Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 108. Penculikan


__ADS_3

"Aleta menghilang!"


"apa?" teriak Rezie membuat Agra langsung mendongakkan kepalanya.


"kok bisa? apa yang terjadi?" tanya Rezie dengan panik, satu masalah saja belum selesai sudah datang masalah yang lain, pikirnya.


"Gak usah banyak nanyak! cepat datang ke rumah orangtua Aleta!" Tut, Ricky langsung mematikan panggilan telponnya membuat Rezie kalang kabut .


"Agra, kita harus pergi!" ucap Rezie pada Agra yang masih duduk di atas rerumputan.


"kenapa?" tanya Agra, dia terlihat malas untuk bergerak saat ini.


"itu-itu Aleta, dia-"


Agra langsung bangkit saat mendengar nama Aleta, "kenapa? apalagi yang sedang dia lakukan?" teriaknya pada Rezie.


"di-dia-dia menghilang,"


"apa? kau bilang apa?" Agra sangat terkejut saat mendengar apa yang temannya itu katakan, dia langsung berjalan ke arah mobil dengan diikuti oleh Rezie.


Agra yang akan menyetir mobil dihalangi oleh Rezie, lelaki itu tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka karna saat ini emosi Agra sedang tidak terkendali.


"aku belum menikah, dan belum membalas perbuatan wanita kurang ajar itu!" Rezie takut terjadi sesuatu pada mereka.


Rezie melajukan mobil dengan kencang, beberapa kali dia menekan klakson agar kendaraan yang ada di depannya memberi jalan untuk mereka.


Setelah berkendara kurang lebih 20 menit, mereka sudah sampai di halaman depan rumah keluarga Winandra. Terlihat mobil Ricky dan keluarga Agra terparkir di sana.


Agra berjalan cepat untuk masuk ke dalan rumah dengan tetap diikuti oleh Rezie, dia sudah merasa sangat marah dan geram dengan apa yang terjadi.


Semua orang yang berada di rumah itu langsung melihat ke arah Agra dan juga Rezie, terlihat teman-teman Aleta juga ada ditempat itu.


"Agra! Aleta, huhuhu," seru Mama Deeva sambil terisak dalam pelukan Papa Arsen.


"di mana istriku?" tanya Agra dengan tajam, tubuhnya terasa sangat lelah dengan otak yang terasa ingin pecah.


"Agra, Aleta diculik," ucap Dareen, dia yang tadi sedang pergi merasa sangat bersalah karna tidak menemani sang adik.


"diculik? diculik kau bilang?" tanya Agra dengan tajam, urat-urat disekitar lehernya menonjol ke luar dengan kepalan tangan yang membuat kukunya memutih.


"benar! kami tidak tau siapa yang-"


"percuma aku menitipkan dia di sini kalau kalian tidak bisa menjaganya!" teriak Agra sembari membanting vas bunga yang ada di dekatnya.

__ADS_1


Prang, suara nyaring itu membuat seisi rumah terlonjak kaget, bahkan para pelayan yang ada ditempat itu sampai bergetar saat melihat kemarahan lelaki itu.


"Agra, tenangkan dirimu nak! kita akan mencari Aleta,"


"tenang? Papa bilang tenang? bagaimana mungkin aku merasa tenang saat istriku menghilang!" teriak Agra lagi seperti orang yang kesetanan, dia benar-benar merasa stres karna banyaknya masalah yang menghantamnya saat ini.


"bukannya aku sudah menitipkan Aleta padamu, hah!" Agra melihat Dareen dengan tajam, lelaki itu tidak bisa membantah apa yang Agra ucapkan.


Lalu Mama Deeva menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.


Flashback.


Mama Deeva yang sedang duduk di di taman melihat kedatangan 4 orang pria yang sedang berbicara dengan pelayannya, kemudian dia beranjak mendekat ke arah 4 orang pria tersebut.


"kalian mencari siapa?" tanya Mama Deeva setelah dekat dengan mereka.


"kami ingin bertemu dengan Nona Aleta, Nyonya," ucap salah satu dari mereka.


"ada urusan apa ya?" tanya Mama Deeva kembali.


"Kami ingin mendiskusikan tentang masalah kesehatan Nyonya, kami membawa surat rekomendasi dari pihak kampus." Salah satu dari mereka menyerahkan surat kepada Mama Deeva.


"Baiklah, silahkan masuk!" Mama Deeva membawa mereka masuk untuk menemui Aleta.


