
Setelah mempersiapkan diri dengan baik dan benar, Aleta segera pergi untuk bertemu dengan seorang wanita yang ditelpon nya tadi. dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, tapi tiba-tiba ada seorang pengendara motor yang menyalip dan membuatnya harus langsung menginjak rem.
"mampus kau." teriak Aleta kaget karna ulah pengendara motor.
"dasar ya manusia. bisa gak sih bawa motor yang baik dan benar." omelnya sambil menurunkan kaca mobilnya.
"belum pernah kayak nya dia tuh nyium aspal." ucapnya lagi sambil kembali melajukan mobil.
Tak berselang lama, mobilnya sampai juga ke tempat tujuan. Aleta mengambil tas dan segera turun sambil mengibaskan rambutnya bak sedang syuting iklan shampo.
"Aleta. disini..." teriak seorang wanita yang duduk dipojok kafe x saat melihat Aleta celingak celinguk mencari keberadaannya.
"udah nunggu lama ya kak." ucap Aleta sambil duduk didepan wanita itu.
"enggak kok. kakak juga baru datang." jawab wanita yang bernama Kiky. dia itu sekretaris pribadi Dareen.
Aleta memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman mereka.
"kak, apa bener perusahaan papa bangkrut ?" tanya Aleta sambil menunggu pelayan mengantar pesanannya.
"belum Aleta. mungkin sebentar lagi." jawab Kiky yang secara tidak langsung mendo'akan agar perusahaan papa Arsen benar-benar bangkrut.
"duuh. kok bisa sih kak. perasaan selama ini baik-baik aja." katanya lagi.
"banyak dari klien-klien kita yang menarik proyek kerja sama. terus para investor juga menarik semua dana yang mereka masukkan ke perusahaan." jawab Kiky. Aleta hanya menganggukkan-anggukan kepalanya walau dia tidak mengerti dengan apa yang diucapkan wanita itu.
"apa gak ada jalan keluarnya kak ?" tanyanya lagi.
"tuan Arsen sama kakakmu itu udah berusaha untuk minta bantuan sana sini. tapi yah gak ada yang mau bantu. naah pesanan datang..." ucap Kiky yang langsung menyambut makanan dan minuman dengan hati suka cita.
Terpaksa deh mereka menjeda pembicaraan mereka demi makanan dan minuman yang sudah tersaji dimeja itu.
__ADS_1
"tapi kak, masak gak ada yang mau bantu sih. sombong amat mereka." ucap Aleta sambil menyeruput jus dengan bongkahan es yang banyak. uuuh segar...
"mereka gak mau ambil resiko. apalagi perusahaan kita itu cuma perusahaan kecil." jawab Kiky sambil menikmati kentang gorengnya. krauk krauk krauk.
"kan kecil-kecil lama-lama jadi besar sih." sewot Aleta.
"tapi kemaren papamu pergi ke Mahesh Company. tapi CEO nya juga gak mau nolong. pala pergi ke Lesyan malah katanya Dareen harus nikah sama direkturnya. huh. dunia orang kaya kakak gak paham lah." ucap Kiky.
"nikah sama Lesya maksudnya ?" teriak Aleta.
"Aleta. apa kau mau meruntuhkan dinding kafe ini." seru Kiky sambil menggosok telinganya yang berdengung akibat teriakan Aleta.
Sedangkan gadis itu hanya cengengesan saja.
"iya Lesya mantan kakakmu itulah." sewot Kiky sambil menusuk-nusuk kentang korengnya.
"enak aja mau nikah sama kak Dareen setelah berbuat kayak gitu." geram Aleta. dia tidak terima dengan tindakan wanita kurang ajar itu.
"terus kenapa Mahesh tidak mau menolong ?" tanya Aleta lagi. Kiky pun menceritakan semuanya pada Aleta alasan Mahesh tidak mau membantu perusahaan papanya.
"sombong sekali sih dia. sombong-sombong pun matinya." ucap Aleta geram.
"tapi katanya dia ganteng banget loh. kayak artis. lebih ganteng malah" ucap Kiky.
"serius kak ?" tanya Aleta. lupa sudah pembahasan mereka tentang perusahaan.
"iya bener. liat aja di google."
Dengan sigap Aleta langsung mengambil ponselnya dan mencari informasi tentang Mahesh Company.
"loh. kok mukanya kayak gak asing." Aleta seperti pernah bertemu dengan sosok lelaki yang saat ini sedang dia cari informasinya.
__ADS_1
"ooh iya. duuh kalau ini sih memang ganteng." ucap Aleta setelah berhasil mengobrak-abrik ingatannya.
"tapi sayang, bisu."
Byuur... Kiky langsung menyemburkan minuman yang ada dimulutnya saat mendengar ucapan Aleta.
"aaah jorok banget sih kak. aku masih normal kok gak pala disembur-sembur kayak gini." omelnya sambil mengelap wajahnya yang basah terkena semburan maut.
"bisu kau bilang ?" tanya Kiky. sedangkan Aleta hanya menganggukkan kepalanya saja.
"liat deh ini." Kiky menunjukkan sebuah video dimana pria yang Aleta bilang bisu itu sedang menjadi narasumber disebuah seminar kampus.
"hah. jadi dia enggak bisu." teriak Aleta yang langsung membuat seisi kafe melihat kearahnya.
"lagian kenapa pulak kau bisa bilang dia bisu." ucap Kiky.
"huh. dasar pembohong. jelas-jelas waktu itu dia bisu. sekarang malah bisa ngomong." gerutunya.
"namanya Agra Mahesa. dia itu CEO dari Mahesh Company." jelas Kiky.
"gitu ya. pantes ganteng banget. tapi ngomong-ngomong kenapa dia gak mau bantu papa cobak." baru deh kembali ke pembahasan awal.
"cobak sana kamu yang bilang sama dia. sambil kedepin mata. pasti dia mau bantu. hihihi..." ujar Kiky sambil tertawa geli.
"cih. memang semua pria gak bisa menolak pesonaku." ucapnya dengan kepedean tingkat dewa. (wahai anak gadis, tolong berkaca lah 😏)
"ya udah besok akan ku datangi dia dengan seluruh pesona dan kecantikanku." ucapnya kemudian. sedangkan Kiky hanya tertawa geli melihat adik dari atasannya itu.
Setelah selesai dengan urusannya, Aleta segera pergi dari tempat itu menuju kesebuah salon kecantikan. dia harus mendapat perawatan agar pria itu mau menolong perusahaan papanya.
☆☆☆
__ADS_1
Terima kasih buat yang udah baca 😘