Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 71. Trik untuk mendapat Pengakuan Cinta


__ADS_3

Agra menepikan mobilnya di pinggir jalan dan segera bertanya maksud dari ucapan Aleta tadi, sementara Aleta hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari sang suami.


"apa yang terjadi pada Mona?" Agra kembali bertanya, namun dia malah mendapat tatapan kesal dari Aleta membuatnya membuang napas kasar.


"kenapa? kau masih ada sisa-sisa rasa buat mantanmu itu?" Aleta melihat Agra dengan tajam, matanya tampak berkaca-kaca membuat Agra langsung merasa bersalah.


"bukan seperti itu-"


"pergilah! dan urus mantanmu itu," ucap Aleta dengan sendu, hatinya terasa sakit saat melihat reaksi Agra yang tampak khawatir pada sang mantan.


Agra mengacak rambutnya frustasi, dia tadi hanya merasa kaget dan bereaksi seperti itu. Namun bukan berarti dia masih ada perasaan untuk wanita itu, semua hanya tindakan spontan dari pikirannya.


"Aleta, aku tadi cuma kaget. Aku tidak ada perasaan lagi untuknya," Agra meyakinkan Aleta kalau dia benar-benar sudah melupakan masa lalu.


"Tindakan spontan itu biasanya berasal dari hati, dan mengandung sebuah kebenaran." Aleta melihat ke arah jendela, dia tidak ingin bersitatap mata dengan Agra. Dari sudut matanya, mengalirlah buliran air mata yang langsung dihapus olehnya.


Agra melihat semua itu, hatinya ikut merasa sakit saat Aleta bersedih. Namun dia juga memikirkan apa yang Aleta ucapkan, apa benar bahwa dia masih ada perasaan cinta yang tersisa untuk Mona ? kenapa dia bisa bereaksi seperti itu ?


Agra tidak mengerti dengan apa yang dia rasakan, perasaannya terasa campur aduk saat ini. Lalu dia memilih untuk kembali melajukan mobilnya tanpa berkata apapun pada Aleta, dan terjadilah kesunyian di antara mereka berdua.


****


Setelah sampai di apartemen, Aleta segera masuk ke dalam kamar meninggalkan Agra yang masih mematung di depan pintu. Dia melihat Aleta yang sedang berjalan dengan perasaan sakit, sungguh dia benar-benar tidak bermaksud untuk menyakiti hati istri kecilnya itu.


Agra berjalan ke arah kamar untuk melihat sang istri, dan tatapannya langsung tertuju pada seorang wanita yang sedang memakai handuk berjalan ke luar dari kamar mandi.


Glek, Agra menelan salivenya saat melihat pemandangan yang disuguhkan oleh Aleta. Tubuhnya panas dingin saat melihat tubuh Aleta yang hanya memakai handuk pendek, bahkan pantat Aleta tampak melambai-lambai di matanya.


Agra mendekat ke arah Aleta yang sedang memakai bra dan celana segitiganya sembari melepas handuk dengan asal, dan melemparnya ke atas lantai. Agra semakin tidak bisa menahan gejolak birahi yang sudah menguasainya, apalagi melihat penampilan Aleta yang hanya memakai bra dan celana segitiga nya membuat aset Agra menegak dengan sempurna.

__ADS_1


Sekilas Aleta melirik ke arah Agra, dia tersenyum sinis saat melihat wajah Agra yang sudah ingin menerkamnya saat ini juga. Lalu dengan sengaja Aleta kembali membuka branya dan mengganti dengan yang lain.


Agra semakin tidak tahan, dia segera mendekat ke arah Aleta seperti binatang buas yang siap menerkam mangsanya. Aleta yang tahu kalau Agra sudah mendekat sengaja pura-pura tidak tau, dia asyik saja memakai gaun malam yang sudah dia keluarkan dari dalam lemari pakaian.


Tubuh Agra langsung merapat ke tubuh Aleta dengan tangan yang sudah melingkar ke pinggang wanita itu, dia menciumi leher Aleta dari belakang sembari tangannya mulai naik ke dada Aleta dan meremasnya dengan pelan.


Aleta menyikut perut Agra sampai membuat nya kaget dan langsung melepaskan pelukannya, lalu Aleta berbalik dan menatapnya dengan tajam.


