Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 7. Mahesh Company


__ADS_3

Pagi ini, Dareen dan papanya tengah bersiap untuk pergi ke Mahesh Company. sekretaris Dareen sudah membuat janji dengan pimpinan perusahaan itu untuk bertemu pada jam 9 pagi.


"bagaimana jika dia tidak mau membantu kita ?" papa Arsen sudah mulai putus asa. selama seminggu ini tidak ada perkembangan yang baik pada perusahaan. saham pun terus menurun membuat kepalanya ikut turun. maksudnya darah tingginya ya yang turun.


"kita akan berusaha pa. papa tidak usah khawatir." ucap Dareen. kemudian mereka segera berangkat menuju perusahaan itu.


Selama diperjalanan, Dareen dan papanya membaca semua informasi tentang Mahesh Company beserta para petinggi-petinggi diperusahaan itu.


"pemimpinnya ternyata masih muda." ucap papa Arsen saat membaca informasi tentang CEO diperusahaan Mahesh.


"benar. dia memang masih muda tapi keahliannya sudah diakui dunia." ucap Dareen.


Mahesh Company adalah salah satu perusahaan besar dinegara itu. mereka bergerak dibidang properti dan juga perhotelan yang cabang nya sudah tersebar bahkan sampai luar negri. dan sekarang perusahaan itu dipimpin oleh generasi ketiga setelah ayahnya wafat.


Mahesh Company terus berkembang pesat sejak dipimpin oleh nya. bahkan perusahaan itu mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing. karna sepak terjangnya ini lah yang membuat sosoknya sangat dihormati walau masih berusia 28 tahun.


Dia terkenal disiplin dan sangat profesional dalam hal pekerjaan. dia tidak suka jika ada sedikit saja kesalahan yang mengganggu pekerjaannya. tapi dia adalah orang yang baik dan juga tidak sombong. walau jarang sekali orang yang melihat dia banyak bicara.


Mobil yang dikemudikan Dareen telah sampai diperusahaan Mahesh. dia dan papanya segera masuk dan mendekat ke arah resepsionist. kemudian resepsionist segera mengantar mereka keruangan dimana bos nya berada.


"selamat pagi tuan." sapa Felix. sekretaris pribadi Agra.


"selamat pagi kembali tuan Felix." balas Dareen.


Kemudian Felix segera membawa mereka untuk bertemu dengan tuannya yang sudah menunggu kedatangan mereka.


"selamat pagi tuan Agra." sapa Dareen dan papa Arsen.

__ADS_1


"selamat pagi. silahkan duduk." jawab Agra.


Dareen dan papanya segera duduk dihadapan Agra. Felix juga terlihat bergabung bersama mereka.


"maaf mengganggu waktu anda tuan." ucap Dareen membuka obrolan mereka.


"tidak papa. jadi apa yang ingin kalian bicarakan ?" tanya Agra. dia memang orang yang langsung berbicara pada intinya.


"kami ingin menunjukkan proposal ini pada tuan. dan berharap semoga tuan mau menjadi investor dan membantu perusahaan kami." jawab Dareen sambil menyerahkan dokumen yang tadi dibawanya.


Agra menerima dokumen itu dan membacanya. Felix juga mendapat jatah dari papa arsen. Agra terlihat fokus saat membacanya begitu pula dengan Felix. sedangkan Dareen dan papanya sudah harap-harap cemas menunggu keputusan dari Agra.


"saya tidak bisa menjadi investor diperusahaan kalian." ucap Agra sambil meletakkan dokumen itu keatas meja.


Mendadak Dareen dan papanya menjadi lemas. hilang sudah semangat mereka mendapat bantuan dari Agra.


"perusahaan kalian itu seharusnya sudah ditutup." jawab Agra.


"bagaimana mungkin kalian mengelola perusahaan seperti itu. bahkan keuangannya saja tidak jelas." tambah Agra tajam.


Dareen dan papanya hanya diam mendengar apa yang diucapkan Agra. mereka tidak membangahnya sama sekali.


"apa kalian tau kalau kalian pernah melakukan one prestasi ?" tanya Agra.


"apa ?" Dareen dan papanya terkejut mendengar pertanyaan Agra.


"bahkan kalian sendiri tidak sadar kalau ada salah satu pekerja kalian yang melakukan kecurangan. lalu bagaimana mungkin aku bergabung dengan perusahaan kalian ?" tanya Agra telak menancap dijantung Dareen dan papanya.

__ADS_1


"tapi tuan, kami akan memperbaiki semuanya. saya mohon beri kami kesempatan. sekali saja." Dareen memohon pada Agra untuk membantu mereka.


Terlihat Agra memikirkan ucapan Dareen. memang tidak ada salahnya kalau dia menolong mereka, dan sudah jelas dia bisa mengatasi permasalahan yang sedang terjadi di perusahaan itu. tapi masalahnya, kenapa dia harus repot-repot melakukan itu. mendapat untung pun tidak akan banyak. (dasar sombong 😒)


"maaf. saya tidak bisa membantu." Agra tetap tidak ingin direpotkan oleh mereka.


"tuan. saya mohon..." papa Arsen sampai bersimpuh dihadapan Agra untuk memohon belas kasihan darinya.


Agra langsung berdiri dari duduknya. dia merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan papa Arsen.


"keputusan saya tetap sama. saya tidak akan membantu kalian. tapi kalau boleh saya akan memberi saran. lebih baik kalian tutup perusahaan itu. dan jika kalian mendirikan perusahaan baru, maka saya siap membantu kalian." ucap Agra sambil meninggalkan mereka dan keluar dari ruangannya.


"papa, bangunlah..." Dareen membantu papa Arsen untuk bangun. mereka sudah tidak bisa lagi membujuk Agra untuk menolong mereka.


"tuan. maaf jika menyinggung perasaan kalian, tapi apa yang dikatakan tuan Agra adalah benar." tambah Felix. dia juga merasa lebih baik kalau perusahaan itu ditutup saja.


Tanpa menjawab perkataan Felix, papa Arsen pergi meninggalkan ruangan itu diikuti oleh Dareen dibelakangnya.


Sedangkan Agra sendiri memperhatikan mereka dari kejauhan.


"dasar bodoh. percuma kalian terus bertahan diperusahaan itu kalau musuh kalian sendiri ada didalamnya." gumam Agra sambil berjalan kembali kedalam ruangannya.


Dareen dan papanya kembali keperusahaan mereka dengan perasaan sedih. mereka sudah berusaha sebaik mungkin untuk perusahaan yang diwariskan oleh orangtua papa Arsen.


Papa Arsen tidak mau jerih payah ayahnya dulu harus kandas sampai disini. hanya perusahaan inilah satu-satunya peninggalan dari orangtuanya.


☆☆☆

__ADS_1


Terima kasih untuk kalian yang sudah membaca 😘


__ADS_2