
Dua hari berlalu dengan sangat cepat, Aleta dan Agra sudah harus kembali ke aktivitas mereka masing-masing. Hubungan mereka berdua berjalan baik, walau masih ada cekcok di sana sini namun masih dalam batas kewajaran.
Selama dua hari menjalani pernikahan, Aleta merasa sudah kehabisan cairan. Agra benar-benar menggempurnya siang dan malam, bahkan tidak mengizinkannya untuk istirahat.
Pernah suatu malam Aleta terpaksa memberinya obat tidur, karna dia benar-benar sudah tidak sanggup melayani suaminya. Dia juga pernah berpikir mungkin suaminya punya penyakit kelainan **** sehingga menjadi seperti itu, dia berniat akan menanyakannya pada dokter.
"kenapa kau melamun?" suara baritone Agra mengagetkan Aleta yang sedang duduk di atas ranjang.
"kau lagi mengingat percintaan kita, aw...." Agra meringis saat tangan Aleta mencubit perutnya dengan kuat. Lalu Aleta menyambar kunci mobil dan berlalu dari kamar itu.
Agra segera mengejar Aleta yang sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit sembari menyambar kunci mobil dan tas kerjanya. Sesampainya di parkiran, mata Aleta membulat sempurna saat melihat ban mobilnya kempes depan belakang.
"Apa yang terjadi pada mobilku?" Aleta berjongkok untuk melihat ban mobilnya.
"ban mobilmu kempes," seru Agra yang sudah berada di samping Aleta.
"aku tau, tapi kenapa bisa sampai kempes?" geram Aleta sembari menghentak-hentakkan kakinya.
"karna aku yang ngempesin," ucap seseorang yang merasa tidak bersalah sama sekali.
"apa!" Aleta benar-benar tak habis pikir dengan perbuatan suaminya sendiri. Dia langsung menghadap ke arah Agra sembari meletakkan tangannya di pinggang.
"ayo, biar ku antar!" Agra menarik tangan Aleta tanpa rasa bersalah sedikitpun sedangkan Aleta langsung melepaskan pegangan tangan Agra.
"kau gila ya!" bentak Aleta seraya menatapnya dengan tajam.
Beberapa orang yang sedang ada di tempat itu langsung memperhatikan drama rumah tangga yang sedang terjadi, ada juga yang langsung menyiapkan ponsel mereka untuk merekam perkelahian antara Agra dan juga Aleta.
"sayang, kenapa kau marah? aku cuma mau mengantarmu ke rumah sakit," ucap Agra dengan lembut yang langsung membuat Aleta melongo di tempatnya.
"ap-apa yang kau lakukan?" Aleta benar-benar tak habis pikir dengan kegilaan suaminya sementara Agra masih tersenyum dengan hangat, dia ingin semua orang yang memperhatikan mereka menganggapnya sebagai suami yang sangat menyayangi istrinya.
__ADS_1
Agra langsung menarik tangan Aleta yang masih dikuasai keterkejutan sampai mendudukkan istrinya itu ke dalam mobil.
Orang-orang yang menyaksikan ataupun merekam adegan itu merasa sangat takjub pada Agra, yang begitu tampak mencintai istrinya. Padahal itu hanya pencitraannya saja yang entah apa tujuan dia melakukan semua itu.
Agra memakaikan sabuk pengaman di tubuh Aleta yang tampak belum sadar dengan apa yang terjadi, kemudian mengecup kening wanita itu yang langsung membuat Aleta sadar seketika.
"kau!" Aleta ingin sekali mencekik leher suaminya itu, dan menonjok bibirnya yang sudah seenaknya bicara.
"kau lihat aja nanti!" gerutu Aleta sembari memalingkan wajahnya ke arah jendela sementara Agra tersenyum puas dengan apa yang telah dia lakukan.
***
Begitu sampai di Rumah sakit, Aleta langsung keluar dan membanting pintu mobil Agra dengan kencang disertai dengan sumpah serapah yang dia layangkan untuk Agra.
Agra begitu puas melihat kemarahan istrinya itu, sudah dua hari ini dia tidak melihat kemarahan Aleta yang membuatnya sangat rindu dan berasa ada yang kurang dalam hidupnya.
