Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 79. Gangguan Mantan


__ADS_3

Hari ini kondisi Aleta terlihat sangat baik, apalagi dia sudah tidak merasa emosi membuat keadaan kandungannya juga berangsur membaik. Agra tetap setia berada di sampingnya, walau terkadang lelaki itu sibuk dengan laptop yang sengaja dia bawa.


Mama Lena dan Mama Deeva juga masih bersama dengan mereka, para Mama itu banyak bercerita seputar kehamilan yang dulu pernah mereka rasakan.


"pokoknya dulu Mama manja banget sama Papanya Agra, sampai dia kewalahan," seru Mama Lena yang sedang membahas tentang masa lalunya.


"Mama juga, tapi pas hamil Dareen. Kalau hamil kamu Mama malah berantem terus sama Papa, gak ada akurnya," Mama Deeva juga tidak mau kalah, dia bercerita tentang kehamilannya dulu.


"kalau kamu gimana, sayang?" tanya Mama Lena.


"kalau dia jangan ditanya," celetuk Agra, dia nyambung saja dengan ucapan para wanita itu membuat Aleta mencebikkan bibirnya.


"apa saat Mama dulu hamil, para mantan Papa berkeliaran?" tanya Aleta pada kedua Mamanya membuat Agra langsung menatap tajam padanya sedangkan para Mama itu hanya memandangnya dengan wajah bingung.


"semenjak aku hamil, mantan Agra itu terus saja berkeliaran disekitar kami," cibir Aleta sembari melirik ke arah Agra yang juga sedang menatapnya dengan tajam.


"Agra, apa mantan yang dimaksud Aleta itu adalah Mona?" teriak Mama Lena membuat Aleta, Mama Deeva dan Agra terlonjak kaget. Mereka sangat terkejut dengan teriakan wanita paruh baya itu.


Agra menelan salivenya dengan gugup, bisa habis dia dihajar Mamanya kalau sampai benar mantan yang dimaksud Aleta adalah Mona. Apalagi kalau sampai Mama Lena tau alasan Aleta sampai masuk ke Rumah sakit.


"i-itu dia-"


"iya Ma, perempuan itu Mona," potong Aleta dengan senyum sinisnya, sementara Agra melotot ke arah Aleta yang telah mengadu pada sang Mama.


"dasar wanita gila! mau apa lagi dia?" teriak Mama Lena dengan wajah merah padam menahan emosi, dia masih ingat betul dengan wanita laknat yang tidak tau diri itu.


"sayang, apa dia menyakitimu?" tanya Mama Lena pada Aleta, pikirannya sudah menjalar ke mana-mana saat ini.


Wajah Agra terlihat pias, kalau sampai Aleta mengatakan kalau sebenarnya yang menyakitinya adalah Agra maka tamatlah riwayatnya hari ini.


Aleta melirik ke arah Agra dengan senyum liciknya, "dia tidak menyakitiku kok Ma, kan ada Agra yang selalu melindungiku,"sindirnya dengan sangat halus membuat Agra marasa tertohok ditempatnya.


"Agra, kau harus melindungi Aleta! Mama tidak mau kalau sampai wanita itu menyakiti menantu Mama!" perintah Mama Lena membuat Agra langsung menganggukkan kepalanya.


"mau menyakiti anakku? heh, langkahi dulu mayat suamiku!" Mama Deeva ikut-ikutan, dia bahkan sampai membawa-bawa mayat suaminya membuat Aleta terkikik geli.


"mulai sekarang, kau harus selalu menjaga Aleta kapanpun dan di mana pun! kalau sampai ada satu helai saja rambutnya yang terlepas, maka kau juga akan habis ditangan Mama," ancam Mama Lena sembari menunjuk ke arah Agra sedangkan Mama Deeva menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan besannya itu.

__ADS_1


"tapi Ma, setiap hari rambutku lepas kok dari kepalaku," celetuk Aleta yang merasa aneh dengan ucapan mertuanya sementara Mama Deeva menepuk jidatnya sendiri mendengar ucapan anaknya.


"maksudnya bukan rambut rontok, tapi rambut yang lepas karna ulah wanita sialan itu," geram Mama Lena, emosinya terus naik kala mengingat mantan pacar anaknya itu.


Agra hanya diam di tempatnya, dia juga tidak ingin berurusan lagi dengan Mona. Namun, bagaimana dengan Devo? dia tetap harus menangkap bedebah gila itu, dan satu-satunya kunci untuk menangkapnya adalah Mona.


Tiba-tiba suara dering ponsel Agra mengagetkannya yang tengah berselancar di alam pikiran, dengan cepat dia mengambil ponselnya dan menjawab panggilan dari Felix.


"ada apa?" tanya Agra pada sih penelpon membuat para Mama dan Aleta fokus padanya.


