Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 65. Dejavu


__ADS_3

Pada saat yang sama, terlihat seorang pria dan seorang wanita sedang makan disebuah restoran. Mereka menikmati makanan dan minuman sembari sesekali membahas tentang pekerjaan.


"bagaimana? apa kau suka?" tanya Margaret sembari memasukkan sesendok makanan ke dalam mulut.


"Bagus, aku suka." Dareen memperhatikan sebuah potret yang ada di hadapannya sembari melihat ke arah Margaret.


Sudah dua bulan Dareen menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan tempat Margaret bekerja. Mereka banyak berkomunikasi tentang pekerjaan sehingga beberapa kali bertemu di perusahaan atau sekedar makan bersama di restoran.


Awalnya Dareen agak terkejut saat melihat Margaret, mereka bertemu di perusahaan SH pada saat Dareen menemui CEO dari perusahaan itu. Hubungan kerja sama antara Winandra Group dengan SH Company pun terjadi, dan Margaretlah yang ditugaskan untuk langsung menangani kerja sama itu.


Dareen masih ingat betul pada saat pertama kali bertemu dengan Margaret, yaitu pada pesta pernikahan sang adik. Mereka yang tidak sengaja bertabrakan membuat Dareen masih mengingat jelas mata sembab dan sendunya Margaret, dan semua itu masih membekas diingatannya.


Awalnya mereka hanya sekedar menjalin kerja sama dalam bisnis, dan lama kelamaan hubungan mereka menjadi sebuah pertemanan. Apalagi sejak Dareen memberanikan diri untuk bertanya perihal sesuatu yang terjadi dipesta pernikahan sang adik, yang menyebabkan Margaret bersedih seperti itu.


Margaret yang memang tau kalau Dareen adalah kakak Aleta memilih untuk berkata jujur, walau hati kecilnya merasa malu karna telah mengemis cinta dari seorang pria yang akan menikah.


Dareen yang tidak menyangka dengan apa yang diceritakan oleh Margaret merasa marah sekaligus sedih, dia tidak menyangka kalau perbuatan Aleta akan menyakiti hati wanita lain.


Namun Margaret menenangkannya, dia sudah mengikhlaskan apa yang terjadi pada hubungannya dan Agra. Apalagi kalau selama ini Agra tidak punya perasaan apapun padanya, membuat Margaret benar-benar harus mengikhlaskan Agra.


Dareen merasa simpati padanya, dan dia memutuskan untuk berteman dengan Margaret. Mungkin dengan dia melakukan itu, maka kesalahan yang sudah dilakukan Aleta dapat dimaafkan.


"emm Dareen, aku minta maaf untuk apa yang terjadi di apartemen Aleta," Margaret merasa tidak enak saat teman-teman Agra berpikir ada hubungan istimewa diantara mereka.


"tidak papa," Dareen merasa tidak peduli dengan hal seperti itu, baginya semua itu hanya becandaan semata.


Lalu mereka kembali fokus untuk menikmati makanan dan minuman yang sudah tersaji dihadapan mereka. Tanpa Dareen dan Margaret sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Lalu dia berjalan untuk mendekat kearah mereka.


"Dareen," panggilan Lesya membuat Dareen dan Margaret mendongakkan kepala mereka.


Dareen langsung merasa tidak senang saat melihatnya sedangkan Margaret hanya diam sembari kembali menikmati makanannya.


Lesya yang merasa tidak diperhatikan memilih untuk langsung duduk di samping Dareen membuat lelaki itu langsung berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Margaret, aku sudah selesai. Ayo kita pergi!" ajak Dareen membuat Margaret kaget dan segera menyusun berkas-berkas yang ada dihadapan mereka, sementara Lesya memasang wajah kesal dan ikut bangkit dari duduknya.


"Dareen, aku ingin berbicara-"


"maaf, aku sedang sibuk," potong Dareen sembari menatap tajam pada Margaret agar mempercepat gerakan tangannya. Margaret sendiri merasa dejavu dengan keadaan ini, apa yang dilakukan Lesya persis dengan apa yang dia lakukan dulu.


"Dareen, tunggu!" Lesya mengikuti langkah mereka dengan kesal, dia harus tau siapa wanita yang sedang bersama dengan Dareen.


Dareen semakin mempercepat langkah kakinya membuat Margaret kewalahan, apalagi dengan berkas-berkas yang ada ditangannya membuat langkahnya tidak seimbang.


