangan Agra sudah terlebih dulu menahan tengkuknya yang membuat kecupan itu berubah jadi lummatan. Bibir mereka saling menghisap dan mengulum di dalam mulut masing-masing.


Papa Abi dan Papa Arsen yang akan masuk ke dalam privat room merasa kaget dengan perilaku Agra dan juga Aleta, begitu juga dengan kedua Mama yang lagi-lagi harus melihat kemesraan anak-anak mereka yang kurang ajar itu.


"kalian! apa tidak bisa melakukannya dirumah?" bentak Mama Deeva yang langsung menghentikan paksa ciuman mereka.


Aleta dan Agra hanya cengengesan saja saat melihat orang-orang yang sudah berkumpul di tempat itu, lain hal dengan mereka yang ingin sekali menenggelamkan dua manusia itu ke dasar bumi.


****


Keluarga Winandra dan Mahesa sudah duduk di tempat mereka masing-masing, makanan dan minuman juga sudah tersaji di hadapan mereka.


Aleta menikmati makanan dan minuman itu dengan penuh suka cita, senyum lebar juga tak lepas dari mulutnnya saat ini.


"jangan lebar-lebar dek, nanti mulutmu robek loh," sindir Dareen yang langsung membuat Aleta mencebikkan bibirnya.


"aku kan lagi bahagia, apa kakak gak tau kalau suamiku ini sangat mencintaiku," pamernya, padahal tanpa dia bilang pun Dareen sudah melihat pengakuan cinta Agra yang sangat lebay menurutnya.


"Cih." Dareen melengos kesal, bisa-bisanya mereka berdua pemer kemesraan di hadapannya.


"oh ya, gimana hubungan kakak sama kak Margaret?"


"Margaret yang waktu itu datang ke Rumah sakit?" tanya Mama Deeva yang langsung dibalas dengan anggukan kepala Aleta dan Agra.


"dia pacarmu, Dareen?"


"tidak!" jawab Dareen dengan kuat membuat Papa Arsen yang ada di sebelahnya terjingkat kaget, sementara Mama Deeva hanya menyipitkan matanya karna tidak percaya dengan jawabannya.


"belum Ma, paling sebentar lagi," tambah Aleta yang membuat Dareen ingin sekali mencekik leher adiknya itu.


"loh, bagaimana sama Dokter Sila?" celetuk Mama Lena yang hampir saja membuat Dareen kembali tersedak.


"Laris manis, laris manis, haha." Aleta tidak mampu menahan tawanya saat melihat wajah kesal Dareen, sementara Felix yang juga ada di tempat itu hanya menjadi pendengar dan penonton budiman.


Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


****

__ADS_1


Malam harinya, Agra dan Aleta sedang menikmati suasana malam yang sangat indah dari balkon apartemen mereka. Aleta bersandar didada Agra sembari menikmati hembusan angin malam yang sangat segar, Agra sendiri mengelus-ngelus perut Aleta yang sesekali membuatnya kaget karna gerakan dari anak-anaknya.


"suamiku, sebentar lagi kita akan mengadakan tujuh bulanan," ucap Aleta memberitahu Agra yang tengah sibuk menciumi tengkuk Aleta yang terbuka.


"hem," hanya deheman yang terdengar dari mulutnya.


"tapi aku bingung harus mengedakan acaranya di mana," ucapnya lagi, kedua Mamanya berebut ingin mengadakan acara tujuh bulanan di Rumah mereka.


"suamiku, apa kau mendengarkanku?" tanya Aleta yang tidak mendengar balasan dari Agra, dia melihat ke arah belakang dan tampaklah sang suami yang tidur sembari bersandar di punggungnya.


Dengan perlahan Aleta menggeser duduknya hingga kepala Agra bisa diletakkan di atas pangkuannya, dia mengelus puncak kepala Agra dengan sayang. Sesekali Aleta mendaratkan kecupan di kening dan sudut bibir sang suami.


Aleta terus memandangi wajah Agra yang terlihat tenang dalam pangkuannya, wajah tampannya benar-benar sangat menarik hati siapa saja yang melihatnya.


"terima kasih, terima kasih karna sudah mencintaiku. Aku berjanji akan selalu mencintaimu, dan aku juga akan menyingkirkan semua wanita yang mencoba merebutmu dariku," gumam Aleta sembari tetap mengelus puncak kepala Agra.


"aku juga berjanji akan selalu mencintaimu," balas Agra sembari menelungkupkan tubuhnya, kepalanya semakin dia desakkan ke dalam pangkuan sang istri.


"ka-kau sudah bangun?" tanya Aleta yang merasa malu karna ketahuan mencurahkan isi hatinya.


"bukan kau, tapi sayang," ucap Agra sembari membuka matanya.


"hah?" Aleta tidak mengerti dengan apa yang diucapkannya.


"mulai sekarang kau harus memanggilku sayang!" perintah Agra kemudian sembari kembali memejamkan matanya.


"sayang?"





TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘

__ADS_1


Mampir juga yuk ke karya terbaru othor, dijamin seru seperti kisah Aleta dan Agra 😍



__ADS_2