Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 86. Pemain Sepak Bola


__ADS_3

Setelah selesai mengembalikan buku, Aleta kembali ke tempat di mana teman-temannya berada dengan tetap diikuti oleh Devo. Mereka berkumpul sembari menikmati makanan dan minuman yang sudah dibeli oleh Lusi.


"tidak terasa ya dua hari lagi kita wisuda," ucap Lusi sembari menikmati minuman dengan bongkahan es yang banyak.


"tidak terasa apa nya, terasa banget tau," bantah Aleta, dia benar-benar berjuang sangat keras agar bisa segera menyelesaikan perkuliahannya.


Devo hanya diam dan tidak menimpali ucapan mereka, matanya masih sibuk memandangi wanita yang saat ini duduk di hadapannya.


"kami tau dia cantik, tapi dia sudah punya suami loh," sindir Egi yang sedari tadi memperhatikan apa yang dilakukan oleh Devo membuat lelaki itu jadi salah tingkah.


"lihat saja perutnya itu, sudah seperti mau meletus," tambahnya lagi membuat Aleta dan yang lainnya merasa bingung.


"enak aja mau meletus, kasihan anak-anakku dong," hardik Aleta dengan cepat, seenaknya saja temannya itu mengatai perutnya yang sudah membesar.


"anak-anak?" tanya Devo yang merasa kaget mendengar ucapan Aleta.


"iya, dia sedang hamil anak kembar," jawab Lusi sambil menganggukkan kepalanya, sementara Devo merasa tidak percaya dengan fakta yang baru saja dia ketahui.


"Agra akan mempunya bayi kembar?" Devo merasa kesal sekaligus iri pada mantan bosnya.


Egi terus melihat ke arah Devo yang menurutnya sangat mencurigakan, namun dia mencoba untuk menepis pikiran itu dan mencoba untuk selalu berpikir positif.


Tiba-tiba dering ponsel Aleta terdengar yang membuatnya langsung menjawab panggilan dari sang suami.


"halo," ucap Aleta dengan senyum yang mengembang diwajahnya.


"lagi apa?" tanya Agra disebrang telpon.


"lagi duduk, kenapa?" tanya Aleta kembali, sementara yang lainnya ikut mendengarkan percakapan Aleta dan Agra.


"tidak apa-apa," jawab Agra, sebenarnya dia merasa rindu dengan Aleta namun dia gengsi untuk mengatakannya.


"apa kau merindukan istrimu ini?" goda Aleta yang membuat teman-temannya langsung mencebikkan bibir mereka, sementara Agra hanya diam karna apa yang dikatakan Aleta tepat sasaran.


"suamiku, apa kau masih ada di sana?" Aleta tidak mendengar suara Agra, bahkan hembusan napasnya pun tak terdengar membuat dia sedikit khawatir.


"Aku akan menjemputmu." Tut, Agra langsung memutus panggilan mereka setelah mengatakan akan datang untuk menjemput sang istri.


Aleta yang masih ingin mengatakan sesuatu langsung merasa kesal saat Agra mematikan panggilan telponnya, dia kembali memasukkan ponsel itu ke dalam tas.


Devo terus memperhatikan apa yang Aleta ucapkan, dalam hatinya merasa kalau Agra sangat beruntung bisa menikah dengan wanita sepertinya.


"kenapa?" tanya Lusi yang melihat wajah Aleta tertekuk dengan sempurna.

__ADS_1


"suamiku mau menjemput," jawab Aleta sembari mengelus perutnya akibat tendangan dari sih kecil, dan semua gerak-geriknya itu tak lepas dari pengamatan mata tajam Devo.


"waw, kuat sekali nak. Apa kalian besok mau jadi pemain sepak bola," seru Aleta saat merasakan tendangan Ronaldo dalam perutnya. Sontak semua teman-teman Aleta merapatkan tubuh mereka, dan dengan semangat mengelus perutnya karna ingin merasakan tendangan bocil-bocil itu.


Devo membulatkan matanya saat melihat itu, tangannya bergetar karna ingin juga menyentuh perut Aleta. Sekuat tenaga dia menahan tangannya yang sudah mengggantung, dia tidak mungkin dengan lancang menyentuh perut seorang wanita.


"Gila, kalian menggemaskan sekali." Lusi menempelkan telinganya ke perut Aleta untuk mendengar apa yang dilakukan bocah-bocah itu di dalam perut sang Mama. Egi dan Bima yang melihatnya pun ikut-ikutan, mereka berebut tempat untuk mendengar aktivitas anak-anak Aleta.


"apa, saya boleh menyentuh perutmu?" Devo yang merasa tidak tahan memilih angkat bicara, dia benar-benar penasaran dengan perut wanita itu. Apalagi melihat teman-teman Aleta yang sangat bersemangat dalam melakukannya.


Aleta menatap Devo dengan tajam, dia merasa tidak pantas untuk membiarkan orang asing menyentuh perutnya. Namun saat Aleta masih sibuk berpikir, dengan cepat Lusi menarik tangan Devo dan langsung menempelkannya ke perut Aleta membuat Devo dan Aleta merasa kaget.


