
Agra dan seluruh keluarganya juga keluarga Dareen berusaha untuk mencari Aleta. Agra berteriak ke sana ke mari memberi perintah untuk segera menemukan rubah liciknya. hatinya saat ini dipenuhi rasa kekhawatiran yang sangat menyiksa.
"Felix, periksa semua cctv yang ada di tempat ini !" perintah Agra pada sekretarisnya. dengan sigap Felix langsung menjalankan perintah dari bos nya itu.
"ya Tuhan, jangan-jangan Aleta di culik," seru Lusi. semua yang mendengar itu langsung menatap tajam ke arahnya.
"Lusi, jangan bicara sembarangan," ucap Dareen. perasaannya tambah gelisah mendengar ucapan gadis itu.
"benar, asal ngomong aja mulutmu itu," cibir Rezie. Lusi memelototkan matanya pada lelaki itu seraya mendengus sebal.
Pada saat yang sama, Aleta terlihat sedang duduk di atas tanah. dia yang berlari dengan terburu-buru tidak melihat bahwa ada seorang wanita yang juga sedang berjalan di tempat itu. jadilah dia menabrak wanita itu dan tersungkur ke tanah. Aleta mencoba untuk mendongakkan kepalanya, dia ingin melihat siapa wanita yang sudah dia tabrak.
"kau," ucap Aleta pada wanita itu.
"hei kau gadis kecil, apa yang terjadi padamu?" tanya Lesya sementara Aleta berusaha untuk bangun.
"bukan urusanmu !" ucap Aleta. namun tiba-tiba ada sesuatu yang melintas dipikirannya, jangan-jangan Lesya yang telah menyuruh seseorang untuk melakukan hal seperti itu padanya.
"ya sudah." Lesya beranjak pergi dari tempat itu, namun Aleta menghentikan langkah kakinya.
"apa kau pelakunya?" tanya Aleta dengan tatapan tajam.
"maksudmu?" Lesya tidak mengerti dengan apa yang gadis kecil itu katakan.
"Lesya, apa kau yang berniat untuk menculikku," ulang Aleta.
"menculik ? apa maksudmu sih," Lesya semakin bingung dengan ucapannya.
"apa memang bukan dia pelakunya." Aleta memperhatikan wajah Lesya yang memang terlihat kebingungan.
"sudahlah, lupakan." Aleta kembali berlari untuk masuk ke dalam Hotel tempat diadakan pertunangannya. karna saat ini dia sedang di area parkir hotel tersebut.
Agra masih terus mencoba untuk mencari Aleta, perasaannya terus dipenuhi dengan ketakutan, dia takut terjadi sesuatu dengan gadis itu.
"tuan...," panggil Felix. Agra hanya melirik ke arah Felix yang sedang berjalan ke arahnya.
"saya sudah mengecek seluruh cctv yang ada di tempat ini tuan, namun pada saat mati lampu, semua cctv juga tidak berfungsi sehingga hanya menampilkan gambar sebelum mati lampu dan sesudahnya," jelas Felix.
"apa ! aku tidak mau tau kau...," Agra tidak dapat melanjutkan ucapannya saat melihat seorang gadis tengah berlari masuk ke dalam hotel. karna saat ini Agra sedang berada di lobi hotel tersebut.
__ADS_1
"Aleta...," seru Agra yang langsung menghampiri gadis itu.
Begitu tubuhnya mendekat dengan Aleta, Agra langsung memeluk gadis itu dengan sangat erat. dia mencurahkan segala kekhawatiran yang sedari tadi dia rasakan sementara Aleta yang dipeluk Agra memberontak minta di lepaskan. dia sudah hampir mati karna pelukan Agra yang sangat erat membelit seluruh tubuhnya.
"lepaskan...." Aleta mendorong Agra dengan kuat sampai pelukan mereka terlepas.
Hah. hah. hah. dia yang habis berlari masih berusaha untuk mengatur pernapasannya, tapi Agra malah tiba-tiba datang dan memeluknya. jadilah dia terasa ingin mati karna tidak bisa bernapas.
"Aleta, apa yang terjadi?" tanya Agra dengan raut wajah yang masih di selimuti kekhawatiran.
"tunggu, biarkan aku bernapas dulu," ucap Aleta. dia merasa ingin pingsan karna kelelahan.