Setelah puas melihat Aleta yang kian menjauh, Agra segera melajukan mobilnya menuju perusahaan dengan tetap menampilkan senyum indah di bibir seksinya.
Aleta yang melihat mobil Agra sudah pergi dari sana mencebikkan bibirnya, dia sangat kesal dengan tingkah Agra yang selalu saja membuat emosinya naik turun bagai roller coaster.
"waaah pengantin baru sudah datang," sambut Lusi yang langsung memeluk Aleta dan cepika cepiki dengannya sementara Ricky tersenyum dengan sangat manis menyambut kedatangan Aleta.
"cih, pengantin baru apanya," gerutu Aleta sembari mendudukkan pantatnya ke kursi. Moodnya kembali jelek saat mengingat lelaki gila itu.
"kenapa? apa ada masalah dengan malam pertamamu?" ucap Lusi tanpa sensor yang langsung membuat wajah Ricky memerah akibat ucapannya.
"ehem, sebaiknya ceritanya di lanjut nanti," tegur Ricky sembari meninggalkan dua sejoli yang ada di hadapannya.
Aleta dan Lusi segera mengerjakan tugas mereka karna takut mendapat teguran lagi dari Ricky, sementara Ricky sendiri sedang menahan malu karna ocehan mereka.
Setelah berkutat dengan banyaknya pekerjaan, Aleta merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Dia kemudian ikut bersama Ricky untuk melihat langsung bagaimana cara merawat para pasiennya.
__ADS_1
Aleta benar-benar menikmati semua itu, sifat ramahnya membuat para pasien merasa nyaman dengannya. Bahkan banyak dari pasien yang tertawa lucu karna tingkah konyol gadis itu.
Para Dokter dan Perawat yang ada di Rumah sakit itu juga banyak yang menyukai Aleta, karna pribadinya yang baik dan ramah membuat dia disukai banyak orang. Begitu juga dengan Lusi yang sifatnya sama persis seperti Aleta, sehingga mudah saja untuk mereka bergaul di mana pun berada.
****
Hari-hari terus berjalan seperti biasa, tidak terasa sudah satu bulan Aleta magang di Rumah sakit. Banyak sekali pelajaran dan pengetahuan yang dia dapat, apalagi dia banyak berbaur dengan para pasien yang hidup di bawah garis kemiskinan membuatnya banyak bersyukur atas apa yang dia miliki.
Malam ini, Agra mengajak Aleta untuk menghadiri sebuah pesta yang diadakan oleh kolega bisnisnya. Awalnya Aleta menolak untuk ikut, dia benar-benar merasa lelah karna pekerjaannya. Namun Agra tetap memaksa, kalau Aleta tidak mau ikut maka dia akan pergi bersama wanita lain.
Mendengar ancaman itu, Aleta langsung bersiap membuat Agra senang karna berhasil membujuk istri kecilnya. Lalu mereka segera pergi menuju ke tempat di mana pesta itu akan di adakan.
Tangan Aleta melingkar di lengan Agra seraya melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam gedung mengikuti langkah kaki suaminya.
Banyak para pengusaha dan kolega bisnis yang menyambut kadatangan mereka, dan menyiapkan tempat khusus untuk tamu kehormatan itu.
Pesta pun di mulai, Agra terlihat sibuk dengan para kolega bisnisnya membuat Aleta bosan. Lalu dia melangkahkan kakinya untuk mengambil makanan selagi menunggu urusan Agra selesai.
Namun pada saat mengambil puding, tangannya tidak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita yang juga mengambil puding yang sama dengan apa yang ingin dia ambil.
Lalu mereka sama-sama menoleh dan terkejut saat melihat satu sama lain.
"Aleta," ucap Margaret seraya menarik tangannya dari meja makanan, sementara Aleta hanya diam sambil menatap tajam pada gadis yang sedang berdiri di hadapannya.
•
•
•
TBC.
__ADS_1
Yuk kak Like dan Komen yg banyak, VOTE juga ya sama hadiah. Biar othor semakin semangat 🥰
Terima kasih buat yang udah baca 😘