Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 31. Kesepakatan


__ADS_3

Agra yang sudah lama menunggu Aleta mulai kehabisan kesabarannya, kemudian dia beranjak untuk mendekat ke arah gadis itu.


Agra sangat terkejut saat melihat posisi Aleta saat ini. bagaimana tidak, wanita itu terlihat seperti sedang sujud menghadap ke arah pintu.


"apa yang kau lakukan?" suara Agra mengagetkan Aleta yang sedang sujud syukur di depan pintu.


Aleta tidak berkutik, dia tetap fokus pada sujudnya itu. dia tidak berani melihat ke arah Agra.


"bangun !" perintah Agra. namun wanita itu tidak bergerak dari tempatnya.


"aku bilang bangun !" ucap Agra lagi. terlihat Aleta sedikit menggeser arah pantatnya.


"beraninya kau mengarahkan pantatmu ke wajahku...," teriak Agra yang membuat Aleta langsung duduk seketika. untung saja tidak keluar gas dari pantatnya itu akibat teriakan suaranya.


"tuan, ampunilah aku yang hina dan lemah ini," ucap Aleta sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada. dia terus menundukkan kepalanya tidak mau menatap ke arah Agra.


"berani sekali kau ya, aku sudah terlalu diam selama ini melihatmu," ucap Agra dengan tajam.


"aku akan menghancurkan seluruh keluargamu, dan dimulai dari kakak kesayanganmu itu,"


Grep, Aleta langsung memeluk kaki Agra. tubuhnya sudah gemetar karna takut mendengar apa yang diucapkan lelaki itu.


"tuan aku mohon, ampuni lah aku. aku janji tidak akan mengganggu tuan lagi. aku janji akan mengikuti semua yang tuan perintahkan padaku," ucap Aleta sambil menangis sesenggukkan.


"bisa juga rupanya rubah licik ini menangis," Agra sedikit kaget melihat sosok gadis yang biasanya selalu menantang kini bertekuk lutut memohon ampun padanya.


"aku tidak akan pernah memaafkan orang yang telah menjebakku," ucap Agra sambil berusaha melepaskan tangan Aleta yang memeluk kakinya dengan sangat erat.


Aleta diam, otaknya sedang sibuk bekerja memikirkan cara apa yang harus dia lakukan untuk keluar dari situasi ini.


"apakah aku harus meminta maaf karna sudah menjebaknya ?"


"tidak tidak, kalau aku minta maaf sama saja aku bunuh diri. tapi kalau aku diam saja sama juga aku dimutilasi. ya Tuhaaaan bagaimana ini ?" Aleta menjerit dalam hati.


Aleta tengah berperang dengan pikirannya sendiri, dia tidak tau harus melakukan apa untuk membuat lelaki yang ada dihadapannya ini melepaskannya.

__ADS_1


"tuan, aku hanya meminta tanggungjawab tuan saja. aku tidak akan mengganggu kehidupan tuan," ucap Aleta. dia masih memegang teguh prinsipnya untuk terus berbohong sampai akhir.


"heh, bertanggungjawab kau bilang ?" sinis Agra. kemudian dia menjongkokkan tubuhnya menghadap tepat di depan Aleta.


"apa perlu aku menyebarkan video mu yang membayar seorang pelayan di club itu," ucapnya lagi tepat ditelinga Aleta, membuat gadis itu menegang sempurna.


"awas aja kau Lusi, kau bilang akan aman. tapi apa ini semua..." Aleta geram dan akan membinasakan temannya itu.


"kau sudah jadi bisu ya, baiklah kalau begitu aku...,"


"tuan, maafkan aku. a.aku aku salah, aku salah telah menjebak anda," akhirnya pertahanan Aleta runtuh juga. dia terpaksa harus mengakui semua yang telah dia lakukan.


"hebat, hebat sekali. kau satu-satunya wanita yang berani melakukan itu padaku," ucap Agra sambil bertepuk tangan.


"terima kasih tuan,"


Dasar Aleta, itukan bukan saat nya dia untuk berterima kasih.


"eh maksudnya maafkan aku," Aleta meralat ucapannya.


"andai tuan mau membantu keluargaku, pasti aku juga tidak akan menjebak tuan," ucap Aleta menyalahkannya.


"apa, beraninya kau menyalahkanku," bentak Agra. dia kembali berdiri dengan penuh keangkuhan.


"tunggu, ternyata dia bisa berjalan. terus tadi apa yang dia lakukan padaku," Aleta baru sadar kalau ternyata Agra bisa berjalan dengan sempurna.


"lihat, bahkan kaki tuan baik-baik saja. tuan tadi menipu ku kan?" bentak Aleta. sepertinya Aleta tidak sadar sedang berada disituasi seperti apa dia saat ini.


"kenapa malah dia yang memarahiku," Agra terlihat mengerutkan keningnya.


"beraninya kau selalu menyalahkanku," teriak Agra lagi sambil melemparkan ponselnya ke arah Aleta. dengan sigap Aleta menangkap ponsel yang hampir saja mendarat tepat di bibirnya.


"maafkan aku tuan, aku yang salah. semua adalah kesalahanku," ucap Aleta kemudian.


"tuan, aku berjanji akan melakukan apapun yang tuan katakan, tapi aku mohon kasihanilah keluargaku. tolong bantu perusahaan keluargaku," kali ini Aleta benar-benar memohon belas kasihan lelaki itu. terlihat tangannya gemetaran saat memeluk kaki Agra.

__ADS_1


Agra sendiri juga bisa melihat keseriusan gadis itu, dia benar-benar memohon untuk keluarganya.


"baiklah, aku akan membantu keluargamu. tapi, kau harus selalu melakukan apa yang aku perintahkan. tanpa terkecuali," ucap Agra menekankan setiap kata yang dia ucapkan.


Aleta menganggukkan kepalanya dengan cepat menyetujui apa yang diucapkan oleh lelaki itu. dia tidak memikirkan apapun selain keluarganya.


"sekarang bersiaplah, minggu depan kita akan menikah," ucap Agra tiba-tiba.


"apa ! tuan, apa yang tuan katakan ?" Aleta membulatkan matanya mendengar ucapan Agra. dia yang tadinya duduk bersimpuh, sekarang sudah berdiri tegak di hadapan lelaki itu.


"bukannya tujuan penjebakanmu adalah untuk menikah denganku," ucap Agra.


"i.iya benar, tapikan tuan sudah setuju untuk menolong keluargaku, jadi kita tidak perlu me...,"


"tutup mulutmu. sudah ku katakan kau harus mengikuti semua yang aku perintahkan, tanpa terkecuali," Agra kembali mengulang perkataannya tadi.


Aleta kembali menganggukkan kepalanya, dia merasa sedikit menyesal telah menyetujui apa yang Agra ucapkan.


Aleta dan Agra yang sedang bersitegang itu tiba-tiba terkejut saat mendengar suara gedoran yang cukup keras di pintu apartemen itu.


Aleta melihat ke arah Agra dan langsung memeluk lengan kekarnya, dia takut kalau-kalau yang menggedor-gedor pintu apartemen itu adalah parampok sedangkan Agra sendiri terkejut saat melihat Aleta yang sedang memeluk erat lengannya. matanya menatap tajam pada wajah yang saat ini menempel tepat ditubuhnya.





**Tbc.


duuh kira-kira siapa yang datang ya ?


othor jadi deg-degan...


jangan lupa dukung othor ya 😘**

__ADS_1


Terima kasih yang udah baca 😘


__ADS_2