
Aleta tampak terkejut saat melihat Margaret, begitu juga dengan Margaret yang langsung terlihat salah tingkah karna tidak menyangka akan bertemu dengan Aleta di pesta itu.
Karna tidak mau membuat keributan, Aleta segera berbalik untuk menghindar dari Margaret.
"Tu-tunggu Aleta, aku ingin bicara." Margaret menahan tangan Aleta yang sudah beberapa lengkah menjauh darinya.
Aleta menepis tangannya, "apa yang ingin kau bicarakan padaku?" tanyanya tanpa basa basi.
"a-aku ingin meminta ma-maaf," lirih Margaret. Dia meremas jemari tangannya yang sudah di basahi keringat seraya menundukkan kepalanya.
Aleta mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti kenapa Margaret meminta maaf padanya. Karna suasana yang ramai, Aleta mengajak Margaret untuk menjauh dari keramaian itu karna melihat keadaan Margaret yang terlihat menyedihkan.
"ada apa sebenarnya?" tanya Aleta lagi. Setelah menikah dengan Agra, dia tidak pernah lagi mendengar kabar Margaret. Karna itulah Aleta terkejut saat melihatnya, apalagi sekarang wanita itu malah meminta maaf, membuatnya semakin dilanda kebingungan.
"aku ingin minta maaf untuk semua yang telah aku lakukan," ucap Margaret dengan sekali tarikan napas, dia terlihat lega saat bisa meminta maaf langsung pada Aleta.
"maaf apa yang kau maksud?" tiba-tiba suara Agra mengagetkan mereka yang tengah larut dalam suasana. Dia yang tadi tidak melihat keberadaan Aleta langsung mencarinya, dan ternyata istrinya itu sedang bersama dengan mantan kekasihnya.
"kau, kenapa ke sini?" tanya Aleta seraya menghunuskan tatapan tajamnya pada Agra. Tapi laki-laki itu tidak peduli, dia mendekat dan memeluk Aleta di hadapan mantan kekasihnya.
Margaret tersenyum kecut saat melihatnya, jujur saja hatinya masih terasa sakit saat melihat mereka. Namun dia tetap berusaha untuk tenang, karna dia sudah mengikhlaskan Agra untuk perempuan lain.
"aku minta maaf karna sudah mengganggu kalian waktu itu," ucap Margaret. Sebenarnya dia tidak salah apapun, dia memang pantas melakukan hal itu pada seorang pria yang dengan teganya mencampakkan nya begitu saja.
Terlebih lagi mengetahui fakta bahwa pria yang dia cintai tidak pernah mencintainya, betapa sakit dan hancur perasaannya saat itu. Dia hanya menuntut keadilan untuknya, hingga tanpa sadar dia terbawa emosi dan hampir saja mencelakai Aleta.
"aku juga minta maaf untuk tindakanku malam itu, aku yang telah menculik Aleta pada malam pertunangan kalian,"
"apa!" teriak Agra dan Aleta bersamaan sementara Margaret semakin menundukkan kepalanya, rasa penyesalan membuatnya berani untuk mengakui hal tersebut.
__ADS_1
"kau-"
"Tenangkan dirimu." Aleta menahan tubuh Agra yang sudah akan mendekat ke arah Margaret.
"kenapa kau melakukan itu?" tanya Aleta dengan gemetar, dia kembali mengingat penculikan yang terjadi padanya.
"ak-aku aku sangat membencimu, aku tidak mau melihatmu menikah dengannya. Aku aku salah, maafkan aku," Margaret sudah berlinangan air mata, dia benar-benar menyesal telah melakukan semua itu.
Rasa sakit, benci dan kecewa membuatnya gelap mata, dan melakukan berbagai macam cara untuk memisahkan mereka berdua. Sampai keadaan terus memaksanya untuk mengikhlaskan segala yang telah terjadi.
"beraninya kau melakukan itu!" teriakan Agra membuat beberapa orang yang melintas menghentikan langkah, dan langsung melihat ke arah mereka.
Aleta berusaha untuk menenangkan Agra, dia juga sebenarnya sangat marah pada wanita itu. Apalagi dia sendiri yang mengalaminya, membuat mentalnya sedikit tertekan. Namun dia juga mengasihani wanita itu, wanita yang sudah dia sakiti.
Aleta menghamburkan dirinya ke tubuh Margaret dan memeluknya dengan erat, sementara Margaret yang tidak menyangka akan di peluk oleh Aleta hanya bisa diam dengan tatapan kosong.