"Aleta...," teriak mama Deeva dari kejauhan sembari berlari untuk mendekat pada mereka, diikuti dengan yang lainnya.
Grep. mama Deeva langsung memeluk anak kesayangannya itu, hatinya sudah sangat cemas memikirkan kenapa Aleta bisa sampai menghilang.
"Tuhan, bunuh saja aku...." Aleta berusaha untuk melepaskan pelukan mamanya.
"berhenti memelukku," seru Aleta saat melihat yang lain juga tengah bersiap untuk memeluknya. Memangnya mereka Teletubbies apa, pikir Aleta.
"dek, apa yang terjadi ? kemana saja kau ?" tanya Dareen. dia yang tadi sudah merentangkan tangannya terpaksa menurunkannya kembali.
"berhenti bertanya, lihat ! tangan dan kakinya terluka." tunjuk papa Arsen pada siku dan juga lutut Aleta.
Kemudian Aleta menceritakan tentang apa yang terjadi padanya sehingga dia bisa menghilang seperti hantu dari tempat itu. Semua yang mendengarnya merasa kesal, mereka juga tidak menyangka kalau hal seperti itu bisa terjadi pada Aleta.
"awas aja kalian, aku akan membalas semua perbuatan yang sudah kalian lakukan," Agra terlihat sangat emosi mendengar cerita dari Aleta.
Semua tamu yang ada di dalam gedung acara masih tetap berada di sana, mereka menunggu keluarga besar itu kembali ke dalam untuk melanjutkan acara pertunangan itu.
"lebih baik kita tunda saja acara pertunangannya," ucap papa Abi. dia ingin kalau calon menantunya itu segera istirahat.
"benar, kita harus menyelidiki tentang masalah ini dulu," tambah Dareen.
"tidak, kalau sampai acara ini ditunda, aku tidak mau terjadi hal seperti itu lagi pada saat acara pertunangan nanti," Aleta terlihat tidak setuju.
"aku tidak setuju, aku mau acara ini tetap dilanjutkan," ucap Aleta.
"hoho Aleta, kau sudah tidak sabar ya," kelakar Lusi sambil menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
"diam kau !" ucap Aleta dengan tatapan menbunuh.
"baiklah, kita akan melanjutkannya," ucap Agra kemudian.
Mereka pun melanjutkan acara yang tadi sempat tertunda. walau tangan dan kaki Aleta terluka, namun gadis itu tetap terlihat bersemangat.
"selamat untuk kalian berdua," ucap Ricky. dia memberi selamat pada sahabat dan juga wanita idamannya.
"terima kasih tampan," jawab Aleta sambil tersenyum sementara Agra hanya menganggukkan kepalanya.
"Aleta, apa kau baik-baik saja ?" tanya Ricky. dia tadi juga sangat cemas saat mengetahui kalau gadis itu menghilang.
"dia baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir," Aleta yang akan menjawab kalah cepat dengan Agra. entah kenapa malah lelaki itu yang menjawab pertanyaan dari Ricky.
"oh baiklah." kemudian Ricky menjauh dari pasangan yang sudah resmi bertunangan itu.
"woy, kenapa lu?" tanya Rezie saat Ricky sudah berada di sampingnya.
"tidak ada," jawab Ricky. dia tetap memandang ke arah Aleta.
"pasti lagi patah hatikan," celetuk Lusi dari arah samping. terlihat dia tengah menikmati minuman bersama dengan Egi dan Bima.
"sok tau lu," ucap Rezie sambil mencebikkan bibirnya.
Cih. Lusi hanya melengos saat matanya bertatapan dengan mata elang Rezie.
Pada saat yang sama, di tempat lain terlihat seorang wanita tengah memarahi dua orang pria yang gagal menjalankan perintah darinya.
"dasar bodoh, menangkap bocah kecil begitu saja tidak bisa," bentak wanita itu.
"dia bukan hanya bocah kecil, tapi monster anjing. habis semua tubuhku digigitnya," Batin salah seorang pria tersebut.
•
•
•
**TBC.
__ADS_1
dari rubah licik, bocah sialan dan sekarang monster anjing. banyak bener panggilan untuk Aleta 🤣
Terima kasih buat yang udah baca 😘**