Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab.11. Persiapan Bertempur


__ADS_3

Segala persiapan tempur sudah diselesaikan oleh Aleta. setelah melakukan perawatan, Aleta bergegas menuju ke sebuah butik untuk membeli pakaian yang besok akan dia pakai.


"mbak mbak..." panggilnya pada karyawan dibutik itu. dengan sigap seorang wanita datang menghampirinya.


"menurut mbak, pakaian apa yang cocok untuk menarik lelaki ?" tanyanya pada wanita itu. sedangkan wanita itu terlihat bingung dengan pakaian yang dimaksud oleh pelanggannya.


"oh. sebentar ya mbak." ucap karyawan butik pada Aleta. sepertinya dia sudah menemukan pakaian yang cocok sesuai dengan apa yang pelanggannya inginkan.


Aleta duduk disofa dengan sabar menunggu sambil matanya melihat kesana kemari. tak lama wanita tadi menghampiri Aleta dengan membawa beberapa pakaian untuknya.


"hah. apa ini ?" tanya Aleta saat memperhatikan gaun yang dipegangnya. gaun tanpa lengan itu berwarna hitam transparan. belahan dadanya panjang kebawah dengan rumbai disetiap sisinya.


"itu gaun malam yang paling bagus di butik ini mbak." jawab wanita itu.


"gaun malam ? apa aku harus pakai ini untuk menemui Agra ?" Aleta memutar gaun itu untuk melihat lebih detail.


Tapi setelah dilihat-lihat kok kayaknya tidak cocok. masa dia ke perusahaan pakai gaun transparan seperti itu.


"gaun malam itu sangat tepat untuk menarik lelaki mbak. dia pasti akan tergoda." tambah wanita itu.


"tunggu. aku kan bukan mau menggodanya." pikir Aleta.


"mbak. saya mau ke perusahaan. masak pakai gaun malam ini." ucap Aleta. kening wanita itu berkerut dalam. dia sedang sangat berkerja keras untuk memahami maksud gadis yang ada dihadapannya.


"emm apa mbak mau melakukannya diperusahaan ?" tanya wanita itu ambigu.


"tentu saja." Aleta menjawab dengan cepat.


hebat juga gadis ini pikir wanita itu.


sepertinya mereka sedang tidak nyambung satu dengan yang lainnya.


"aku mau pakaian kantoran aja deh mbak. gak mau pakai ini." Aleta menyerahkan gaun malam itu padanya.

__ADS_1


"eeh tapi ini lebih menjanjikan loh mbak." ucapnya meyakinkan. Aleta hanya menggelengkan kepalanya saja. dia tidak mau dengan gaun itu.


Kemudian wanita itu kembali mencari pakaian sesuai dengan apa yang Aleta mau. 2 pakaian kantoran lengkap dengan rok selutut diberikan padanya.


Aleta mencoba kedua pakaian itu dan langsung membelinya. dia terpukau dengan dirinya sendiri yang selalu cantik memakai pakaian apapun. 😒


Setelah selesai membeli pakaian, Aleta memutuskan untuk pulang. semua persiapannya sudah lengkap. dia harus membuat Agra setuju untuk menolong perusahaan papanya.


"dari mana saja kamu Aleta ?" tanya mama Deeva begitu melihat Aleta masuk kedalam rumah.


"dari nyalon mah. udah lama gak perawatan." jawabnya sambil duduk disamping mamanya.


"iya lah kamu memang harus perawatan. buat laki-laki yang udah mencampakkanmu itu menyesal." ucap mama Deeva. sedangkan Aleta hanya tersenyum kecut. bagaimana mungkin dia dicampakkan, pacat saja tidak punya pikirnya.


"kau habis dicampakkan dek ?" tanya Dareen yang ternyata sudah berada dirumah.


"hah. emm yah gitu." Aleta gugup menjawab pertanyaan kakaknya. Aleta langsung menatap mama Deeva dengan tajam. gara-gara mulut mamanya yang bocor keliling dia jadi berada diposisi itu.


"siapa dia ?" tanya Dareen lagi. dia baru tau kalau adiknya punya pacar. dan mirisnya lagi malah sudah dicampakkan.


"duuh udah deh gak usah dibahas." elaknya sambil berjalan menuju kamarnya.


"sejak kapan dia punya pacar ?" tanya Dareen pada mamanya. mama Deeva hanya mengangkat bahunya pertanda tidak tau dan berlalu pergi kearah dapur.


☆☆☆


Keesokan harinya, Aleta sudah siap dengan penampilannya. dia berputar-putar didepan cermin untuk melihat kecantikannya yang cetar membahana. tak lupa Aleta memberi lipstik dibibir merahnya agar lebih menawan.


"tunggu. kalau mama nanya aku harus bilang apa ?" Aleta terlihat memikirkan cara untuk membuat mamanya tidak curiga. apalagi baru kali ini Aleta memakai pakaian kantoran seperti itu.


Setelah berhasil menemukan alasan yang tepat, dia berlalu keluar dari kamarnya. nah kan baru saja keluar Aleta langsung berpapasan dengan mama Deeva yang seperti biasa akan membangunkannya.


"loh. mau kemana pakai pakaian kayak gitu ?" tanya mama Deeva sambil melihat penampilan Aleta dari ujung kaki sampai kepala.

__ADS_1


"itu mah Aleta ada acara dikampus." bohongnya.


"kamu kan jurusan kedokteran Aleta, kenapa pakai pakaian kantoran gini..." ucap mama Deeva. mamanya itu selalu saja bisa menjawab ucapannya.


"yah pokoknya gitu deh ma. aku udah terlambat nih." seru Aleta sambil berlalu pergi meninggalkan mamanya sebelum ada lagi ucapan yang keluar dari bibir mamanya yang **** itu.


Aleta segera masuk kemobilnya untuk menuju ke perusahaan Mahesh. Dia sudah menyiapkan semuanya untuk meyakinkan Agra supaya mau membantunya.


Sesampainya disana, Aleta segera menuju resepsionist. dan mengatakan ingin bertemu dengan Agra Mahesa.


"maaf nona. nona harus membuat janji terlebih dahulu." ucap resepsionist itu. Aleta terus memohon agar diizinkan tapi peraturan tetaplah peraturan. Aleta tetap tidak diizinkan untuk masuk.


Namun tiba-tiba, ada seorang pria paruh baya yang juga ingin bertemu dengan Agra. Aleta harus memanfaatkan pria itu untuk bisa masuk kedalam.


"tuan..." panggilnya sambil mendekat kearah pria itu.


Pria itu langsung menoleh kearah Aleta.


"tuan. tolong bantu saya untuk masuk bersama tuan."pintanya sambil memelas. Aleta berusaha setengah mati untuk memasang wajah imut dan menggemaskan.


"apa yang ingin anda lakukan didalam nona ?" tanya pria patuh baya itu. Aleta memutar otak untuk menjawab pertanyaannya. dia harus membuat pria itu mau mengajaknya masuk.


"tuan. saya sedang patah hati karna perbuatan Agra. saya ingin bertemu dan meminta pertanggungjawabannya." jawab Aleta.


"hahahahaha begitu ya." ucap pria paruh baya itu. Aleta sendiri merasa bingung. kenapa dia tertawa tapi dia tidak memperdulikannya.


"baiklah. ayo masuk bersamaku." ucap pria itu kemudian. Aleta langsung tersenyum lebar saat mendengarnya.


"hehe berhasil."


Dengan langkah lebar Aleta berjalan menuju ruangan dimana Agra Mahesa berada.


************************

__ADS_1


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2