"maafkan aku, maafkan aku," berulang kali Aleta mengucapkan kata maaf seraya menangis di pelukan Margaret, seumur hidupnya baru kali ini dia menyesali semua perbuatannya. Perbuatan yang telah menyakiti dan menyiksa kehidupan orang lain.
Margaret kembali mendapat kesadarannya saat merasakan tubuh Aleta yang bergetar saat memeluknya. Dia langsung merengkuh tubuh gadis kecil itu, mereka larut dalam kesedihan meratapi takdir yang telah terjadi pada mereka.
Tangis pilu terdengar dari dua orang wanita yang sama-sama merasakan sakit. Sakit karna di celakai dan sakit karna di khianati, semua perasaan berbaur jadi satu.
Tak ubahnya seperti perputaran waktu, yang membuat adanya siang dan malam. Begitu juga hidup, kadang kala terasa gelap dan hitam, namun terkadang juga terasa cerah dan bahagia.
Margaret menghentikan tangisannya, dia mulai merenggangkan pelukan mereka membuat Aleta juga melepaskan pelukannya.
Mereka saling pandang, seakan-akan saling mengerti dengan perasaan yang sedang mereka alami.
"Aleta, rasa benci dan sakit telah menutup mataku. Aku menyakiti gadis muda yang sebenarnya tidak pantas untuk aku sakiti. Aku menghancurkan harga diriku sendiri demi mengemis cinta pada lelaki yang tidak pernah aku cintai,"
__ADS_1
Margaret menarik napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya.
"aku mohon maafkan aku, perbuatanku sangatlah buruk. Aku bahkan malu untuk hanya sekedar bertemu denganmu, namun rasa sesak yang bersarang dihatiku memaksaku untuk meminta maaf padamu. jadi aku mohon, maafkan lah aku," Margaret berkata dengan sendu, bahkan air mata juga masih mengalir di wajahnya.
"tidak, semua adalah kesalahanku. Keegoisanku membuat hatimu terluka. Aku merampas cinta yang sedang kau perjuangkan dengan susah payah, aku merenggut semua harapan yang coba kau wujudkan. Maafkan aku kak, maafkan aku," Aleta memundukkan kepalanya dalam, dia merasa tidak pantas di sebut sebagai wanita, karna dengan teganya dia menyakiti wanita lain dan merebut kebahagiaannya. Dia benar-benar merasa tidak pantas.
"Margaret," Agra yang sedari tadi diam memilih angkat bicara, dia juga harus memohon pengampunan dari Margaret. Masa lalunya telah banyak melukai hati wanita itu, hingga tidak memberi celah padanya untuk masuk dalam hati Agra.
Namun semua berubah ketika Agra bersama Aleta, perasaan yang terus menghantuinya perlahan menghilang. Bahkan saat ini hatinya di penuhi oleh istri kecilnya itu, membuatnya yakin bahwa dia kini telah sangat mencintai Aleta.
"aku juga ingin meminta maaf padamu, kesalahanku sangatlah besar. Maaf karna tidak bisa membalas perasaan cinta yang telah kau berikan dengan tulus padaku. Aku berdo'a semoga kau mendapatkan kebahagiaan bersama lelaki yang nantinya akan sangat mencintaimu," Agra melanjutkan ucapannya membuat Margaret dan Aleta merasa terkejut. Mereka tidak menyangka kalau pria sekeras Agra akan meminta maaf seperti itu.
Margaret menerbitkan senyum indah di wajahnya, hatinya merasa lega atas apa yang terjadi malam ini. Walau dia belum sepenuhnya melupakan Agra, namun hatinya benar-benar sudah ikhlas melepas lelaki yang sangat dia cintai.
"hiduplah dengan bahagia," ucap Margaret dengan tulus.
"kakak juga, maukah kakak berteman denganku?" Aleta menatap Margaret dengan berkaca-kaca.
Dengan cepat Margaret menganggukkan kepalanya, "tentu saja mau, tapi sebagai syaratnya kalian harus mencarikan lelaki yang baik untukku," kelakar Margaret yang langsung di sambut dengan tawa oleh Agra dan juga Aleta.
•
•
•
TBC.
serius othor sedih di bagian ini 🥺 gimana dengan kalian sayang* othor 🥰
__ADS_1
Yuk kasi Like dan Komen yg banyak, VOTE sama hadiahnya juga ya tayang 🥰
Terima kasih buat yang udah baca 😘