Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 56. Berkunjung


__ADS_3

Drama kesedihan malam ini telah selesai, mereka kembali melanjutkan pesta dan berlalu pulang karna waktu juga sudah larut malam.


Sepanjang jalan, Aleta banyak berdiam diri. Dalam pikirannya penuh dengan kejadian-kejadian yang telah dia lewati membawanya pada hubungan bersama Agra saat ini.


Pikirannya terus berkelana sampai tidak sadar kalau mereka sudah sampai di apartemen, Agra segera turun dengan diikuti oleh Aleta.


Sampai di apartemen mereka masih berdiam diri, entah kenapa suasana menjadi canggung. Agra terlihat bingung ingin berbicara pada Aleta, begitu juga Aleta yang enggan mengeluarkan suaranya. Jadilah malam itu mereka lewati dengan kesunyian yang terasa menusuk hati mereka masing-masing.


****


Beberapa hari telah berlalu, hubungan Agra dan Aleta masih terlihat seperti mana biasanya. Walau tidak ada ungkapan cinta, namun mereka seolah bisa merasakan perasaan masing-masing.


Hari ini, Aleta dan Agra berkunjung ke rumah keluarga Winandra. Sudah lebih dari sebulan mereka tidak berkunjung, membuat mama Deeva selalu mengomeli mereka berdua.


"sayang...." mama Deeva berlari menyambut kedatangan putri dan menantunya. Dia memeluk Aleta dengan erat seperti sudah puluhan tahun tidak bertemu, begitu juga dengan Agra yang langsung dipeluk oleh mertuanya itu.


Mama Deeva segera membawa mereka masuk ke dalam istananya di mana papa Arsen dan Dareen sudah menunggu di depan pintu.


Agra banyak menghabiskan waktu bersama papa Arsen dan juga Dareen, mereka lebih banyak membahas bisnis ketimbang yang lainnya.


Aleta juga terlihat sibuk dengan sang mama yang sedang menyiapkan cemilan untuk para lelaki, dibantu dengan bik Eni.


"Aleta, apa belum ada tanda-tanda?" tanya mama Deeva sembari menyusun cemilan.


"tanda-tanda apa?" Aleta tidak mengerti dengan pertanyaan mamanya.


"hamil loh, kalian kan udah hampir dua bulan menikah," jelas mama Deeva, dia menyuruh bik Eni untuk mengantar cemilan ke depan.


"belum ada ma, lagian aku masih mau fokus sama kuliah," Aleta meninggalkan mama Deeva untuk mengantar minuman.


"bagaimana kabarmu dek, sehat?" tanya Dareen sembari mengecup kening sang adik.


"sehat kak, cuma akhir-akhir ini sering lelah," jawab Aleta. Setiap hari pergi pagi pulang sore, belum lagi mengerjakan tugas, dan di tambah mengurus suami yang tidak pernah puas membuat tubuhnya tidak kuat.


"kuliahmu kan lagi masa-masa sibuknya dek, kakak bangga dengan prestasimu," ucap Dareen. Dia mendengar bahwa setelah Aleta menyelesaikan studinya, dia akan segera bekerja di Rumah sakit tempatnya magang. Rumah sakit itu sangat puas dengan kinerja Aleta, jadi mereka membuka kesempatan baginya untuk bergabung secara resmi dengan mereka.

__ADS_1


"benar sayang, kalau kau lelah kai istirahat. Tapi jangan menyerah, ingat apa cita-citamu," papa Arsen berkata dengan lembut seraya mengusap kepala putri semata wayangnya.


Melihat perlakukan keluarga Aleta, Agra merasa bahagia. Dia beruntung bisa menikah dengan gadis seperti Aleta, ya walaupun dengan cara licik gadis itu namun semua juga karna kemauannya. Dia pasti akan sangat menyesal jika saat itu tidak menerima pernikahan mereka.


Agra dan Aleta memutuskan untuk menginap di rumah keluarga Winandra, setelahnya besok mereka akan berkunjung ke rumah keluarga Mahesa.


"kenapa?" tanya Agra sembari menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang.


"aku capek," keluh Aleta. Dia merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.


"mau aku pijat?" tawar Agra yang langsung menyentuh kaki Aleta. Aleta mengaggukkan kepalanya seraya meluruskan tubuh agar Agra mudah untuk memijatnya.


