Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 21. Rencana Pertunangan


__ADS_3

Aleta sudah duduk bergabung dengan keluarganya dan juga keluarga Agra. mama Deeva yang tadinya sedang menyiram tanaman dikejutkan dengan kedatangan keluarga Agra, begitu juga dengan papa Arsen dan juga Dareen. mereka langsung berkumpul diruang tamu untuk menyambut kedatangan Agra.


"sebelumnya kami ingin minta maaf karna kedatangan kami ini pasti mengganggu waktu libur kalian semua," ucap papa Abi. papa kandung Agra.


"loh itukan tuan yang membantu ku waktu itu." Aleta terkejut saat mengetahui kalau orang yang membantunya ternyata adalah orangtua Agra.


"tidak tuan, kami senang kalau tuan dan nyonya sudi untuk datang ke rumah kami ini", ucap papa Arsen. dia sebenarnya sangat terkejut melihat kedatangan mereka.


Tak berselang lama, Bik Eni datang untuk menyuguhkan makanan dan minuman untuk mereka semua.


"jadi tuan, maksud kedatangan kami..."


Kruyuk... papa Abi tidak bisa melanjutkan ucapannya karna ada suara keramat yang tiba-tiba terdengar ditelinga mereka semua.


kruyuk... untuk sekali lagi suara itu terdengar, semua mata langsung menatap pada sumber pembuat suara.


"eh, hehe aku lagi lapar. aku permisi dulu." Aleta langsung angkat kaki dengan wajah merah padam menahan malu. padahal dia sudah setengah mati menahan perutnya agar suara keramat itu tidak sampai keluar.


"anak itu...," gerutu mama Deeva melihat tingkah memalukan anaknya.


"hahahaha dia menggemaskan sekali," ucap mama Lena yang masih tetap melihat ke arah Aleta.


Sedangkan papa Arsen dan juga Dareen hanya geleng-geleng kepala melihat kelakukan Aleta. lain halnya dengan Agra, dia tetap memasang wajah kaku dan dingin seperti biasanya.


"maafkan tingkah laku putri kami tuan," ucap mama Deeva.


"tidak tidak, dia itu lucu dan juga menggemaskan. dia pasti bisa meramaikan rumah kami nanti," papa Abi terkekeh pelan mengingat tingkah gadis itu.


Dareen dan juga kedua orangtuanya saling pandang saat mendengar apa yang dikatakan papa Abi. mereka tidak mengerti kenapa papa Abi mengatakan tentang rumah.


"Agra, sana temani Aleta makan. kau juga belum makan kan ?" ucap mama Lena. ucapannya itu semakin membuat keluarga Aleta menjadi bingung.


Agra menggelengkan kepalanya menolak perintah sang mama, tapi jangan panggil dia mama Lena kalau tidak bisa memaksa putra nya itu untuk tunduk padanya. jadilah Agra berjalan ke arah dapur untuk menemui Aleta.

__ADS_1


"ada apa ini ? sebenarnya apa yang mereka lakukan dirumah kami ?" Dareen benar-benar dibuat kebingungan. begitu juga dengan papa Arsen dan mama Deeva yang hanya melongo melihat keluarga Agra.


"jadi tuan, maksud kedatangan kami ke sini adalah untuk menentukan pertunangan anak-anak kita."


"apa !" teriak Dareen dan kedua orang tuanya secara bersamaan. mereka sampai berdiri dari duduknya.


Papa Abi dan mama Lena sampai terjingkat kaget ditempat duduk mereka karna jeritan keluarga Aleta.


"apa maksudnya tuan ?" tanya papa Arsen.


"kami berniat untuk melamar putri anda." jelas papa Abi. dia tidak menceritakan perihal pemerkosaan yang dilakukan anaknya.


"apa !" lagi-lagi mereka berteriak sangat kencang membuat Aleta yang sedang makan sampai tersedak akibat teriakan mereka.


"tunggu, jadi yang dimaksud Aleta itu tuan Agra ?" ucap mama Deeva. papa Abi dan mama Lena tidak mengerti dengan pertanyaan calon besan mereka.


"waktu itu Aleta pernah bilang kalau dia patah hati, ternyata dia patah hati karna tuan Agra," jelas mama Deeva.


"jadi Agra yang sudah mencampakkan adikku" Dareen ingat saat melihat mata Aleta bengkak sebesar biji kenari.


Pada saat yang sama, Aleta yang sedang mengambil makanan dikejutkan oleh kedatangan Agra yang langsung duduk dihadapannya.


Agra melihat ke arah Aleta dengan tajam, membuat Aleta yang ada dihadapannya menciut ketakutan.


"ngapain sih dia ke sini, apa mau mengancamku lagi," gerutu Aleta dalam hati.


Ah masa bodoh lah, Aleta memilih untuk memakan makanannya karna cacing-cacing diperutnya terus memberontak minta dihempaskan.


"tuan mau makan ?" tawar Aleta sambil menyodorkan makanannya ke hadapan Agra. sedangkan Agra hanya diam dan terus melihatnya dengan tajam


"ya sudah kalau gak mau." Aleta melanjutkan makannya tanpa mempedulikan Agra.


"tuan, awas lepas loh matanya kalau melotot aja," ucapnya disela-sela makan.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba.... uhuk uhuk uhuk Aleta tersedak makanannya sendiri saat mendengar suara teriakan keluarganya. sontak dia langsung berlari ke arah mereka.


"mama, papa, kak Dareen. ada apa ?" tanyanya dengan khawatir. terlihat Agra sedang berjalan di belakangnya.


"Aleta, rupanya laki-laki yang udah buat kau patah hati itu Agra ya," ucap mama Deva.


Hah. Aleta tidak paham dengan apa yang dimaksud mamanya.


"maaf ya sayang, anak mama itu memang sifatnya keras. tapi dia pasti akan memperlakukan mu dengan baik," tambah mama Lena.


Sedangkan Aleta hanya diam di tempatnya. otaknya tidak bisa memproses ucapan dari mereka.


"Aleta, untuk apa kau bawa-bawa ayam goreng ?" tanya papa Arsen.


Aleta yang baru sadar kalau tangannya masih memegang ayam goreng langsung kembali lagi ke dapur. karna kaget mendengar suara teriakan keluarganya Aleta tidak sempat meletakkan ayam goreng yang ada di tangannya.


Setelah meletakkan ayam goreng kesukaannya, Aleta kembali lagi ke tempat di mana semua orang berada.


"jadi tuan, kapan kita akan melaksanakan pertunangan anak-anak kita ?" tanya papa Abi.


"ah, kalau itu saya meminta waktu untuk membicarakannya dulu pada keluarga saya tuan." jawab papa Arsen. dia masih terlalu bingung untuk memahami semuanya.


"baiklah, anda kabari saja saya kalau sudah ada keputusannya," ucap papa Abi.


Kemudian mereka semua pamit untuk segera pulang karna ada pekerjaan lain yang harus mereka lakukan.


"Aleta, kesini kamu," panggil papa Arsen pada Aleta saat melihat keluarga Agra sudah keluar dari rumah mereka.


"glek. mampus lah aku." Aleta berjalan pelan ke arah orang tuanya.


☆☆☆


**hahahaha habislah kau Aleta 🤣

__ADS_1


bersiaplah terkena amukan dari papa Arsen 😄**


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2