
Dareen yang sudah tidak tahan dengan tingkah absurd Ayah Margaret memilih untuk angkat kaki dari rumah mereka, dan berlalu untuk pulang ke rumah.
Dalam perjalanan pulang, Dareen merasa ada sebuah Mobil yang mengikutinya. Dia terus melirik ke kaca spion dan melihat mobil itu tetap ada di belakangnya walaupun dia sudah mengemudikan mobil dengan pelan. Perasaan Dareen mulai cemas, jangan-jangan dia mau di begal ?
Tiba-tiba mobil yang mengikuti Dareen tadi menyalip mobilnya dan berhenti tepat di depan mobil Dareen, membuatnya harus menginjak rem secara mendadak.
Ketika mobil sudah berhenti, keluarlah wanita cantik dari mobil itu dengan dua orang pria di kanan dan kirinya. Dareen segera keluar dari mobil dengan sangat kesal saat melihat orang yang telah mengganggu perjalanannya.
"sebenarnya apa mau mu, Lesya?" teriak Dareen dengan emosi yang sudah naik ke ubun-ubunnya. Sementara Lesya hanya memandangnya dengan tersenyum dan mendekat ke arah Dareen.
"ternyata dia bukan kekasihmu ya," ucap Lesya dengan senyum tipis dibibirnya membuat Dareen jengah dengan perkataannya.
"Dareen, aku ingin balikan denganmu." Lesya meraih tangan Dareen mencoba untuk meluluhkan hati pria itu, namun dengan cepat Dareen menepis tangannya dengan senyum sinis yang tersungging di wajahnya.
"apa kau tidak punya malu mengatakan itu," hardik Dareen, sepertinya mantannya itu memang benar-benar tidak pernah berkaca tentang kesalahannya. Dia mudah saja mengucapkan kata balikan setelah berhasil memporak-porandakan perasaan Dareen, dan tidak tau sehancur apa perasaan lelaki itu saat mengingat kejadian di masa lalu.
"aku tau aku salah, aku khilaf Dareen. Aku masih mencintaimu," ucap Lesya dengan sendu, dia ingin sekali meraih tangan Dareen namun dia urungkan saat melihat tatapan mata Dareen yang sangat tajam padanya.
"khilaf? khilaf kau bilang? hahaha" teriak Dareen dengan diiringi dengan tawa yang terdengar sangat memilukan.
"kau mengatakan khilaf untuk perselingkuhanmu, begitu?" tekan Dareen. Wajahnya tampak merah menahan emosi yang sudah menguasai hati dan pikirannya, kalau saja Lesya adalah seorang pria, mungkin dia sudah menghajarnya sedari tadi.
"Dareen, a-aku aku," Lesya tidak dapat membantah apa yang Dareen ucapkan, karna memang semua itu adalah kesalahannya.
Flashback
Hari ini Dareen dan Aleta akan pergi ke Negara Z untuk memberi kejutan ulang tahun untuk kekasih Dareen. Mereka sudah 3 tahun menjalin hubungan, namun kekasih Dareen harus melanjutkan S2 nya ke luar negeri yang membuat mereka menjalin hubungan jarak jauh.
Namun semua itu tidak masalah bagi Dareen, dia akan tetap setia dan mencintai Lesya seperti mana biasanya. Sesekali dia juga akan datang menemui kekasihnya itu, atau mungkin Lesya yang akan pulang ke tanah air.
__ADS_1
"Kakak, aku sudah tidak sabar." Aleta menggendong tas ransel nya dengan semangat membara, dia sudah tidak sabar untuk berangkat ke luar negeri.
Dareen menggandeng tangan Aleta untuk segera masuk ke dalam pesawat yang akan membawa mereka ke tempat tujuan. Setelah perjalanan 4 jam, akhirnya mereka sampai di Bandara kota Z. Dareen segera mangajak Aleta ke sebuah toko untuk membeli kue ulang tahun sang kekasih.
Setelah mendapat kue, mereka bergegas untuk menuju apartemen Lesya yang berada tidak jauh dari tempat mereka saat ini. Dareen sengaja tidak memberitahu Lesya atas kedatangan mereka, karna dia ingin membuat kejutan untuk kekasih hatinya.
"waah, besar sekali apartemennya," seru Aleta saat sudah sampai ke tempat di mana Lesya berada. Matanya melihat ke sekeliling kawasan apartemen yang sangat luas dan mewah.
"ayo!" Dareen mengajak Aleta untuk segera menemui Lesya, wajahnya terlihat sangat bahagia karna akan bertemu dengan sang pujaan.
