Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 17. Pergi ke Club


__ADS_3

Aleta dan teman-temannya terlihat sangat serius untuk membuat rencana penjebakan mereka. bahkan Aleta sampai mengeluarkan bukunya untuk mencatat hal-hal apa saja yang harus disiapkan.


"jadi gimana ?" tanya Aleta.


"emm sebentar. biar ku pikirkan dulu." ucap Lusi sambil memejamkan matanya.


"kok susah-susah sih, udah langsung datangin aja. terus kau hap dia." ucap Bima sambil memperagakannya.


"hap kepalamu. yang ada aku diseret sama sekretarisnya." ketus Aleta.


"gini aja. sekarang kita cari tau dulu alamat rumahnya, terus keseharian dia itu ngapain aja." seru Egi. ternyata dia udah mendukung 100 % perbuatan teman-temannya.


"aku udah tau dia tinggal dimana." ucap Aleta.


"widiih. gerak cepat juga ya." seru Lusi sambil menaik turunkan alisnya.


"gak sengaja ketemu." jawab Aleta.


"kalau gitu kau bisa langsung ke apartemen nya dong Al." seru Lusi lagi.


"duuh apartemennya itu kawasan elit. penjagaannya ketat. kita gak bisa masuk." jawab Aleta sambil mengibas-ngibaskan tangannya.


"kita cari tau aja dulu kegiatannya sehari-hari." ucap Egi.


"ide bagus. aku ada temen yang kerjanya ngepoin orang gak jelas. nanti biar aku yang bereskan." ucap Lusi. kemudian mereka kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran selanjutnya.


*****


Seminggu telah berlalu sejak musyawarah itu, dan orang yang ditugaskan oleh Lusi juga sudah memberi laporan tentang penyelidikannya.


"tiap hari dia cuma pulang pergi kantor." teriak Lusi yang merasa takjub dengan Agra.


"tunggu. liat ini." Bima menunjuk laporan penyelidikan pada poin selanjutnya.


"Ale, dia udah punya pacar. mana pacarnya cantik lagi." celetuk Bima. mereka melihat foto-foto Agra dan Margaret yang ada direstaurant atau pun sedang belanja.


"benar. aku lupa kalau dia udah punya pacar." Aleta lupa kalau waktu bertemu di mall Agra sedang bersama seorang wanita.


"mereka kan baru pacaran. dengar Ale, sebelum janur kuning melengkung kita bebas merebutnya." ucap Lusi semangat.


"iya tapi gimana caranya..." Aleta gregetan melihat mereka.


"lihat. dia juga sering pergi ke club bersama teman-temannya." tunjuk Lusi.


"ayo. kita harus ke club itu juga." ajaknya kemudian.

__ADS_1


Mereka memang belum pernah sekalipun menginjakkan kaki kedalam Club. kerja mereka paling hanya keluar masuk mall untuk belanja atau hanya sekedar kulineran.


"oke. nanti malam kita ketemu didepan Club itu." ucap Aleta. kemudian mereka pun membubarkan diri untuk pulang kerumah masing-masing.


Setelah makan malam, Aleta segera bersiap untuk pergi ke club itu. namun dia bingung harus memakai pakaian seperti apa. dengan cepat Aleta mengambil ponselnya untuk mencari di googling dengan kata kunci pakaian untuk pergi ke club.


Setelah melihat-lihat, akhirnya Aleta memilih satu pakaian yang ia rasa sesuai dengan apa yang dicarinya tadi.


"loh, mau kemana ?" tanya mama Deeva saat melihat Aleta turun sambil membawa tas.


"ma. aku mau keluar sama teman-teman." jawabnya.


"kemana ?" jiwa kepo mama Deeva meronta-ronta.


"em mau jalan-jalan aja. ya udah aku pergi ya." Aleta segera keluar dari rumah sebelum pertanyaan mamanya semakin melebar kemana-mana.


Sekitar 20 menit, Aleta sudah sampai ditempat tujuan. terlihat banyak orang berlalu-lalang disana. dia pun melihat kesana kemari untuk mencari teman-temannya.


"gila. dadanya tumpah semua." gumam Leora sambil memperhatikan wanita-wanita yang berjalan didepannya.


"hey. dipanggilin kok malah diam aja." ucap Lusi. dia yang tadi berteriak-teriak memanggil Aleta namun tidak didengar.


