
"Devo, hidup Ayah sudah tidak lama lagi. Ayah ingin melihat kedua putra Ayah bersatu, dan hidup bahagia."
Langkah Devo terhenti kala mendengar apa yang Ayahnya ucapkan. Dulu hidupnya begitu bahagia, dia mempunyai ayah yang baik juga ibu yang sangat mencintainya. Namun kebahagiaan itu lenyap dengan kedatangan Felix dan ibunya dalam kehidupannya, hubungan kedua orangtuanya pun kian hari kian memburuk.
Setiap hari hanya ibunya lah yang menemani, namun terkadang ibunya akan pergi selama berhari-hari jika bertengkar dengan sang ayah. Diumur ke 12 tahun, Devo mulai mengerti apa yang sedang terjadi dengan keluarganya.
Dia yang biasanya bermain dengan Felix memilih untuk mengurung diri, kebencian demi kebencian terus tertanam dihatinya setiap hari. Dan semuanya menjadi semakin buruk saat sang Ayah merayakan hari ulang tahun Felix dengan sangat mewah, sementara Ayahnya itu melupakan hari ulang tahunnya yang lebih dulu tiba.
Rasa sakit dihatinya membuat Devo mulai bertindak kasar pada Felix, sering kali mereka bertengkar dan berakhir dengan dia yang memukul Felix. Sang Ayah yang mengetahui hal itu menjadi murka, dia menghukum Devo selama 1 minggu untuk diasingkan ke sebuah Vila yang terletak ditengah hutan bersama para pelayan.
Semua ingatan itu terus berputar dalam pikiran Devo, hatinya benar-benar masih tergores sangat dalam atas masa lalu yang terjadi.
"kau tidak membutuhkanku, kau sudah punya anak yang sangat kau banggakan itu," ucap Devo sembari melanjutkan langkah kakinya.
"maafkan Ayah nak, maafkan Ayah," suara Ayah Dion terdengar begitu pilu, tubuhnya bergetar saat melihat kedua putranya sangat menderita karna perbuatannya sendiri.
Niat hati ingin membahagiakan Felix karna sejak kecil dia tidak pernah merawat bahkan tidak pernah melihat tumbuh kembangnya, malah berakhir dengan menyakiti putranya yang lain.
Selama bertahun-tahun, Ayah Dion merasa menyesal dan terpuruk dengan apa yang terjadi. Keegoisannya membuat orang-orang yang dia sayangi menjadi hancur dan terluka.
"Maafkan Ayah nak, maafkan Ayah." Felix segera mendekat dan memeluk Ayah Dion dengan erat, hatinya merasa sedih melihat keadaan yang menimpa sang Ayah.
Devo yang masih berada di atas tangga diam membeku, tangannya bergetar ingin memeluk sang Ayah. Namun rasa sakit juga gengsi masih menutup mata hatinya, dia belum bisa menerima semua hal yang terjadi dalam hidupnya.
Mona yang masih setia menjadi penonton sampai meneteskan air mata, dia merasa tersentuh dengan apa yang terjadi dalam keluarga itu. Dia tidak menyangka kalau Devo yang selama ini dia kenal sebagai orang jahat, ternyata mempunyai masa lalu yang begitu menyakitkan.
__ADS_1
"apa karna masa lalu itu, kau jadi mempunyai sifat jahat," Mona mulai berpikir mengenai segala perilaku yang dilakukan oleh Devo.
"kembalilah Devo! jika karna kehadiranku yang membuatmu tidak ingin kembali, maka aku akan pergi dan menghilang seperti debu," ucap Felix tiba-tiba membuat Ayah Dion langsung menatap ke arahnya.
"Nak-" Felix menganggukkan kepalanya memotong ucapan sang Ayah dengan senyum tipis.
"dia adalah Ayahmu, dan kau adalah anaknya. Kau tidak perlu khawatir denganku, aku berjanji kalau aku tidak akan pernah muncul bahkan dalam mimpi mu sekalipun," lanjut Felix lagi, dia merasa inilah pilihan yang tepat untuk mereka bertiga. Karna apapun yang terjadi, Devo lebih berhak untuk bersama Ayah Dion dari pada dirinya sendiri.
