
Flashback End.
Sejak kejadian perselingkuhan Lesya, Dareen tidak pernah lagi berhubungan dengannya. Jangankan berhubungan, bahkan hanya untuk sekedar bertatap muka saja dia merasa tidak sudi.
Namun setahun yang lalu, mereka kembali bertemu saat Dareen sedang makan siang bersama klien nya di sebuah restoran, dan tidak sengaja bertemu dengan Lesya. Wanita itu kembali menghubunginya dan meminta untuk kembali menjadi kekasihnya, namun Dareen menolak ajakan wanita itu dan berakhir dengan Lesya yang memberi syarat untuk menikah dengannya jika ingin dia membantu perusahaan keluarga Winandra.
Namun usaha Lesya kembali gagal saat Aleta menikah dengan Agra, tapi bukan berarti Lesya menyerah untuk tetap mengejarnya, dia malah semakin bersemangat untuk membuat Dareen kembali jatuh cinta padanya.
"minggir!" teriak Dareen pada Lesya dan orang-orangnya yang masih saja menghadang jalannya.
Lesya menghela napas kasar, dia benar-benar ingin kembali lagi pada Dareen. Apalagi saat melihat Dareen bersama wanita lain, dia merasa tidak terima dan harus membuat Dareen kembali padanya.
"Dareen, aku benar-benar minta maaf untuk masa lalu. Aku masih mencintaimu Dareen, sangat men-"
Dareen mengangkat tangannya untuk menghentikan ocehan Lesya, rasa sakit yang pernah wanita itu goreskan dihatinya masih sangat membekas dalam ingatan.
"Benar-benar wanita yang tidak punya malu,"
Semua yang ada di tempat itu beralih melihat ke arah sumber suara, Aleta sedang berdiri tak jauh dari tempat mereka bersama dengan Agra.
Aleta yang ingin jalan-jalan tidak sengaja melihat mobil sang kakak berhenti di pinggir jalan, dia mengira kalau mobil itu mogok dan beralih turun bersama dengan Agra. Aleta dan Agra merasa terkejut saat melihat Lesya sedang menahan Dareen yang membuat lelaki itu tidak bisa kembali melajukan mobilnya.
Untung saja mereka sedang ada di pinggiran kota yang tidak terlalu ramai, hingga tidak membuat kemacetan di jalanan.
"Aleta." Dareen mendekat ke arah Aleta dan Agra sedangkan Lesya sudah merasa sangat kesal saat melihat Aleta yang pasti akan menggagalkan rencananya.
"ngapain sih, kakak masih peduli sama manusia sialan itu," gerutu Aleta sembari menatap tajam pada sang kakak membuat Dareen menghela napas berat, dia sendiri juga tidak mau berurusan lagi dengan wanita itu, namun Lesya nya saja yang selalu mengganggunya.
"beraninya kau-" Lesya tidak melanjutkan ucapannya saat melihat Dareen, dia tidak boleh terbawa emosi dan semakin membuat Dareen membencinya.
"apa? kau mau bilang apa?" tantang Aleta sambil meletakkan kedua tangannya dipinggang, Agra hanya menggelengkan kepala saja saat melihat sang istri yang sudah seperti seorang jagoan.
__ADS_1
"Dareen, kalau gitu aku pergi dulu ya. Maaf karna sudah mengganggu waktumu,"
"ya-ya kau memang sangat mengganggu, dan juga tidak tahu malu," balas Aleta padanya membuat Lesya mengepalkan tangannya menahan emosi.
"oh ya, dan satu lagi. Setidaknya berkaca lah dan intropeksi diri, percuma kan kalau cantik tapi tidak punya rasa malu dan harga diri," sambung Aleta lagi membuat hati Lesya terasa mendidih mendengar ocehannya. Dada Lesya sudah naik turun menahan gejolak amarah yang sedang melanda hatinya.
"beraninya anda berbicara seperti itu pada nona muda!" bentak salah satu pengawal Lesya sembari menatap tajam pada Aleta.
"beraninya kau meninggikan suaramu di hadapanku!" teriak Agra pada pengawal itu dan juga Lesya, dia merasa tidak terima kalau sang istri dibentak seperti itu.
