
Setelah meninggalkan Aleta dirumah Papa Arsen, Agra segera melajukan mobilnya ke suatu tempat. Tangan sebelah kanan memegang stir sedangkan tangan yang satunya lagi sibuk mencari nama Felix diponselnya. Setelah dapat, dia menekan tombol hijau untuk menelpon sekretarisnya itu.
"iya tuan" jawab Felix disebrang telpon.
"Datang ke Rumah sakit X saat ini juga!" Tut, Agra langsung mematikan panggilan telponnya saat sudah memberi perintah pada Felix. Mereka harus segera sampai ke rumah sakit untuk mengecek CCTV yang ada di sana.
Dia semakin menekan pedal gasnya untuk menambah laju mobilnya.
"kau lihat saja Devo, hari ini aku akan menemukanmu walau diujung dunia sekalipun!" geramnya sembari mengepalkan tangan.
Beberapa jam sebelumnya...
Agra yang saat itu sedang berjalan ke arah mobilnya menghentikan langkah saat ponselnya berbunyi. Dia segera mengambilnya dari saku jas, dan melihat siapa yang mengirim pesan padanya.
Mata Agra membulat sempurna saat melihat beberapa foto yang memperlihatkan istrinya sedang berbicara dengan seorang pria, dan pria itu adalah pria yang selama ini dia cari.
Hatinya terasa panas karna terbakar emosi dengan apa yang dia lihat, dia langsung masuk ke dalam mobil dan berlalu menuju tempat di mana Aleta berada.
Flashback end.
Mobil yang Agra kendarai sudah sampai ke Rumah sakit, tanpa menunggu kedatangan Felix, dia segera masuk dan menemui Ricky.
Agra mencari Ricky keruangannya, namun lelaki itu tidak ada ditempat. Lalu seorang perawat memberitahukan kalau saat ini Ricky sedang berada diruangan pasiennya, lalu Agra beranjak pergi keruangan yang dimaksud perawat tadi.
Brak, Agra membuka pintu ruangan dengan sedikit keras membuat dua orang yang ada didalamnya terjingkat kaget.
"loh, Agra!" ucap Ricky saat melihat Agra masuk ke dalam ruangan itu.
"Ricky, ikut aku!" perintah Agra pada Ricky yang saat ini sedang menatapnya dengan bingung. Namun dia segera bangkit dan mengikuti langkah temannya itu.
"tunggu!" seorang pria paruh baya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ayah Dion menghentikan langkah Agra yang sudah mencapai pintu, dia menatap Agra dengan sayu.
Agra hanya memiringkan tubuhnya untuk melihat ke arah pria yang tadi menahannya, dia mengerutkan kening saat wajah pria paruh baya itu mirip dengan seseorang.
Sementara Ayah Dion menatap Agra dengan rasa bersalah, karna dialah sosok yang selama ini selaku disakiti oleh sang putra.
"apa saya bisa berbicara dengan anda?" tanya Ayah Dion, entah apa yang sedang dia lakukan, yang pasti Ayah Dion ingin sekali meminta maaf pada lelaki itu.
__ADS_1
Ricky yang sudah tau identitas Ayah Dion terjingkat kaget saat lelaki paruh baya itu menghentikan Agra, dia sudah harap-harap cemas kalau Ayah Dion akan mengatakan yang sebenarnya pada Agra.
"apa anda mengenal saya?" tanya Agra, dia merasa tidak pernah berhubungan dengan pria paruh baya itu.
"saya-"
"Agra, lebih baik kita segera pergi. Bukannya ada sesuatu yang harus kau kerjakan?" Ricky memotong ucapan Ayah Dion agar lelaki itu tidak membongkar identitasnya, dia lalu menggelengkan kepalanya pada Ayah Dion untuk menghentikan apa yang coba lelaki lakukan.
Agra lalu meninggalkan pria paruh baya itu tanpa mengucapkan sepatah katapun, saat ini yang paling penting adalah menukan keberadaan Devo.
"temani aku untuk mengecek seluruh CCTV yang ada dirumah sakit ini," ucap Agra sembari berjalan keruangan di mana tempat pengawasan berada.
Ricky menghentikan langkah kakinya, "untuk apa?"
