
Aleta merasa sangat bahagia dengan gaun pemberian sang suami, dia mengecup seluruh wajah Agra membuat Agra mengembangkan senyumnya.
"besok-besok aku akan lebih banyak memberinya hadiah," Agra sangat senang dengan balasan dari sang istri.
Aleta dan Agra masih saling mencium satu sama lain, sepertinya mereka tidak sadar bahwa masih ada makhluk campuran di antara mereka.
"Ekhem." Miky pura-pura batuk untuk menyadarkan kedua manusia itu. Aleta segera menyudahi ciumannya dengan malu, sementara Agra merasa tidak peduli dan masih mengecupi pipi sang istri
"iya-iya kalian berdualah pemilik dunia ini, aku hanya numpang saja," cibir Miky sambil melengos keluar dari ruangan itu.
"Suamiku, hentikan!" Aleta menahan bibir Agra yang sudah mendarat dilehernya, dia segera masuk ke dalam ruang pakaian untuk melepas gaun yang tadi dia pakai.
Aleta terkejut saat tangan Agra mengelus punggungnya yang terbuka, dia segera berbalik dan sudah melihat sang suami di ruangan itu.
"suamiku, ngapain kamu di sini?" tanya Aleta sembari melepas gaun yang tadi dia pakai memperlihatkan tubuhnya yang hanya memakai bra dan segitiga pengaman.
Agra menelan salivenya dengan susah payah saat melihat itu, hasratnya mulai naik saat melihat gundukan sintal Aleta yang kian hari kian membesar. Tangan Agra sudah menempel dan meremmas-remmas benda itu membuat Aleta mendessah karna perbuatannya, dia segera melepaskan kait pengaman yang masih membungkus benda kenyal itu.
Setelah melihat benda kesukaannya itu tidak terlindung apapun lagi, Agra segera menikmati puncak yang menegak itu dengan rakus membuat Aleta terdorong ke dalam lemari.
Aleta memekik kesakitan saat pinggangnya terbentur dengan laci kecil yang ada di lemari tersebut membuat Agra langsung menghentikan kegiatannya.
"sayang, kau tidak apa-apa?" tanyanya sembari membantu Aleta untuk bangun, Aleta hanya diam sembari menggosok-gosok pinggangnya yang terasa pedas.
Agra membantu sang istri untuk kembali memakai pakaiannya, dia berusaha keras untuk menekan hasratnya yang kembali datang saat melihat benda yang menggantung didada Aleta.
"Eh." Agra terkejut saat ada yang menonjol diperut Aleta sebelah kiri, dia lalu mengelus tonjolan itu dan merasakan gerakan dari sang anak.
"sabar ya sayang, nanti malam papa akan menjenguk kalian," ucapnya sembari mengecup perut sang istri. Aleta hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Agra, dia masih merasakan sakit di daerah pinggangnya.
"loh, sudah selesai?" tanya Miky saat melihat Agra dan Aleta keluar dari ruang pakaian. Agra membantu Aleta untuk berjalan dan mendudukkannya di atas sofa.
"pelan-pelan dong sayang mainnya, kasihan kan sih cantik," ucap Miky sembari mengedipkan sebelah matanya, dia kasihan melihat Aleta yang kesakitan sehabis bermain dengan Agra.
"berisik!" ketus Agra sembari duduk di samping sang istri.
Setelah urusan mereka selesai, Agra segera mengajak Aleta untuk pulang.
__ADS_1
****
Dua hari telah berlalu, Agra dan seluruh keluarga besarnya tengah bersiap-siap untuk menghadiri acara wisuda Aleta. Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh mereka semua, terutama Aleta yang merasa perjuangan pertamanya telah selesai.
"sayang, kau cantik sekali," puji Mama Lena yang saat ini ada di dalam kamar Aleta bersama dengan Mama Deeva.
"benar, kau sangat cantik nak," tambah Mama Deeva yang membuat Aleta mengibaskan gaunnya.
"tentu saja, aku memang cantik. Apalagi saat memakai gaun yang diberi oleh suamiku," ucap Aleta dengan bangga, dia sampai membusungkan dadanya saat mengucapkannya.
Mama Deeva yang awalnya tulus memuji kecantikan sang putri mendadak jadi kesal saat melihat kesombongan Aleta yang jelas menurun dari sifatnya sendiri.
"apa semua sudah siap?" tanya Agra yang baru menyembulkan diri ke dalam kamarnya. Dia melihat penampilan Aleta dari atas sampai bawah yang tampak sangat memukau dimatanya.
"suamiku, apa hari ini aku cantik?" tanya Aleta sembari memeluk Agra, Agra lalu mendaratkan kecupan dikening sang istri sembari menganggukkan kepalanya. Agra melihat ke arah bibir Aleta yang sangat menggoda, pasalnya saat ini dia menggunakan lipstik berwarna merah cerah membuat tampilannya sangat seksi dan menawan.
Agra semakin memajukan wajahnya untuk mengecup bibir Aleta, dan Aleta sendiri juga sudah bersiap untuk ciuman Agra.
