Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 37. Selalu Membuat Kesal


__ADS_3

Agra mempercepat langkah kakinya untuk mengejar Aleta yang mungkin sudah keluar dari perusahaannya. dia langsung berlari ke arah parkiran untuk melihat apakah Aleta sudah pergi atau belum.


"Aleta...," teriak Agra saat melihat mobil Aleta sudah melaju meninggalkan parkiran.


Aleta yang melihat Agra dari kaca spion menghentikan laju mobilnya, dia menunggu lelaki itu datang untuk menghampirinya.


Agra mengetuk jendela mobil Aleta tetapi gadis itu malah membuang muka ke arah samping. dia sangat kesal melihat Agra yang ketauan sedang mesra-mesraan dengan wanita lain.


"Aleta, aku ingin satu mobil denganmu," pinta Agra. namun Aleta tetap diam di tempatnya.


"baiklah, kalau kau tidak mau lebih baik aku jalan kaki saja," ucap Agra lagi.


Kemudian Aleta membuka pintu mobilnya untuk lelaki itu, Agra mengembangkan senyumannya sembari masuk ke dalam mobil Aleta.


Aleta kembali melajukan mobilnya namun dia tidak melihat ke arah Agra sedikitpun, padahal Agra sedari tadi terus melihat ke arahnya.


"Aleta, aku belum makan siang," ucap Agra.


"bukan urusanku !" jawab Aleta acuh.


"aku ingin kau membuatkan makan siang untukku," ucap Agra lagi tanpa menghiraukan perkataan Aleta.


"aku ingin makan seafood," tambah Agra.


"ayo kita ke apartemenku,"


"aku bukan pembantu. kau minta saja sama wanita siluman itu," potong Aleta. enak saja dia menyuruh-nyuruh aku, pikirnya.


"oh kau tidak mau ya..., apa kau tidak ingat dengan perjanjian kita?" tanya Agra dengan nada mengejak.


"dasar perjanjian sialan, kenapa sih aku bisa berurusan dengan lelaki kayak dia ini," Aleta benar-benar merasa seperti manusia paling sial dimuka bumi ini.


Tanpa menjawab perkataan Agra, Aleta segera melajukan mobilnya menuju apartemen lelaki itu. namun tiba-tiba, ponsel Aleta berdering yang membuat dia menepikan mobilnya untuk mengangkat panggilan itu.


"halo," jawab Aleta pada sih penelpon.


"Aleta, kau diminta untuk datang ke kampus," ucap Lusi dari sebrang telpon.


"loh, aku kan sedang cuti," seru Aleta.


"pokoknya kau harus datang, penting katanya," ucap Lusi lagi.


"hais, yaudah deh." Aleta langsung memutuskan panggilan telpon mereka.


"kenapa ?" tanya Agra.

__ADS_1


"aku harus ke kampus, ada yang penting. kau turun sekarang," usir Aleta.


"apa ! seenaknya saja kau mengusirku," ucap Agra tidak terima.


"keluar...," Aleta memaksa Agra untuk segera keluar dari mobilnya. begitu Agra keluar, Aleta langsung melajukan mobilnya menuju ke universitas tempatnya menempuh pendidikan.


"dasar kurang ajar," maki Agra karna dia diturunkan begitu saja di pinggir jalan.


****


Aleta melajukan mobilnya dengan kencang sampai tiba di kampus tercinta. dengan cepat Aleta memarkirkan mobilnya dan berlalu pergi untuk menemui teman-temannya.


"Aleta, sini...," panggil Lusi yang sedang duduk di bawah pohon mangga.


"ada apa sih, kok aku disuruh datang?" tanya Aleta.


"mentang-mentang mau nikah, jadi gak mau ngampus lagi gitu " cibir Bima.


"bukannya gitu, aku kan sudah mengajukan cuti. jadi ngapain lagi aku ke kampus," jelas Aleta.


"udah pokoknya sana gih datang ke ruangan pak Reza," suruh Lusi. Aleta pun segera beranjak menuju ruangan dosennya.


tok. tok. "permisi pak," ucap Aleta sambil masuk ke dalam ruangan itu.


"apa kau tau kalau semester ini kau akan magang Aleta ?" tanya dosen itu.


"saya tau pak, tapi saya harus mengajukan cuti karna mengurus pernikahan saya," jawab Aleta.


"pengajuan cutimu saya tolak, dan mulai besok kau harus masuk untuk persiapan magang," jelas dosennya lagi.


"loh pak, tidak bisa begitu dong. sayakan...,"


"apa kau pikir pendidikanmu itu tidak penting ? besok saya akan berbicara pada Agra untuk membiarkanmu magang," potong pak Reza.


Pak Reza memang mengenal keluarga Agra, karna dia dan orangtua Agra adalah sahabat baik. bahkan dia juga datang ke acara pertunangan mereka.


"baiklah pak," ucap Aleta sambil keluar dari ruangan itu.


"huh, siapa juga yang mau cuti kalau tidak ada pekerjaan. aku itu udah sama kayak gangsingan yang mutar terus tidak berhenti-berhenti," gumam Aleta.


Setelah selesai, Aleta memutuskan untuk pulang ke rumahnya. dia sudah merasa sangat lelah, dan ingin langsung berbaring di ranjang empuknya.


*****


Keesokan harinya, Aleta tengah bersiap untuk pergi ke kampus. dia beranjak dari kamar untuk sarapan bersama dengan keluarganya.

__ADS_1


"loh, tumben udah rapi. mau kemana ?" tanya mama Deeva.


"ke kampus," jawab Aleta sambil memakan sarapannya.


"bukannya kau cuti ya dek, kok ke kampus ?" tanya Dareen.


"cutiku di tolak soalnya mau masuk magang," jawab Aleta lagi. Dareen terlihat mengangguk-anggukan kepalanya mendengar jawaban sang adik.


Setelah selesai dengan sarapannya, Aleta segera pamit untuk berangkat ke kampus. hari ini dia terlihat bersemangat karna tidak harus disibukkan dengan urusan pernikahan lagi.


Tiba-tiba ponsel Aleta berdering, dan dia segera menepikan mobilnya.


"halo," jawab Aleta.


"lagi dimana kau?" tanya Agra.


"dijalan,"


"jalan mana?" tanyanya lagi.


"jalan mau ke kampuslah," jawab Aleta. kok sibuk sekali sih laki-laki itu, pikirnya.


"makan siang nanti kau tunggu aku, aku akan menjemputmu di sana," ucap Agra.


"tidak perlu. aku bisa makan bareng temen," tolak Aleta.


"pokoknya kau tunggu aku." tut. Agra langsung mematikan panggilan telponnya.


"kenapa sih dia ? gak bisa ya liat aku tenang sehari aja," gerutu Aleta sambil kembali melajukan mobilnya.


Mood nya langsung hancur begitu mendengar suara Agra, lelaki itu semakin hari semakin menjengkelkan saja baginya. tidak pernah sehari saja Agra tidak menganggunya dan selalu membuat Aleta kesal karna kelakuannya.


Sementara Agra yang sedang berada di perusahaan tersenyum senang, karna saat ini dia hanya punya satu tujuan. yaitu membuat Aleta kesal dan marah padanya setiap hari, itulah tujuan hidupnya yang agung.





**TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘


jangan lupa dukung othor supaya semangat terus untuk update ❤**

__ADS_1


__ADS_2