
Aleta sudah sangat cemas memikirkan keselamatan dirinya, apalagi posisinya sekarang tepat berada dihadapan Agra. kalau dari segi fisik saja sudah jelas dia kalah jauh dari Agra, apalagi kalau sampai adu kekuatan, bisa-bisa tulangnya remuk tak bersisa.
Agra mengangkat tinggi tangannya bersiap untuk melakukan sesuatu pada Aleta, dan Aleta sendiri juga sudah bersiap mengangkat kakinya untuk melakukan tendangan bebas.
Lalu tiba-tiba Agra menarik ikat rambut Aleta yang tentu saja membuat Aleta menegang seketika.
"kau rubah licik, aku akan membalas semua perbuatan yang sudah kau lakukan padaku 10 kali lipat," Agra mengucapkannya tepat ditelinga Aleta membuatnya merinding terkena hembusan napas Agra.
Aleta tidak mampu membalas ucapan lelaki itu, dia yang biasanya selalu menantang orang lain sekarang menjadi ciut seperti kucing yang tersiram air.
Namun tiba-tiba, Agra membuka jas dan juga kemeja yang melekat ditubuh indahnya tepat dihadapan Aleta. dia memperlihatkan tubuhnya yang begitu atletis didepan rubah licik itu.
Aleta yang melihat itu bukannya menutup mata tapi malah semakin melebarkan matanya dengan mulut terbuka memandang pemandangan yang sangat seksi itu.
"tuan, tubuh tuan saangat bagus. duuh jadi pengen pegang," celetuk Aleta. dia terus menatap tajam pada tubuh Agra.
Agra hanya diam mendengar ocehan Aleta, entah apa tujuannya sehingga dia membuka pakaian di depan seorang gadis seperti itu.
Aleta tidak mengalihkan pandangan matanya, dia tidak ingin kehilangan momen yang sangat indah itu. sungguh entah setan mesum mana yang memasuki tubuhnya saat ini.
"tunggu tuan, anda mau telanjang di depan saya ?" tanya Aleta yang melihat Agra akan membuka celananya.
"bukannya malam itu kau sendiri yang menelanjangi aku," ucap Agra dengan santai.
"tidak, mataku yang suci ini nanti bisa ternodai." Aleta tidak ingin melihat tubuh Agra lebih jauh lagi.
"itu tuan, lebih baik simpan saja aset tuan yang sangat berharga itu. aku belum selera untuk melihatnya," ucap Aleta sambil berbalik ingin keluar dari kamar itu.
Namun Agra tidak membiarkannya, dia memegang tangan Aleta dan menariknya sampai menabrak tubuhnya sendiri.
"ayo kita ulangi malam panas itu, aku ingin memperkosamu lagi," ucap Agra sambil memegang pinggang Aleta dan menahannya supaya Aleta tidak bisa lepas darinya.
"hah, tu.tunggu tuan, maksudku tunggu sebentar." Aleta gelagapan melihat Agra seperti itu. dia sudah sangat ketakutan kalau sampai Agra benar-benar memperkosanya.
__ADS_1
"kenapa ? bukannya kau juga menginginkannya?" ucap Agra sambil bersiap untuk mencium gadis itu.
"tidak tuan, terima kasih banyak atas tawarannya. mungkin lain waktu saya menginginkan...," Aleta tidak bisa melanjutkan ucapannaya karna bibirnya sudah ditutup oleh bibir Agra.
Pertemuan bibir itu pun terjadi, Aleta membulatkan matanya saat bibirnya dicium oleh Agra sedangkan Agra sendiri semakin memperdalam ciuman mereka.
Agra menahan tengkuk Aleta dan ******* bibir seksi itu dengan rakus. dia yang sudah lama tidak pernah berciuman seperti hilang kendali, sehingga membuat Aleta tidak bisa bernapas karna ciumannya.
Duak. Aleta menendang tepat ke arah aset berharga Agra yang membuat Agra terduduk dilantai menahan sakit akibat tendangan bebas itu.
"beraninya kau...," wajah Agra berubah menjadi merah padam akibat menahan kesal dan sakit secara bersamaan.
"salah siapa tuan menciumku sampai membuat aku enggak bisa napas. untung saja aku gak mati," cibir Aleta sambil bersedekap dada.
Agra mencoba untuk bangkit sambil memegangi asetnya yang masih berdenyut, dia menatap tajam ke arah Aleta.
"ayo tuan, kita kerumah sakit. jangan sampai aset tuan tidak bisa berfungsi lagi," tanpa rasa bersalah sedikitpun Aleta pergi meninggalkan Agra dikamar itu.
"tuan, ayo kita bawa tuan Agra ke rumah sakit," ajak Aleta pada Felix.
"apa yang terjadi ?" Felix bertanya dengan penuh kekhawatiran.
Tak berselang lama, tampaklah Agra yang sedang berjalan ke arah mereka.
"tuan, apa yang terjadi ? apa tuan baik-baik saja ?" Felix langsung melihat keadaan boss nya itu.
"aku baik," jawab Agra sambil melihat ke arah Aleta.
"tuan, kalau tuan gak periksa ke rumah sakit, nanti bisa bahaya lo," seru Aleta yang duduk tak jauh dari mereka.
"diam kau, semua ini karna perbuatanmu." tunjuk Agra padanya.
"tuan, apa tuan diperkosa lagi ?" pertanyaan dari Felix langsung membuat amarah Agra meletup-letup sampai keubun-ubun nya.
__ADS_1
"keluar kalian berdua dari rumahku !" teriak Agra sambil menunjuk pintu keluar.
"tapi tuan, anu...,"
"keluar kau !" Agra menyeret Aleta agar segera keluar dari apartemennya. begitu juga dengan Felix yang langsung diusir olehnya.
"awas aja kau Aleta...," Agra benar-benar sudah emosi tingkat dewa melihat tingkah laku rubah licik itu.
Agra yang tadi berniat untuk membuat gadis itu takut malah terkena sial akibat ulahnya sendiri. niat hati hanya sekedar memberi ciuman supaya gadis itu diam tapi dia malah kebablasan. mungkin karna sudah lama tidak berciuman membuat gairahnya tidak bisa dikendalikan.
"sial, bisa-bisanya aku seganas itu," Agra tidak habis pikir dengan dirinya sendiri.
Sementara itu, Aleta yang baru saja diusir oleh Agra masih berada di depan apartemen pria itu bersama dengan Felix yang juga masih berdiri di sebelahnya.
"tuan, anterin aku pulang yuk. udah malam mau naik taksi takut," ucap Aleta.
"nona, sebenarnya apa yang terjadi dengan tuan Agra?" Felix bertanya dengan serius tanpa menghiraukan ucapan Aleta.
"makanya antar aku pulang dulu, abis itu baru aku kasitau," tawar Aleta.
Dengan terpaksa Felix mengantarkan Aleta pulang ke rumahnya agar gadis itu mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka.
•
•
•
tbc.
duuh babang Agra, selalu aja sial dibuat gadis kecil itu, yook semangat yook balas perbuatan nakalnya. uuupps 🤭
Terima kasih buat yang udah baca 😘
__ADS_1