"Sadarlah wahai kalian anak muda, kami masih ada dikamar ini!" Mama Lena menarik kerah kemeja Agra dari belakang membuat Agra membatalkan pendaratan bibirnya.
Aleta hanya menundukkan wajahnya karna malu, bisa-bisanya dia tidak ingat kalau masih ada kedua mamanya di kamar mereka.
"tempatnya kan pas, di dalam kamar," gumam Aleta yang hanya bisa didengar oleh Agra membuat lelaki itu tersenyum tipis.
Semua persiapan sudah selesai, mereka berangkat bersama-sama untuk menuju tempat di mana Aleta menempuh pendidikan.
Universitas X
Para Mahasiswa dan Mahasiswi yang akan diwisuda telah berkumpul di gedung yang akan menjadi saksi akhir dari pendidikan mereka, namun pada kenyataannya semua itu hanyalah awal bagi mereka untuk terjun langsung kedunia kerja.
Keluarga Winandra dan keluarga Mahesa mendapat tempat khusus untuk melihat Aleta, semua sudah disiapkan dengan baik oleh sekretaris Felix. Hari ini pria itu ikut juga meramaikan acara Aleta, walau Agra terlihat cemburu namun karna desakan sang istri maka saat ini Felix berada bersama mereka.
Acara demi acara telah dilaksanakan, tibalah saat-saat yang paling mendebarkan bagi semua wisudawan yang ada digedung itu. Satu persatu nama mereka dipanggil untuk pemindahan tali toga yang ada di atas topi toga yang dipakai oleh seluruh wisudawan.
Pemindahan tali toga dari kiri ke kanan sangatlah bermakna, diharapkan agar para wisudawan dapat bersaing dengan baik dalam dunia kerja dan mendapat kesuksesan dalam karir masing-masing.
Semua keluarga sibuk mengabadikan momen sakral itu, begitu juga dengan keluarga besar Aleta yang sudah menyiapkan kamera khusus untuk merekam sekaligus memotret momen itu.
__ADS_1
Setelah selesai pemindahan tali toga, semua acara telah selesai dilaksanakan. Mc acara menutup acara pada hari itu, namun tiba-tiba Rektor dari Universitas X meminta untuk bicara.
"sekali lagi saya ucapkan pada semua wisudawan dan wisudawati yang sudah berhasil menyelesaikan pendidikan kalian, kami berharap semoga kalian semua mendapat kesuksesan dalam berkarir," ucap Rektor tersebut dengan tersenyum
"Saya juga ingin menyampaikan terima kasih banyak pada semua tamu yang hadir, terutama untuk keluarga besar Mahesa dan juga Winandra yang bersedia hadir di Universitas ini." Dia menundukkan kepalanya ke arah keluarga besar Aleta
"Saya ingin mengundang tamu kehormatan saya untuk naik ke atas podium, saya persilahkan kepada tuan Agra Mahesa." Dia mempersilahkan Agra untuk memberi kata sambutan bagi semua orang yang berada di tempat itu.
Dengan gagah, Agra bangkit dari duduknya dan berjalan naik ke atas podium membuat semua kaum wanita yang melihatnya bersorak histeris karna ketampanan Agra yang begitu menyejukkan mata.
Aleta sendiri tidak bisa menutup keterkejutannya, matanya membulat sempurna dengan mulut terbuka lebar saat menyaksikan Agra naik ke atas podium.
"suamimu memang luar biasa," seru Lusi yang jug terpesona dengan wajah Agra.
"Terima kasih saya ucapkan untuk Bapak Rektor yang telah memberi kesempatan pada saya untuk memberi sedikit kata sambutan di hadapan semua orang." Agra menerbitkan senyuman tipis dibibirnya membuat suasana semakin menggila.
"Saya mengucapkan selamat untuk semua mahasiswa yang telah diwisuda hari ini. Besar harapan saya agar kalian semua dapat bersaing dalam dunia kerja sesuai dengan keahlian kalian masing-masing." Agra sekilas menarik napas sebelum melanjutkan ucapannya.
"Saya juga ingin mengucapkan sesuatu untuk seseorang yang sangat istimewa, dia juga ada di antara kalian saat ini." Suasana yang tadinya ramai mendadak jadi hening saat mendengar apa yang Agra ucapkan, semua wanita yang ada di tempat itu mulai celingukan untuk mencari manusia yang dimaksud istimewa oleh Agra.
Aleta benar-benar merasa terkejut saat mendengar apa yang Agra ucapkan, dia menatap wajah Agra yang juga sedang menatapnya.
"apakah orang itu adalah aku?" Aleta mulai menduga-duga.
"istriku, dengarkanlah!"
Deg, deg, deg jantung Aleta terasa berdegup kencang seolah ingin meloncat keluar dari rongga dadanya.
•
•
•
TBC.
Terima kasih buat yang udah baca 😘
__ADS_1
Mampir juga yuk ke karya teman othor, dijamin keren dan seru buat baca 😍