"tuan, nona Mona datang ke perusahaan," lapor Felix dari sebrang telpon membuat Agra langsung berdiri dari duduknya.


"apa? mau apa wanita itu?" bentak Agra membuat ketiga wanita yang sedang melihatnya menjadi penasaran.


"dia ingin bertemu dengan anda,"


"usir dia dari perusahaanku! bila perlu seret wanita itu, aku tidak mau melihatnya berkeliaran di sana!" perintah Agra kemudian.


Agra segera mematikan panggilan telpon itu dengan emosi yang sudah sampai keubun-ubunnya.


"lihat! lihat tingkah wanita gila itu!" celetuk Mama Lena yang sudah tau kalau wanita yang dimaksud Agra adalah Mona, begitu juga dengan Aleta yang terlihat menghembuskan napasnya dengan kasar. Hanya Mama Deeva lah yang tidak tau sosok wanita yang saat ini sedang mereka bicarakan.


"temui dia!" tiba-tiba Aleta membuka suara, dan mengatakan hal yang mengejutkan mereka semua. Sontak semua orang langsung melihat ke arahnya, terutama Agra yang langsung mendekat ke ranjang istrinya itu.


"apa maksudmu, Aleta?" tanya Agra dengan tajam.


"aku bilang temui dia, dan selesaikan masalah kalian," jawab Aleta dengan santai membuat Agra dan kedua Mama itu menjadi bingung.


"kau memintaku untuk apa?" tanya Agra sekali lagi, dia seperti tidak percaya dengan apa yang istrinya katakan.


"Aleta, apa maksudmu? kau menyuruh Agra untuk menemui wanita sialan itu?" tanya Mama Lena yang tidak mengerti dengan jalan pikiran menantunya.


"iya Ma, dia harus menemuinya. Lagi pula, mau sampai kapan Agra menghindar dari wanita itu?" ucap Aleta, dia terlihat mulai terpancing emosi.


"tapi kenap-"


"pergilah, dan selesaikan masalahmu! aku tidak mau kalau wanita itu selalu mencari dan meminta untuk bertemu denganmu. Percayalah, kalau dia tidak akan pernah menyerah sebelum kau menemuinya," ucap Aleta kemudian, dia menyandarkan tubuhnya yang terasa lelah.

__ADS_1


"Aleta-"


"tidak papa Ma, aku tidak papa," Aleta menyela ucapan Mama Lena, sementara matanya mengusir Agra agar segera keluar dari ruangan itu.


Agra terus menatap ke arah Aleta, terlihat jelas dari tatapan mata sang istri kalau saat ini dia kecewa padanya. Tapi seperti yang dikatakan Aleta, dia memang harus bertemu dengan Mona untuk menyelesaikan semua permasalahan mereka dan untuk menegaskan pada wanita itu untuk tidak lagi mengganggunya.


"Aku akan segera kembali." Cup, Agra mengecup bibir Aleta sebelum dia pergi dari ruangan itu.


Para Mama terus melihat ke arah Agra pergi, begitu juga dengan Aleta yang tidak mengalihkan pandangan dari sang suami yang sudah tidak terlihat lagi di matanya.


"sayang, kenapa kau melakukan ini?" tanya Mama Lena sembari menggenggam tangan menantunya, dia takut kalau Aleta berniat melepas Agra untuk wanita itu.


"Mama tenang saja, aku tau apa yang harus aku lakukan," jawab Aleta dengan senyum dibibirnya, walau hatinya sedikit merasa sesak saat Agra pergi meninggalkannya tadi.


"Tapi sayang, wanita itu sangat licik, dia pasti akan berusaha untuk mendapatkan Agra kembali. Mama tidak akan membiarkannya, sampai mati pun Mama tidak akan membiarkan itu terjadi." Suara Mama Lena bergetar dengan tangis yang mulai membasahi wajah.


Aleta memeluk Mama Lena dengan erat seraya menenangkannya, dia juga meyakinkan Mama Lena bahwa semuanya pasti akan baik-baik saja.


"Mama tidak perlu khawatir, karna sampai kapanpun, aku tidak akan pernah melepaskan Agra. Dia suamiku, dan selamanya akan tetap bersama denganku!" ucap Aleta dengan penuh keyakinan membuat Mama Lena tersenyum senang, begitu juga dengan Mama Deeva yang merasa tenang dengan sikap Aleta.


"Kau tunggu saja Mona, aku akan membuatmu menyesal karna sudah kembali dalam hidup Agra, dan berusaha merebutnya dariku." Aleta mengepalkan tangannya penuh kebencian.





TBC.


Jangan lupa dukungannya ya readers 🥰


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Oh ya, mampir juga ke karya teman othor yang super keren ini, dijamin seru dan bikin kalian betah bacanya 😍


__ADS_1


__ADS_2