Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 49. Di dalam kamar mandi


__ADS_3

Setelah akad nikah selesai, seluruh keluarga bersiap untuk menyambut para tamu. Aleta dan Agra juga digiring kembali ke dalam kamar untuk berganti pakaian setelah selesai berfoto ria bersama keluarga dan teman-teman.


Aleta berganti pakaian menggunakan gaun berwarna gold dengan taburan permata di setiap kainnya. Agra juga memakai pakaian yang senada dengan apa yang dipakai istrinya, mereka terlihat sangat serasi dan menawan dimata semua orang.


Acara resepsi sudah dimulai, para tamu mulai berdatangan memenuhi undangan dari keluarga besar Winandra dan juga Mahesa. Tamu yang datang sangatlah banyak, apalagi keluarga Mahesa sudah terkenal seantero negeri ini. Tentu mereka harus menghadiri acara pernikahan pimpinan dari Mahesh Company.


Kedua pengantin juga tengah bersiap-siap, mereka harus menyambut semua orang yang datang memenuhi undangan pernikahan mereka.


"aku mau pipis," Aleta yang tengah bersiap-siap tiba-tiba pengen ke kamar mandi, entah karna gugup atau apa tapi sejak pagi dia sudah bolak balik ke kamar mandi.


"tadi kan udah," ucap Agra yang sedang duduk di atas ranjang.


"ya ini mau lagi," balas Aleta. dia sudah menjinjing gaun yang panjang itu untuk ke kamar mandi.


"lebih baik anda menemani nona ke kamar mandi tuan," ucap salah seorang make over di kamar itu.


Agra dan Aleta langsung menatap tajam padanya, dalam hati mereka merasa bingung kenapa ke kamar mandi saja harus di temani.


"gaun nona sangat panjang, pasti nona nanti akan kesusahan," jelas nya lagi.


Agra tidak merespon ucapan wanita itu, dia memilih melihat ke luar jendela untuk mengamati para tamu yang hadir ke acaranya.


"Kok malah diam, ayo cepat! aku udah gak tahan nih." Aleta menarik tangan Agra untuk menuju kamar mandi. Awalnya Agra menolak, dia tidak ingin menemani Aleta. Namun karna istrinya itu memaksa, jadilah dia berada di kamar mandi untuk menyaksikan seorang gadis yang baru saja dia nikahi buang air kecil.


Agra menghadap ke arah pintu, entah kenapa dia merasa malu saat ini sedangkan Aleta hanya bersikap biasa saja.


"duuh, Agra tolongin," ucap Aleta yang sedari tadi tidak bisa tenang.

__ADS_1


"apa lagi sih, tinggal dibuang gitu aja repot," gerutu Agra sambil tetap mengarah ke pintu.


"celana ku gak bisa turun, kayaknya tersangkut nih. cepat bantuin!" desak Aleta yang sudah tidak tahan untuk menuntaskan hajatnya.


"ck," Agra berdecak kesal sambil memutar tubuhnya menghadap ke arah Aleta. Matanya melotot dengan sempurna saat melihat pemandangan itu, dimana Aleta sedang duduk di closed sambil menaikkan gaunnya sampai ke pangkal paha memperlihatkan kakinya yang putih mulus tak bercela.


Glek. Agra menelan salivenya melihat semua itu, tiba-tiba adik kecilnya menegak dengan sempurna membuat celananya menjadi sesak.


"Yang belakang ini nyangkut." tunjuk Aleta pada bagian belakang pantatnya. Agra segera mendekat dan melihat ke arah yang Aleta tunjuk tadi.


"masukkan tanganmu, terus tarik!" perintah Aleta. mendengar ucapan istrinya itu membuat adik kecil Agra semakin meronta-ronta, bagaimana mungkin dia menyuruh Agra untuk memasukkan tangannya ke bagian pantat ? Agra benar-benar merasa kesal sekaligus geram.


Agra mulai mengulurkan tangannya untuk melaksanakan perintah dari Aleta, dia mulai menyibak gaun yang menutupi tubuh bagian bawah istrinya itu. Beberapa kali Agra kehilangan fokusnya, dia sangat ingin segera memakan rubah liciknya itu.


"Udah, awas!" Aleta segera menurunkan celana yang tadi tersangkut tanpa memikirkan bagaimana perasaan Agra yang sedang menahan hasratnya. Sepertinya hajatnya memang benar-benar sudah diujung tanduk.


Agra tidak memalingkan wajahnya sedikitpun, dia ingin menikmati pemandangan yang di suguhkan oleh istri kecilnya.


"Agra, ada apa ? apa kau sakit?" Aleta menyentuh kening Agra, dia mengira kalau Agra sedang sakit karna wajahnya terlihat sangat merah.


Tanpa menjawab pertanyaan Aleta, Agra langsung menyerang istrinya itu dengan sangat ganas. Dia memagut bibir Aleta sampai gadis itu mundur dan masuk ke dalam bathub. Untung saja bathub itu tidak terisi air, jika tidak sudah dipastikan mereka akan kembali berganti pakaian.


"A-agar," Aleta merasa bingung melihat Agra yang langsung menyerangnya. Tangan lelaki itu juga langsung meremas dada Aleta dengan kencang membuat dia meringis karna cengkraman tangan Agra.


Agra terus menghisap dan ******* bibir Aleta sembari tangannya bermain dengan lihai di bagian dada Aleta yang menjadi daerah kesenangannya sekarang.


Aleta berusaha untuk melepaskan ciuman brutal Agra, dia sudah merasa kehabisan napas. Aleta menggigit bibir Agra yang langsung menghentikan ciuman mereka.

__ADS_1


"apa kau gila! kau mau membunuh ku," pekik Aleta sambil mengusap bibirnya yang basah akibat pertukaran salive mereka.


Agra yang tadi hilang kendali mulai bisa menenangkan diri, hasratnya yang sudah memuncak membuatnya langsung menyerang istrinya.


"gak bisa apa nunggu sampe malam, baru juga nikah udah gak sabar mau anu," gerutu Aleta sambil menekan dadanya yang sedikit nyeri akibat perbuatan nakal suaminya.


Belum sempat Agra menjawab ocehan Aleta, suara ketukan di pintu terdengar sangat nyaring. Diiringi dengan teriakan dari seorang wanita yang meminta mereka untuk segera keluar dari sana.


Agra segera beranjak untuk bangun sembari membantu Aleta, dia merapikan gaun Aleta yang tadi sudah dia obrak-abrik. Namun sebelum membuka pintu, Agra kembali mengecup bibir Aleta membuat gadis itu terlonjak kaget sedangkan Agra hanya tertawa kecil sembari keluar dari kamar mandi.


"ngapain aja sih kalian," sembur mama Deeva. Dia yang tadi masuk ke dalam kamar Aleta sangat terkejut saat para pekerja bilang Agra dan Aleta sedang berada di dalam kamar mandi.


"tahan dulu Agra, acara kalian belum selesai," sambung mama Lena. Dia juga tak habis pikir melihat putranya yang langsung menerkam Aleta di dalam kamar mandi.


Agra hanya membuang muka masam, semua itu terjadi karna ulah rubah licik itu.


"awas aja kau nanti malam, aku akan membuatmu tidak bisa berjalan lagi, besok pagi," Agra memandang Aleta dengan kesal.





TBC.


Duh ngeri banget bg Agra 🤭

__ADS_1


Yuk dukung othor sebanyak-banyak, dukungan kalian sangat berarti untuk othor 🥰


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2