Agra memijat Aleta hingga wanita itu tertidur, kemudian Agra juga merebahkan dirinya di samping Aleta. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka, setelahnya dia memeluk Aleta dengan erat seraya mendaratkan kecupan di wajah Aleta.


"selamat tidur istriku, aku mencintaimu," ucap Agra dan berlalu memasuki alam mimpinya.


****


Setelah berpamitan dengan keluarga Aleta, mereka segera menuju ke rumah keluarga Agra. Mama Lena juga sudah sering meneror mereka untuk datang ke rumah, tapi baru hari inilah mereka bisa berkunjung ke rumah keluarga Mahesa.


"hay Aleta, lama tidak bertemu," sapa Sisi yang ternyata sedang berkunjung juga ke rumah mama Lena.


Aleta mendekat ke arah Sisi dan duduk di sampingnya membiarkan Agra seorang diri di ujung ruangan. Dia merasa benar-benar terasingkan, baik oleh keluarganya maupun dari istrinya sendiri.


"Aleta, ayo ikut ke kamar!" ajak Agra pada Aleta yang tengah asyik bersenda gurau dengan Sisi.


"mau ngapain baru datang udah ke kamar?" tanya mama Lena.


"tidur, aku capek," jawab Agra seraya mendekat ke arah Aleta.


"apasih, aku mau ngobrol dulu dengan Sisi," tolak Aleta dia sudah lama tidak bertemu dengan sepupu Agra itu.


"Ayo!" Agra menarik-narik tangan Aleta seperti anak kecil membuat keluarganya merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Akhir-akhir ini Agra memang selalu seperti itu, kadang dia bersikap manja, dan kadang juga marah tanpa alasan membuat Aleta kesal dan bertengkar dengan nya.

__ADS_1


Seperti saat ini, dia memaksa Aleta untuk ikut ke kamar. Padahal sampai di kamar pun mereka hanya saling diam, Agra sendiri langsung memejamkan matanya begitu mencium bantal tanpa menghiraukan Aleta yang tadi sudah dia paksa untuk ikut dengannya.


Aleta merasa sangat kesal, dia langsung memukul pantat Agra beberapa kali sampai membuat lelaki itu terbangun.


"Dasar kurang ajar," Aleta terus memukuli tubuh suaminya tanpa ampun membuat Agra menangkap tangan Aleta dan menariknya hingga terlentang di tengah ranjangnya.


Mata mereka saling beradu, dengan napas yang memburu karna gairah cinta yang mereka rasakan.


Agra mulai mengecupi wajah Aleta dan berakhir di bibir ranum gadis itu. Dia menikmatinya dengan perlahan seraya tangannya mulai membuka dress yang sedang Aleta pakai.


Aleta menikmati setiap sentuhan yang Agra berikan, dia juga membalasnya tak kalah penas dari sang suami. Pakaian mereka sudah berhamburan di lantai, Agra menikmati gundukan sintal sang istri yang tampak sangat menggoda. Dia mulai menghisap bak anak kecil yang sedang kehausan dengan rakus membuat lenguhan keluar dari bibir Aleta.


Lama bermain, Agra mulai memposisikan tubuhnya saat di rasa Aleta telah siap. Ketika dia mulai memasukkan asetnya, suara ketukan di pintu terdengar yang langsung menghilangkan fokusnya.


"Agra, ayo kita makan," teriak Mama Lena sembari terus mengetuk pintu.


Agra yang sudah siap mendadak jadi tidak fokus membuat pangkal pahanya sakit, begitu juga Aleta yang sudah kepalang basah.


"iy-iya ma, sebentar," teriak Aleta sembari memakai kembali pakaiannya, sementara Agra membuang muka sebal. Dia terus menggerutu karna tingkah sang mama yang telah menganggu kesenangannya.


Aleta tertawa melihat keadaan sang suami yang terlihat mengenaskan, lalu dia memunguti pakaian Agra dan memakaikannya. Suaminya itu hanya diam saja sambil menatap tajam dengan wajah memerah, sungguh Aleta ingin tertawa saat melihatnya.


"tenang saja sayang, nanti malam aku akan memuaskanmu," bisik Aleta seraya meninggalkan Agra yang masih dikuasai keterkejutannya.





TBC.


Yuk Like dan komen, VOTE dan kasi Hadiah juga ya sayang 🥰 biar othor tambah semangat 🥰


Terima Kasih buat yang udah baca 😘

__ADS_1


__ADS_2