Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 15. Wanita murahan


__ADS_3

Sejak kejadian itu, Aleta tidak pernah lagi bertemu dengan Agra dan tidak pernah berusaha untuk mendekatinya. Dia hanya fokus dengan kuliah yang memang sedang padat-padatnya.


Namun ketika dia baru sampai dirumah, dia dikejutkan dengan kehadiran seorang wanita yang sedang duduk disofa bersama kedua orangtuanya.


"Aleta. kok bengong disitu." panggil mama Deeva.


Aleta kambali melanjutkan langkahnya untuk menuju kamar tanpa melihat kearah wanita itu. namun suara seseorang membuatnya harus kembali menghentikan langkah kakinya.


"bagaimana kabarmu Aleta ?" tanya Lesya.


Aleta diam. dia tidak sudi untuk menjawab pertanyaan wanita itu. wanita yang beberapa tahun lalu sudah menyakiti hati sang kakak. Dia bahkan tidak pernah menyesal sedikit pun atas apa yang telah dia lakukan.


"Aleta. kamu kesambet apa sih dari tadi kok diam aja." omel mama Deeva. dia kemudian beranjak dari duduknya untuk mendekat kearah putrinya itu.


"sana temani kak Lesya. kakakmu lagi mandi." bisik mama Deeva.


"aku capek." ucap Aleta sambil berlalu menuju kamarnya.


"hah. kenapa anak itu." gumam mama Deeva. kemudian dia kembali duduk bersama Lesya.


Sementara itu, Aleta melempar semua buku-buku yang ada ditangannya. dia merasa geram melihat wajah wanita yang sok polos itu.


"dasar wanita busuk. bukan cuma hatimu yang busuk, badanmu juga busuk." cercanya sambil terus melempar barang-barangnya. setelah lelah, Aleta melihat ke sekeliling kamar yang sudah seperti kapal pecah.


"huh. lihatkan. dia memang wanita sialan. gara-gara dia kamarku jadi berantakan." gerutunya lagi sambil kembali menyusun barang-barangnya. dasar Aleta, padahal dia sendiri tadi yang membuat kamarnya berantakan 😏.


Kemudian dia merebahkan tubuhnya diatas kasur. sudah seminggu ini dia disibukkan oleh tugas-tugas kuliah. apalagi segala praktek-praktek yang seakan terus mengejarnya secara bersamaan.


"apa kakak benar-benar akan menikah dengan wanita sialan itu ?" gumamnya.

__ADS_1


"tidak tidak. aku tidak bisa membiarkannya." Aleta kembali mengingat ucapannya saat itu. saat dimana dia sakit hati karna perbuatan Agra, dan berniat untuk membuatnya bertekuk lutut dihadapannya.


"tapi, bagaimana caranya ?" Aleta mengacak-acak rambutnya frustasi. mungkin karna terlalu lelah, otaknya tidak bisa diajak bekerja sama. (padahal kalau tidak lelah pun otaknya memang tidak bisa dipakai untuk berpikir 🤭).


Dia segera berjalan kekamar mandi untuk kembali menyegarkan hati, jiwa dan raga. Selepas mandi, Aleta turun kebawah untuk makan malam karna sedari tadi perutnya itu sudah keroncongan.


Tapi lagi-lagi dia masih melihat wanita itu yang langsung membuat perutnya kenyang seketika.


"Dareen. sebenarnya ada apa dengan adikmu itu. sedari tadi dia hanya diam dan banyak melamun." ucap mama Deeva sambil melihat kearah anak gadisnya itu. Dareen langsung melihat kearah Aleta yang juga sedang melihatnya.


"kemari dek. duduk dekat kakak." ucap Dareen sambil menarik kursi tepat disebelahnya.


Mau tidak mau Aleta harus duduk juga disamling Dareen. matanya tetap menatap tajam pada wanita yang seakan tidak punya malu itu.


"Aleta, bagaimana kuliah mu ? lancar ?" tanya Lesya. dia mencoba untuk akrab dengan Aleta.


" seperti biasalah." jawab Aleta acuh.


"kakak cuma main. sebentar lagi kakak kan akan menikah dengan Dareen." jawab Lesya sambil tersenyum.


Sedangkan Aleta tersenyum sinis mendengar jawaban wanita itu.


"masih musim ronde kedua ?" tanya Aleta.


Ucapannya membuat semua orang yang mendengarnya menjadi bingung.


"mama tau gak. ada loh temenku yang mati gara-gara balikan sama mantannya." ucap Aleta pada mama Deeva.


"loh kok bisa mati ? kan cuma balikan aja ?" tanya mamanya heran

__ADS_1


"ck. ck. ya bisa lah ma. temenku itu mati karna kesedak sama air ludahnya sendiri." jawab Aleta.


"manusia itu ya ma jangan kebanyakan janji, eeh gak taunya diingkari. udah buang ludah eeh dijilat lagi. yang paling parahnya lagi kalau selingkuh. persis kayak gorengan pinggir jalan, murah." ucapnya tajam.


Klenting. terdengar suara sendok yang terjatuh kelantai dengan sangat nyaring. Aleta tersenyum sinis melihat wajah Lesya yang merah padam menahan amarah akibat perkataannya. sedangkan Dareen malah tersenyum geli mendengar ocehan adiknya itu.


"Lesya. apa yang terjadi padamu ?" tanya mama Deeva yang melihat wajah wanita itu merah padam seperti tomat busuk.


"maaf tante, sepertinya saya sedang tidak enak badan. jadi saya akan pamit pulang." ucap Lesya sambil berdiri dari duduknya.


"oh gitu. ya udah kamu hati-hati dijalan ya." ucap mama Deeva.


"apa mau diantar sama Dareen ?" tawar mama Deeva kembali.


"bo..."


"kak Lesya itu orang yang agak pemalu loh ma. dia pasti gak nyaman berdua dengan kakak. jadi lebih baik pulang sendiri biar lebih enak." potong Aleta sambil tersenyum dengan ceria.


"sialan bocah kecil ini." Lesya sangat geram melihat mulut Aleta yang sedari tadi tidak bisa diam.


"baiklah. kalau gitu hati-hati dijalan." ucap Mama Deeva.


Lesya hanya tersenyum saja dan segera berlalu dari tempat itu. Aleta mengikuti Lesya sampai kemobilnya, dan saat dia ingin naik kemobil suara Aleta menghentikannya.


"dengar ya. jangan mimpi mau kembali sama kak Dareen. aku tidak akan membiarkannya. langkahi dulu mayat mamaku kalau kau mau menikah dengan kakakku." ucap Aleta sambil menyeret-nyeret mamanya. dia agak takut kalau mengatakan mayatnya sendiri.


"heh. ternyata kau licik juga ya gadis kecil. tapi sayangnya aku akan tetap menikah dengan kakakmu itu. karna apa, karna cuma aku yang bisa menyelamatkan perusahaan kalian. jadi ingat itu." balasnya sambil masuk kedalam mobil.


"huh. gak mau aku ingat-ingat kau. lebih baik ingat burungku dibelakang rumah." omel Aleta sambil kembali masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


☆☆☆


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2