
Aleta memperhatikan Agra dan Margaret yang duduk di sudut ruangan. tangannya mengepal kuat melihat pemandangan itu, dia merasa tidak terima kalau calon suaminya makan dengan perempuan lain.
Aleta melangkahkan kakinya mendekat ke arah mereka, namun cekalan tangan seseorang menghentikannya yang sudah hampir dekat dengan mereka.
"Aleta, mau kemana kamu?" tanya Egi, dia memegang erat tangan Aleta.
"lepas, aku mau datangi mereka," ucap Aleta sembari berusaha melepas pegangan tangan Egi.
"ini restaurant, jangan bikin keributan di sini." Egi memperingatinya kalau saat ini mereka sedang berada di keramaian.
"tenang saja, aku gak akan bikin keributan kok," jawab Aleta santai. tapi Egi tetap tidak melepaskan cekalan tangannya.
"udah lepasin aja," ucap Lusi sembari melepaskan tangan Aleta. dia sangat senang kalau melihat Aleta baku hantam. 😁
Aleta segera melanjutkan langkah kakinya menuju tampat di mana Agra berada.
"tuan, anda sedang makan di sini juga ?" ucap Aleta pada mereka. Agra dan Margaret langsung melihat ke arahnya. betapa kagetnya Agra melihat rubah licik itu ada di tempat itu juga.
"apa yang kau lakukan di sini ?" tanya Agra sambil berdiri dari duduknya. Margaret pun ikut berdiri saat melihat Agra.
"aku sedang makan, tuh sama teman-teman." tunjuk Aleta pada temannya yang tidak jauh dari tempat mereka.
"kau kan yang nabrak aku waktu itu," seru Margaret. dia masih ingat dengan gadis yang mengatai pacarnya bisu.
"benar mbak, tapi apa yang mbak lakukan dengan calon suami ku," ucap Aleta tiba-tiba. ucapannya itu langsung membuat Agra dan Margaret membulatkan mata mereka.
"apa kau bilang, calon suami?" teriak Margaret. restaurant yang tadinya ramai berubah menjadi sunyi karna teriakan nya, dan membuat semua mata langsung melihat ke arah mereka.
Aleta menganggukkan kepalanya menjawab teriakan dari Margaret sedangkan Agra hanya diam di tempatnya.
"kau jangan ngomong sembarangan ya, dia itu kekasihku," ucap Margaret dengan emosi yang sudah meletup-letup.
"dia itu calon suamiku mbak," Aleta tetap bersikukuh mengatakan kalau Agra adalah calon suaminya. dia bahkan mengatakannya dengan tenang dan santai.
__ADS_1
Semua yang berada di tempat itu mulai bisik-bisik tetangga. mereka seperti sedang melihat sinetron tentang perebutan seorang pria.
"apa yang dilakukan rubah licik ini?" Agra masih terus melihat apa yang di lakukan Aleta.
"tutup mulutmu !" teriak Margaret. dia benar-benar di buat emosi oleh gadis kecil itu.
Tak berselang lama datanglah Manager restaurant yang mendekat ke arah mereka.
"maaf nona, tolong jangan bertengkar di tempat ini. anda mengganggu kenyamanan pelanggan kami yang lain," ucap Manager itu.
"mengganggu apa, lihat mereka semua menikmatinya kok," celetuk Lusi sambil menunjuk ke arah semua orang yang memang terlihat menikmati pertunjukan mereka sembari memakan popcron. 🤭
"maaf nona, saya mohon jangan membuat kegaduhan," ucap Manager itu lagi.
"hiks hiks lihat lah teman-temanku, calon suamiku makan dengan perempuan lain. betapa sakitnya hatiku, hiks hiks...," Aleta mulai memainkan drama tangisannya. sungguh dia memang benar-benar pandai berpura-pura.
Melihat itu Margaret semakin murka, dia menghempaskan kursi yang ada dihadapannya dan mendekat ke arah Aleta.