"Tunggu!" Lesya mencekal tangan Margaret untuk menghentikan langkah mereka, dia tidak bisa mengejar Dareen itu sebabnya tangan Margaret lah yang dia pegang.


Margaret menatap Lesya dengan bingung, "ada apa?" tanyanya sembari melihat ke arah Lesya dan Dareen yang berdiri tak jauh dari mereka.


"siapa kau?" Lesya langsung bertanya pada wanita yang saat ini sedang ditahan.


"aku? aku Margaret," walau merasa sangat bingung, namun Margaret tetap menjawab pertanyaan Lesya dengan baik.


Dareen melihat semua perbuatan Lesya dengan kobaran api yang menyala di matanya, dia segera melangkahkan kaki untuk mendekat ke arah wanita sialan itu.


"apa-apaan sih kau ini?" teriak Margaret penuh emosi, Dareen yang ingin menarik Lesya mengurungkan niatnya saat melihat kemarahan Margaret. Dia memilih untuk diam di belakang gadis itu.


"ada hubungan apa kau dengan Dareen?" tanya Lesya tanpa menghiraukan kemarahan Margaret.


"memangnya apa urusanmu?" Margaret benar-benar murka, bukannya minta maaf tapi wanita itu malah bertanya hal yang bukan-bukan membuatnya ingin sekali menarik bibir merahnya itu.


"Dasar wanita sialan," Lesya sudah mengangkat tangannya dan ingin menampar Margaret, namun sebelum tangan itu mendarat dipipi Margaret, Dareen sudah lebih dulu menahan tangannya membuat Lesya dan Margaret membulatkan mata mereka.


"Dia kekasihku!" Agra menghempaskan tangan Lesya dengan kuat membuatnya mundur beberapa langkah ke belakang, sementara Margaret menatap Dareen tanpa berkedip dengan debaran jantung yang menguat.


Deg, deg, deg, "dia bilang kekasihku?" Margaret merasa benar-benar syok saat mendengar pengakuan Dareen.


Dengan cepat Dareen menyusun berkas-berkas yang berjatuhan di tanah, dan langsung menggenggam tangan Margaret untuk menuju mobilnya.

__ADS_1


Lesya menatap kepergian Dareen dengan mata melotot dan mulut yang terbuka, dia benar-benar kaget saat Dareen mengatakan kalau Margaret adalah kekasihnya. Padahal selama ini dia sudah menyuruh seseorang untuk mengawasi Dareen, dan orang itu tidak pernah melaporkan kalau Dareen memiliki kekasih.


"sial! apa dia benar-benar kekasih Dareen?" teriak Lesya kesal sembari menghentak-hentakkan kakinya.


"Aku harus menyelidikinya." Lesya segera pergi meninggalkan tempat itu dan berlalu untuk menemui seseorang, dia harus menyelidi tentang hubungan Dareen dengan wanita itu.


Dareen dan Margaret yang sudah berada di dalam mobil hanya berdiam diri, sesekali Margaret melirik ke arah Dareen dengan gugup karna pengakuan lelaki itu yang membuat jantungnya berdebar keras.


Dareen yang merasa diperhatikan oleh Margaret mendadak salah tingkah, dia mengutuki ucapannya yang telah mengatakan bahwa wanita itu adalah kekasihnya. Dia merasa sangat malu dan tidak sanggup untuk menatap Margaret saat ini.


"i-itu Dareen-"


"tidak, jangan membahasnya!" potong Dareen, dia tidak mau Margaret membahas masalah pengakuannya tadi.


Margaret menghela napas, "aku cuma mau bilang kalau kita salah jalan," ucap Margaret sambil menunjuk jalan yang sedang mereka lewati. Seharusnya tadi Dareen belok ke kiri, tapi lelaki itu malah belok kanan dan membuat Margaret bingung.


"i-itu aku mau lewat jalan yang lain," wajah Dareen sudah sangat merah, dia merasa sangat malu karna sudah salah sangka dengan apa yang ingin di katakan oleh Margaret.


"aku ingin masuk ke dalam lubang semut,"





TBC.


Ehem, duuh babang Dareen terlalu PD ya 🤭🤭


Yuk kak bantu Like dan Komen yg banyak, VOTE dan Rating 5, jangan lupa kasi Hadiah juga 🥰 biar karya othor bisa berkembang 😍


Terima kasih buat yang udah baca 😘

__ADS_1


__ADS_2