Deg, deg, deg jantung Devo terasa berpacu dengan sangat cepat, tangannya bergetar saat merasakan pergerakan janin yang ada dalam kandungan Aleta. Baru kali ini dia melakukan hal seperti itu, dan apa yang dia lakukan saat ini begitu mengguncang jiwanya.


Aleta sedikit memundurkan duduknya karna merasa tidak nyaman saat ada orang asing yang menyentuhnya membuat Devo tersadar dan menarik tangannya yang sudah menggantung diudara.


"saya minta maaf," ucap Devo, Aleta hanya diam sembari menghela napas berat.


"tidak apa-apa," jawab Aleta kemudian.


Devo segera pamit pada mereka semua, dia mengucapkan terima kasih karna mereka sudah mau menolong dan menemaninya. Namun sebelum pergi, Devo kembali melihat ke arah Aleta dengan perasaan yang tidak menentu.


"sebenarnya siapa dia?" tanya Egi saat Devo sudah menjauh dari mereka.


"namanya Evo, dia baru pindah ke kota ini," jawab Aleta, dia tadi sempat bertanya tentang identitas lelaki itu.


2 jam kemudian, Agra sudah datang ke tempat itu untuk menjemput sang istri. Dia lalu mengajak Aleta untuk pergi kesuatu tempat, Aleta hanya diam sembari mengikuti ke mana sang suami membawanya.


Mobil Agra terlihat memasuki kawasan butik yang sangat terkenal di kota ini, dia bergegas untuk turun dan menyuruh Aleta untuk mengikutinya.


"kenapa kita ke sini?" tanyanya yang merasa bingung kenapa Agra membawanya ke tempat itu.


"Ayo!" Agra menarik tangan Aleta untuk masuk ke dalam butik tersebut, dia tidak menjawab apapun yang dikatakan sang istri.


"apa aku bisa bertemu dengan Miky?" tanya Agra pada salah satu pegawai yang ada di butik itu, dengan sigap pegawai tersebut langsung mengantar Agra dan Aleta keruangan bosnya.


"hay sayang," sapa Miky pada Agra, dia memeluk lengan kekar Agra dengan mesra.


Aleta membulatkan matanya saat melihat semua itu, matanya bergerak naik turun mengamati makhluk jenis apakah yang saat ini sedang memeluk lengan sang suami.


"Wah, jadi ini istrimu," Miky segera melepas pegangan tangannya dan beralih memeluk tubuh Aleta membuat Aleta kaku dengan napas tertahan.


"Lepas! seenaknya saja kau." Agra menarik tubuh Miky untuk menjauh dari Aleta yang masih mematung dengan mulut terbuka lebar.

__ADS_1


"cih, pelit sekali," cibir Miky sembari mencebikkan bibirnya, sementara Agra langsung memeluk tubuh Aleta yang membuat wanita itu kembali sadar.


"di-dia laki-laki atau perempuan?" tanya Aleta pada Agra, dia tidak bisa melihat dengan jelas jati diri makhluk yang saat ini sedang cemberut di hadapannya.


"kau lihat saja tubuhnya," jawab Agra sembari mendudukkan pantatnya ke atas sofa.


Aleta memperhatikan tubuh Miky dengan intens, "pantatnya bohay, tapi kok ada tonjolan di depannya? dadanya juga sedikit besar, tapi kenapa lehernya ada jakunnya?" Aleta meneliti dengan sangat serius agar bisa menemukan jati diri makhluk tersebut.


"dia itu makhluk campuran," seru Agra sambil menyuruh Aleta untuk duduk di sampingnya. Aleta segera duduk di samping Agra, dia memutuskan untuk tidak lagi memikirkan makhluk yang bernama Miky itu.


"apa pesananku sudah selesai?" tanya Agra pada Miky yang sedang menyajikan minuman untuk mereka.


"Tentu saja sayang." Miky segera mengambil sebuah gaun berwarna rosegold yang tergantung di ruangannya.


Aleta melihat gaun itu dengan pandangan takjub, gaun itu sangat sederhana namun terlihat mewah dan elegan. Miky segera memberikan gaun itu kepada Aleta yang sedang menatapnya dengan pandangan bingung.


"i-ini untukku?" tanya Aleta sembari menerima gaun yang diberi oleh Miky dan dibalas dengan anggukan kepala dari Agra.


Aleta segera mencoba gaun yang sedang dia pegang, senyumnya tampak sangat lebar saat ini.


"oh my God," teriak Miky, dia benar-benar terpesona dengan penampilan Aleta, begitu juga dengan Agra yang tidak bisa untuk mengedipkan matanya.


"apa aku terlihat cantik?" tanya Aleta sembari menunjukkan gaun yang indah itu.


"cantik, kau sangat cantik," ucap Agra tanpa sadar dengan masih melihat ke arah sang istri.


Aleta segera menghamburkan dirinya ke tubuh Agra yang langsung membuat lelaki itu sadar, dia lalu mengecup seluruh wajah Aleta dengan sayang.


"tapi, gaun ini untuk apa?" tanya Aleta setelah Agra menyelesaikan pekerjaannya.


"ini gaun untuk acara wisuda mu,"


"benarkah?" teriak Aleta.





TBC.


Terima Kasih buat yang udah baca 😘

__ADS_1


Mampir juga yuk ke karya teman othor, dijamin keren dan seru buat baca 😍



__ADS_2