Awalnya Aleta tidak mau, namun mereka meyakinkan kalau minuman itu adalah hasil dari penemuan mereka dan sudah diuji khasiatnya.


Mama Deeva dan Aleta meminum minuman itu, lalu setelahnya mereka tidak tau lagi apa yang terjadi.


Bik Eni yang saat itu melihat kedua majikannya tidak sadar langsung panik, namun keempat pria itu membekap Bik Eni sampai wanita itu tidak sadarkan diri.


Salah satu dari mereka mengelabui penjaga gerbang, sehingga dia tidak melihat Aleta yang dibawa masuk ke dalam mobil.


Flashback End.


Sepulangnya Dareen, dia sangat terkejut saat melihat Mama Deeva tergeletak di atas sofa sedangkan Bik Eni sedang terikat tak jauh dari tempat Mamanya.


Dareen segera menghubungi Papa Arsen yang saat itu juga sedang tidak ada dirumah, lalu menghubungi semua orang untuk datang ke ruamhnya.


Dareen sengaja tidak menghubungi polisi karna berita penculikan Aleta pasti akan menggemparkan dunia bisnis.


"sudahlah Agra, semua masalah tidak akan selesai dengan kau marah-marah seperti ini," ucap Mama Lena, dia sangat sedih melihat keadaan putranya saat ini.


"Rezie, seret laki-laki itu ke sini sekarang juga!" perintah Agra pada Rezie yang saat ini berdiri tepat di sampingnya.

__ADS_1


Kening Rezie berkerut, dia tidak tau siapa sosok laki-laki yang harus dia seret.


"seret Felix ke sini sekarang juga!" perintahnya lagi sembari melihat tajam ke arah Rezie yang telmi itu.


"Agra, Felix tidak bersalah dalam hal ini, Dia-"


"diam kau! aku tidak butuh ucapan darimu, pengkhianat," geram Agra membuat semua orang menatap mereka dengan bingung.


Rezie yang saat ini akan pergi untuk menjemput Felix menghentikan langkah kakinya, dia melihat seorang lelaki dengan perban diwajahnya sedang berjalan masuk ke dalam rumah.


"saya yang akan mencari Nyonya, Tuan," suara Felix mengagetkan semua orang yang sedang bersitegang, Agra segera membalikkan tubuhnya saat mendengar suara yang sangat dia kenali.


Dia berjalan cepat ke arah Felix dan langsung mencengkram kerah kemejanya membuat semua orang terlonjak kaget terutama keluarga Agra dan keluarga Aleta yang tidak tau dengan masalah yang sedang terjadi.


"katakan! di mana bajingan itu berada?" tekan Agra sembari mendorong dada Felix membuat lelaki itu mundur beberapa langkah ke belakang.


"saya akan membawa Tuan untuk mencarinya,"


"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan istriku, maka aku bersumpah bahwa aku akan melenyapkanmu dan juga adikmu itu!" Agra melepaskan cengkraman tangannya dengan kuat membuat tubuh Felix menghantam dinding.


Mereka semua terkejut dengan apa yang Agra ucapkan, bagaimana mungkin Agra mengatakan akan membunuh Felix? sebenarnya apa yang sedang terjadi? itulah yang ada dipikiran mereka.


Lalu Agra, Felix, Ricky, Dareen dan juga Egi serta Bima pergi untuk mencari keberadaan Aleta, sementara Rezie mengecek cctv yang ada disekitar daerah itu.


Felix membawa mereka ke apartemen Devo yang baru, dia berharap kalau adiknya tidak melakukan apapun terhadap Aleta.


Setelah menghabiskan perjalanan selama 45 menit, mereka sampai dikawasan apartemen yang ditempati Devo.


Felix berjalan di depan untuk memimpin mereka ke apartemen Devo, namun sial. Ternyata Devo tidak ada di tempat itu, seseorang memberitahu mereka kalau Devo sudah keluar dari apartemen sejak pagi hari.


"bajingan! aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri, Devo!" ucap Agra penuh dendam, sementara mereka yang lainnya hanya diam ditempat tidak berani menimpali ucapan Agra.





TBC.


Terima Kasih buat yang udah baca 😘


Jangan lupa mampir ke karya terbaru Othor ya, Cinta Terakhir Zulaikha 🥰 jangan lupa dukungannya 😘

__ADS_1


__ADS_2