"jangan menyentuhku!" ucap Aleta dengan lantang, Agra hanya mematung saja mendengar ucapan wanita itu.


"A-Aleta, aku-" Agra benar-benar sudah merasa tidak tahan, asetnya terus berkedut meminta untuk di puaskan.


Aleta melihat batangan Agra yang sudah berdiri tegak dari balik celananya, dia tersenyum sangat puas melihat wajah menderita suaminya.


"kau tidur di luar malam ini!" perintah Aleta sembari meletakkan tangannya dipinggang, Agra yang mendengar itu tentu merasa tidak terima. Dia balas menatap Aleta dengan tajam.


"ini kamarku, aku akan tidur di sini!" bentaknya dengan emosi, seenaknya saja istrinya itu menyuruhnya untuk tidur di luar.


"apa?" Agra tidak mampu lagi berkata apa-apa, asetnya yang semula tegak kini mengkerut karna perdebatan mereka. Dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba Aleta melakukan hal seperti ini padanya.


Melihat batangan Agra kembali lemas, Aleta langsung merobek paksa gaun malamnya membuat Agra membulatkan matanya saat melihat itu. Beberapa kali Agra menelan salivenya saat melihat apa yang rubah liciknya itu lakukan.


"sebenarnya apa maumu? kenapa kau melakukan ini?" teriak Agra penuh emosi, sepertinya Aleta sengaja untuk bermain-main dengannya.


"lihat, asetmu saja langsung menyapaku saat aku membuka pakaian. Tapi kenapa hatimu malah masih menyapa wanita lain?" teriak Aleta tidak kalah emosi darinya, Agra menautkan kedua aslisnya bingung saat mendengar teriakan Aleta.


"tubuhmu, pikiranmu, hatimu, bahkan semua kehidupanmu adalah milikku!"


"aku tidak mengizikanmu untuk memikirkan wanita lain, apalagi dengan mantanmu itu. Apa kau pikir hatiku tidak sakit saat melihat wajah khawatir mu untuknya,"

__ADS_1


"Aku selalu memuaskan mu diranjang, tapi kau malah tidak bisa memuaskan aku dengan menyerahkan hatimu. Apa matamu buta hingga tidak bisa melihat anak yang sedang aku kandung ini!" Dada Aleta naik turun karna mengeluarkan segala unek-unek yang mengganjal di hatinya.


Agra melihat Aleta tanpa mengedipkan matanya, walau tidak semua perkataan Aleta dapat dia mengerti, namun dia paham bahwa Aleta hanya ingin dia melihatnya dan memberikan hati untuknya.


"jadi itu sebabnya dia menggodaku?" Agra benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Aleta.


Agra langsung memeluk Aleta dengan erat seraya mengecup keningnya beberapa kali, sementara Aleta hanya diam sembari mencoba menahan air mata yang akan meluncur bebas diwajahnya.


"aku mencintaimu Aleta, tubuhku, hatiku, bahkan hidupku hanya untukmu," untuk pertama kalinya Agra memberikan pernyataan cinta untuknya membuat hati Aleta berbunga-bunga.


Dia sengaja melakukan hal seperti ini untuk membuka mata dan hati Agra, bahwa ada wanita yang jelas-jelas sudah sah menjadi istrinya yang harus dia jaga dan cintai seumur hidupnya. Dia tidak boleh tergoda dengan wanita lain, apalagi dengan mantannya yang jelas-jelas masih menginginkannya kembali.


Sebenarnya Aleta hanya berniat untuk menggoda Agra dan membuatnya menderita karna tidak bisa menyalurkan hasrat yang sudah mencapai puncak, namun entah kenapa hatinya merasa sakit dan ingin melihat apakah suaminya itu mencintainya atau tidak.


"jadi, kau mencintaiku?" tanya Aleta sembari mendongakkan kepalanya untuk melihat ke arah Agra.


"Aku benar-benar mencintaimu Aleta, maaf kalau pernyataan cintaku ini terlambat." Agra semakin mengeratkan pelukannya, dia kini yakin dengan perasaannya sendiri setelah apa yang Aleta lakukan padanya.


"Aku sudah merekam semua perkataanmu." Aleta menunjuk ke arah ponsel yang tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini.


"apa?"





TBC.

__ADS_1


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2