"kak, biar aku yang pegang kue nya," pinta Aleta dengan semangat saat mereka sudah sampai di depan pintu apartemen Lesya. Dareen segera menyerahkan kue itu pada sang adik, dan berlalu membuka pintu apartemen itu.
Dareen yang memang tau password apartemen Lesya langsung saja masuk untuk memberi kejutan, mereka melangkah dengan mengendap-ngendap agar tidak menimbulkan suara.
Aleta berjalan paling depan, dia sudah sangat bersemangat untuk memberi kejutan pada kakak iparnya. Namun langkah Aleta terhenti saat melihat Lesya sedang memadu kasih dengan seorang pria di sofa ruang tamu apartemen itu.
Dareen yang belum melihat Lesya merasa bingung saat Aleta berhenti di depannya, dan dengan cepat Dareen melihat ke arah Lesya yang saat ini sedang duduk dipangkuan seorang pria sembari berciuman dengan sangat mesra.
Lesya yang terhanyut dengan gairah percintaannya tidak sadar kalau saat ini Dareen dan Aleta sedang melihat apa yang dia lakukan, Lesya sedang duduk di pangkuan seorang lelaki yang sedang memeluk pinggangnya dengan erat seraya saling bertukar salive dengannya.
Tangan Lesya meremas rambut lelaki itu saat satu tangannya masuk ke dalam baju Lesya dan meremas gundukan sintalnya. Melihat itu, amarah Dareen sudah tidak bisa terkontrol lagi. Dia melepaskan pelukannya pada Aleta dan mendekat ke arah dua manusia yang sedang memaduh kasih dengan nikmat.
Buak, kado yang sedari tadi Dareen pegang melayang tepat ke kepala pria yang sedang mencumbu bibir Lesya membuat mereka langsung melihat ke arah Dareen.
"Sayang." Lesya langsung bangkit dari tubuh lelaki itu dengan wajah pias saat melihat Dareen sudah berdiri di hadapannya.
"berhenti!" teriak Dareen saat Lesya hendak berlari ke arahnya, sedangkan lelaki tadi hanya bersikap biasa saja sambil bangkit dari duduknya.
"oh, jadi ini kekasihmu," ucap lelaki itu sembari melihat menilai penampilan Dareen dari atas sampai bawah. Aleta yang melihat itu merasa tidak terima, dia kembali mengambil kue yang ada di bawahnya dan berjalan mendekat ke arah lelaki itu.
__ADS_1
Plak, kue ulang tahun Lesya mendarat tepat ke wajah lelaki itu membuat Dareen dan Lesya terjingkat kaget saat melihatnya.
"beraninya kau melihat kakakku seperti itu!" teriak Aleta sembari menendang kaki lelaki itu sampai membuatnya mengaduh kesakitan.
"wanita sial, beraninya kau!" lelaki itu berniat untuk memukul Aleta, namun Dareen segera menghalangi nya dan memberi pukulan tepat di wajah lelaki itu sampai dia terjungkal ke belakang.
Lesya merasa sangat kaget dengan apa yang Dareen lakukan, begitu juga dengan Aleta yang tidak berkedip saat melihat Dareen. Dia yang biasa bersikap lembut tidak pernah marah, hari ini tampak sangat menyeramkan. Hatinya sangat terluka dan membuatnya menjadi seperti itu.
"Sa-sayang." Lesya sudah terisak saat melihat kemarahan Dareen, dia segera berlari dan memeluk Dareen dengan erat.
"Lepaskan aku!" Dareen berusaha untuk melepas pelukan wanita itu, namun Lesya sangat kuat memeluknya seraya terus menangis dan mengucapkan kata maaf.
"Maafkan aku sayang, maafkan aku." Lesya merasa menyesal atas apa yang telah dia lakukan.
Aleta yang sudah merasa sangat geram langsung menjambak rambut Lesya membuatnya kesakitan dan melepas pelukannya dari tubuh Dareen, lalu Aleta menghempaskannya dengan kasar membuat Lesya menjerit sakit atas apa yang di lakukan oleh Aleta.
"dasar wanita kegatelan!"
•
•
•
TBC.
hajar terus Aleta, jangan kasi kendor 🤭 yuuk kasi dukungan untuk Aleta 🤣
Yuk Like dan Komen yang banyak, VOTE dan Rating 5, jangan lupa Kasi Hadiah juga ya 🥰 biar karya othor bisa berkembang 😍
__ADS_1
Terima kasih buat yang udah baca 😘