"dan turunkan pandanganmu itu, apa kau mau kalau aku mencongkel bola matamu yang menatap pada istriku!" teriaknya lagi sembari menunjuk tepat ke mata pengawal tadi membuat tubuh pengawal itu merinding karna tatapan mata Agra. Begitu juga dengan Lesya yang tidak menyangka kalau Agra akan mengatakan hal seperti itu, dia mengira kalau Agra hanya akan diam di tempatnya.
"Suamiku, kau lihat perempuan itu. Dia memelototiku," Aleta menunjuk ke arah Lesya yang langsung membuat wajah wanita itu menjadi pias.
"ti-tidak-"
"kalau sampai kau melakukan sesuatu dan menyakiti istriku, maka aku sendiri yang akan menghancurkan keluargamu tanpa sisa," potong Agra dengan tajam membuat Lesya langsung pucat dengan keringat dingin mengalir di keningnya.
Tanpa mengucapkan apa-apa lagi, Lesya bergegas pergi dari tempat itu dengan perasaan kesal bercampur takut. Dia tidak menyangka kalau Aleta akan mendapat dukungan dari orang seperti Agra. Kalau dibandingkan dengan keluarga Mahesa, maka keluarga Lesyan masih berada jauh di bawah mereka.
"lain kali, kalau kakak diganggu sama wanita sialan itu, langsung saja telpon Agra," ucap Aleta pada sang kakak membuat Agra mengerutkan keningnya.
"kenapa menelponku?" tanyanya dengan bingung. Kenapa pula harus dia yang ditelpon, pikirnya.
"kau cocok loh jadi bodyguard, sama kayak yang difilm-film itu," seru Aleta tanpa melihat bagaimana wajah kesal Agra saat mendengarnya.
Dareen menyenggol lengan Aleta saat melihat wajah Agra yang tampak kesal, dia tidak mau terjadi keributan antara suami istri itu.
"nanti kau harus usir wanita itu kalau dia menggang-" Aleta tidak bisa melanjutkan ucapannya saat mulutnya ditutup oleh telapak tangan Dareen, dia tidak mau kalau Agra semakin murka mendengar ocehan adiknya itu.
"makasih ya Agra," ucap Dareen tanpa melepaskan bekapan tangannya. Namun Aleta berhasil melepas tangan yang menutup mulutnya dengan kesal.
__ADS_1
"apa sih kak, udah ditolong malah kayak gitu," gerutunya sembari menghentak-hentakkan kakinya.
"berisik! sudah pulang sana!" perintah Dareen sembari menarik sang adik untuk masuk ke dalam mobil dengan diikuti oleh Agra yang sedari tadi diam karna ucapan Aleta.
Mereka segera bubar dari tempat itu dan melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan masing-masing.
Dalam perjalanan, Aleta tiba-tiba teringat sesuatu. Dia teringat dengan mantan Agra yang bertemu di taman bermain waktu itu, pikirannya sedang berselancar bebas memikirkan kalau seandainya mantan suaminya itu berusaha untuk merebuat Agra.
"aku akan mematahkan seluruh tulang-tulang ditubuhnya," gerutu Aleta sembari tangannya memperaktekkan langsung bagaimana cara mematahkan sesuatu.
Sekilas Agra menoleh padanya, dia sedang bingung dengan apa yang istrinya itu ucapkan. Mungkin Aleta sedang kesambet sesuatu, pikirnya.
"ada apa?" Agra sedikit penasaran dengan apa yang Aleta pikirkan.
"kalau sampai mantan kekasihmu itu mengganggu hubungan kita, maka aku akan meremukkan seluruh tulang-tulangnya," jawab Aleta membuat Agra langsung menginjak rem karna kaget dengan apa yang dia ucapkan.
"ap-apa maksudmu?" tanyanya dengan gugup.
"Kalau dia berusaha merebutmu, aku akan menghancurkan tubuhnya. Kau juga, aku akan memotong adik kecilmu itu." Aleta menunjuk tepat ke arah aset Agra membuatnya merasa ngilu dan menutup adik kecilnya itu dengan tangan.
"istriku benar-benar menyeramkan,"
•
•
•
TBC.
kalau udah dipotong kasi ke bebek ya Aleta 🤭🤭
__ADS_1
Yuk Like dan Komen yang banyak, VOTE dan Rating 5, jangan lupa kasi Hadiah juga ya 🥰 biar karya othor bisa berkembang 😍
Terima kasih buat yang udah baca 😘