"Kau benar! sejak awal aku hanyalah anak haram yang dibawa oleh Ayahmu dan diberi belas kasihan dalam perlindungannya. Aku menjadi benalu dalam kehidupan orang lain, dan berakhir dengan menghancurkan kehidupan orang tersebut. Aku menjadi duri bagi setiap langkah yang kau ambil, bahkan disetiap tarikan napasmu aku seperti benang tipis yang sedikit demi sedikit mengikat tali pernapasanmu." Felix menarik napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya.
"Aku tidak akan minta maaf untuk kehadiranku yang berhasil merusak kebahagiaanmu, karna semua itu sudah kau balas dengan tindakan dan tingkah lakumu selama ini. Tapi, ada satu hal yang aku inginkan darimu." Devo memutar tubuhnya saat mendengar apa yang Felix ucapkan, dia penasaran dengan apa yang laki-laki itu inginkan darinya.
"Sekali saja, izinkan aku untuk memelukmu."
Deg, jantung Devo serasa ingin meloncat keluar saat mendengar apa yang diinginkan Felix darinya, tangannya bergetar saat melihat wajah sendu Felix yang baru pertama kali dia lihat hari ini.
"Felix, anakku," Ayah Dion sudah tidak mampu lagi berkata apa-apa.
Felix melihat Devo dengan sendu, sebenarnya dia sangat menyayangi adiknya itu. Bahkan saat pertama kali Ayah Dion menemuinya dan bercerita tentang Devo, Felix sudah berdebar-debar karna tidak sabar ingin berjumpa dengannya.
Kebahagiaan yang dia rasakan setelah berhari-hari menghabiskan waktu dengan Devo kecil sangatlah berharga, dia yang selama ini hanya hidup berdua dengan sang ibu benar-benar bersyukur saat dipertemukan dengan banyak orang terutama Devo kecil yang sangat lucu dan menggemaskan dimatanya.
Namun nasib sial selalu menimpa kehidupannya, kebahagiaan yang baru saja dia rasakan harus hancur saat dia dan Devo mulai tumbuh dewasa dan mengerti akan hubungan yang terikat di antara kedua orangtua mereka.
Devo masih mematung ditempatnya, mulutnya ingin sekali menolak apa yang diinginkan oleh Felix namun entah kenapa dia tidak mampu untuk melakukannya.
__ADS_1
Karna tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Devo, Felix langsung saja berjalan ke arahnya dan memeluk tubuhnya dengan erat membuat Devo kaget dan menegang dengan sempurna.
Ayah Dion yang melihat kedua putranya berpelukan merasa sedih sekaligus terharu, dia benar-benar tidak mampu untuk mengekspresikan perasannya saat ini.
"istriku, Fely, Diana. Lihatlah anak-anak kita, maafkan aku yang tidak bisa memberi kebahagian untuk mereka. maafkan aku," Tiba-tiba Ayah Dion merasa sakit disekitar jantungnya membuat napasnya sesak seakan tercekat ditenggorokan.
Felix dan Devo yang masih berpelukan tidak sadar dengan keadaan Ayah Dion saat ini yang sudah terlihat sangat pucat, dia memegangi dadanya sembari berpegangan pada dinding untuk menahan tubuhnya yang sudah hampir ambruk.
Mona yang masih setia menjadi penonton bayaran langsung keluar dari tempat persembunyiannya saat melihat Ayah Dion yang sudah sekarat, dia berlari dengan sangat kencang sampai kakinya tersandung dan membuatnya tergelincir jatuh dari atas tangga.
"aaah...." teriakannya membuat Felix dan Devo melepaskan pelukan mereka dan melihat ke arah Mona yang sudah terkapar di lantai.
"Mona, apa yang kau lakukan? kenapa kau terjun bebas dari tangga?" Devo dan Felix langsung menghampiri wanita itu yang sudah babak belur akibat menghantam lantai.
"dasar gila! bukan aku yang harus kalian lihat, tapi lihat ayah kalian itu. Umurnya sudah tinggal 5 menit lagi,"
"apa?" teriak Devo dan Felix bersamaan sembari melihat ke arah Ayah Dion yang sudah tergeletak di lantai.
"Ayah!"
•
•
•
__ADS_1
TBC.
Terima kasih buat yang udah baca 😘