"aku melihat Devo berkeliaran dirumah sakit ini,"
Ricky menegang ditempatnya mendengar apa yang Agra katakan, perasaannya mulai dihinggapi rasa cemas dan gelisah.
"apa dia sudah mengetahui sesuatu?" Ricky mulai menduga-duga.
"untuk apa dia berkeliaran di sini?" tanya Ricky yang mencoba untuk mengalihkan perhatian.
Sekarang bukanlah saat yang tepat untuk Agra mengetahui semuanya, karna Felix sedang mencari cara Agar bisa membawa Devo kehadapan Agra tanpa merusak semuanya.
Agra tidak menjawab apa yang Ricky tanyakan, dia berjalan cepat ke ruangan yang sudah tampak di depan mata.
Namun sebelum masuk ke ruangan , Agra terlebih dulu menelpon Rezie untuk datang ke Rumah sakit itu. Rezie adalah orang yang paling ahli dalam dunia cyber, bahkan dialah yang waktu itu menguak perselingkuhan serta kecurangan yang telah Devo lakukan.
Ricky semakin merasa tidak tenang, dia ingin sekali menghubungi Felix saat ini. Namun Agra berada tepat di sampingnya, jangankan untuk menelpon, bahkan untuk bernapas saja rasanya dia sudah tidak bisa.
"kalau sampai Agra mengetahuinya, bukan hanya Felix yang akan dia benci, melainkan aku dan juga Aleta." Ricky sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi.
Tak berselang lama, datanglah Felix ke tempat di mana Agra berada. Ricky langsung melihat ke arah lelaki itu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Felix, periksa semua CCTV yang ada ditempat ini, pastikan kalau kau menemukan bajingan itu!" perintah Agra dengan tajam.
"ada apa Agra? kenapa kau menyuruhu ke sini?" tiba-tiba Rezie datang dengan wajah yang tidak seperti biasanya.
__ADS_1
"kau, ada apa dengan wajahmu?" tanya Agra yang terkejut melihat wajah Rezie yang dipenuhi oleh luka lebam, bahkan sudut bibirnya tampak terluka. Begitu juga dengan Ricky dan Felix yang melihat ke arah wajahnya tanpa berkedip.
"aku sedang ketiban sial!" jawab Rezie sembari mengingat kejadian naas yang dia alami 2 hari yang lalu.
"lupakan tentang aku, kenapa kau menyuruhku ke sini?" tanyanya lagi.
Kemudian Agra menceritakan semuanya pada Rezie, dan dia memerintahkan lelaki itu untuk mengikuti jejak Devo dari Rumah sakit ini.
"tidak perlu Tuan, saya tahu di mana dia berada,"
Sontak semua orang langsung melihat ke arah Felix, terutama Agra yang langsung menatapnya penuh tanda tanya.
"kalau begitu, untuk apa lagi kita di sini? ayo!" ajak Rezie penuh semangat, sementara Ricky melihat ke arah Felix yang sedang menundukkan kepalanya.
"tidak sekarang Tuan, saya akan membawa anda menemuinya malam ini," ucap Felix dengan pelan.
Agra yang sudah membalikkn tubuhnya mendadak kaku, otaknya sedang mencerna apa yang tadi dikatakan oleh Felix.
"kau bilang apa?" tanya Agra sembari membalikkan lagi tubuhnya, sementara Ricky hanya diam di sudut ruangan.
"kenapa aku harus menemuinya nanti malam? hah!" teriakan Agra menggema diseluruh ruangan itu, Rezie yang berada tepat di samping Agra terjingkat kaget dengan jantung berdebar keras.
"karna saat ini, saya sedang-"
Grep, Agra langsung mencengkram kerah kemeja Felix sampai tubuh lelaki itu menghantam dinding.
"kenapa? kenapa kau tau semua itu?" tanya Agra tanpa melepaskan cengkraman tangannya, Rezie yang tidak tau apa-apa melihat ke arah Ricky yang hanya bisa diam saat melihat itu.
"karna saya adalah kakaknya, Tuan,"
•
•
•
TBC.
__ADS_1
Terima kasih buat yang udah baca 😘
Mampir juga yuk ke karya terbaru othor 🥰