Kemudian mereka langsung masuk kedalam Club. mata mereka semua membulat sempura melihat pemandangan yang ada di club itu. dimana para lelaki dan wanita berjoget ria dilantai joget, tak jarang mereka saling bermesraan didepan banyak orang.


"duuh liat nafsu banget perempuan itu." tunjuk Lusi pada wanita yang asyik menciumi leher pasangannya.


"astaga. liat itu. ada bapak-bapak tua gak sadar umur." seru Aleta sambil menunjuk pada seorang pria paruh baya sedang asyik berciuman dengan seorang gadis.


"wiih mau ya dia ciuman sama bapak-bapak gitu. apa gak bau tanah ?" ucapnya lagi. sedangkan teman-temannya hanya menahan geli mendengar ocehannya.


"halo nona yang cantik. apa kami boleh bergabung dengan kalian ?" tanya seorang pria berwajah tampan pada mereka.


"gila. cakep bener." Lusi sampai membuka lebar mulutnya saat melihat pria tampan itu.


"halo juga tuan tampan. silahkan." ucap Aleta dengan ramah.


"tunggu. aku seperti pernah melihatnya." batin pria tersebut.


"nona. apa nona adalah wanita yang pernah saya tabrak diuniversitas x waktu itu ?" tanya pria yang tak lain dan tak bukan adalah Ricky. dia yang baru masuk ke club bersama temannya tidak sengaja melihat kearah Aleta yang tadi sedang tertawa dengan teman-temannya. dia langsung merasa terpesona melihat tawa gadis itu. dan seperti magnet, dia tertarik dan mendekat kearah Aleta.


"eeh kapan ya ?" tanya Aleta. kalau soal ingat mengingat dia memang paling tertinggal dibelakang.


"oh mungkin nona sudah lupa. kalau begitu perkenalkan nama saya Ricky." ucapnya sambil mengulurkan tangan.


"nama saya Aleta Winandra. panggil aja Aleta." jawabnya sambil menjabat uluran tangan Ricky.

__ADS_1


"kalau gitu kau juga harus memanggilku Ricky." ucap Ricky sambil melepas jabatan tangan mereka.


"enggak mau. mau panggil tampan aja." goda Aleta sambil mengedipkan sebelah matanya.


Sedangkan Ricky yang digoda seperti itu jadi panas dingin dengan jantung bergemuruh. terlihat dia mengalihkan pandangan kearah samping.


"Lusi. pesan minuman sana, aku mau susu dingin ya." perintah Aleta pada Lusi yang tengah asyik ngobrol dengan kenalannya.


Sedangkan Ricky dan temannya yang mendengar pesanan Aleta hanya mengerutkan kening. mereka bingung, baru kali ini mereka tau ada yang memesan susu dingin di dalam Club.


"oke." ucap Lusi sambil berjalan kearah bartender.


"Aleta, apa kau baru pertama kali datang kesini ?" tanya Ricky.


"iya. kok tau ? orang tampan ya..." ucap Aleta sambil menaik turunkan alisnya.


"astaga. gadis ini benar-benar membuat aku gila." Ricky benar-benar dibuat mabuk kepayang padahal dia belum minum alkohol.


Sementara itu, Lusi yang diperintah Aleta untuk memesan sudah sampai dimeja bartender.


"abang tampan. aku pesan jus jeruk sama susu dingin ya." ucap Lusi.


"maaf nona, susu dingin ?" tanya bartender itu bingung.


"iya bang. duuh masa ganteng-ganteng gak bisa denger sih." ucapnya.


Sedangkan bartender itu hanya menggaruk kepalanya yang memang sedang gatal saat mendengar ocehan gadis dihadapannya.


"maaf nona, disini tidak ada susu." ucapnya kemudian.


"oh gitu ya. sebentar" Lusi kembali berjalan kearah Aleta.


"Ale, tidak ada susu. kau jadi mau apa ?" tanyanya.


"ck. kok gak ada sih. padahal susu itu bagus loh untuk kesehatan." ucap Aleta sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ricky dan temannya menahan tawa saat mendengar ucapan Aleta. mereka benar-benar tak habis pikir dengan gadis lugu itu.


☆☆☆


Aleta-Aleta. emang sejak kapan di Club itu nyediain susu ?


noh susu gantung banyak yang tumpah-tumpah.


uuupss 🤭🤭

__ADS_1


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2