"kau...," Margaret tidak dapat melanjutkan ucapannya karna Agra menarik tangannya dan membawanya keluar dari restaurant itu.
Aleta yang melihat mereka berdua pergi merasa senang, kemudian mereka kembali duduk di kursi semula setelah selesai menampilkan pertunjukan mereka.
"Ale, kau benar-benar hebat." puji Lusi sambil memberikan jempolnya.
"hebat apanya, kau gak lihat kalau perempuan itu marah sampai kayak gitu. dia pasti benar-benar mencintai Agra," ucap Egi.
Mendengar ucapan Egi membuat Aleta terdiam. tiba-tiba hatinya merasa bersalah karna telah merebut Agra dari kekasihnya, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan perusahaan keluarganya.
"sudahlah, toh mereka belum menikahkan. mungkin memang mereka belum jodoh," ucap Lusi sembari melirik ke arah Aleta. dia tau kalau temannya itu pasti memikirkan apa yang di ucapkan Egi tadi.
Aleta memang orang yang ceria dan suka berbuat onar, dia juga suka menggoda dan mengganggu orang lain. tapi dibalik sifatnya itu, Aleta adalah pribadi yang baik dan suka menolong. dia juga mempunyai hati yang lembut dan tidak tegaan terhadap orang lain.
Setelah selesai menikmati makanan, Aleta dan teman-temannya kembali ke kampus mereka. mereka harus melanjutkan pelajaran sampai sore hari.
__ADS_1
Pada saat yang sama, Agra dan Margaret masih berdiam diri di dalam mobil. Margaret mencoba untuk meredakan emosinya gara-gara perbuatan Aleta sedangkan Agra hanya diam sambil memikirkan sesuatu.
"Agra, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Margaret. dia merasa aneh karna sedari tadi Agra tidak mengatakan apapun.
"gadis itu, akan menikah denganku."
Jedar. bagai terkena sambaran petir di siang hari yang cerah saat mendengar apa yang di katakan oleh Agra. Margaret langsung menatapnya dengan tajam sembari menahan air mata yang sudah akan tumpah dari matanya.
"apa maksudmu, Agra?" tanyanya dengan bibir bergetar.
Agra tidak tau harus mengatakan apa pada Margaret, hatinya merasa bersalah pada wanita itu. tapi dia juga tidak merasakan perasaan apapun saat ini, seolah-olah hatinya telah mati tanpa adanya goresan perasaan yang menghampiri.
"kenapa kau diam ? katakan Agra, katakan apa maksudmu !" teriak Margaret. tangannya sudah mengepal kuat dengan deraian air mata yang terjun bebas di wajah cantiknya.
"dengar Margaret, aku rasa hubungan kita cukup sampai di...,"
"tidak, aku tidak mau mendengarnya," potong Margaret. dia tidak ingin mendengar ucapan yang keluar dari mulut Agra.
"aku tidak akan membiarkannya, kau hanya milikku. sampai mati hanya milikku." brak. Margaret menutup pintu mobil Agra dengan sangat kencang. untung saja itu mobil mahal dan limited edition sehingga pintunya sangat kuat, jika tidak mungkin sudah terhempas keluar sana.
Agra mengacak rambutnya frustasi, bisa-bisanya dia berada dalam posisi seperti ini. dia yang tidak ingin berhubungan dengan wanita malah terjebak dalam 2 orang wanita sekaligus. niat hati ingin menggunakan Margaret untuk melupakan masa lalunya, malah tidak berhasil dan mendatangkan masalah yang baru untuknya, membuat kepalanya berdenyut sakit.
"Aleta..., kau lihat saja pembalasanku," gerutu Agra.
•
•
**tbc.
uuh jahatnya kau babang Agra karna sudah memanfaatkan Margaret, lihat saja nanti kau sendiri yang akan menerima balasannya.
dan bersiaplah kau Aleta, babang Agra akan membalas dendam padamu 🤣**
__ADS_1
Terima kasih buat yang udah baca 😘