Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 38. Dokter Ricky


__ADS_3

Hari ini Aleta dan teman-temannya sedang mengikuti persiapan magang dan mereka akan di tempatkan di rumah sakit yang sesuai dengan jurusan mereka. setelah menunggu 10 menit, akhirnya dosen mereka masuk keruangan bersama dengan seorang pria yang akan memandu mereka untuk mempersiapkan segala sesuatu yang di perlukan untuk magang.


"loh, itukan temannya tuan Agra," ucap Lusi saat melihat pria yang berjalan masuk ke ruangan mereka.


Aleta juga sedikit terkejut saat melihat lelaki itu, tapi memang dia pernah beberapa kali bertemu dengan Ricky saat sedang di kampus.


Setelah berada di ruangan itu, pak Reza segera berdiri di hadapan mahasiswa-mahasiswinya untuk memberi arahan.


"selamat pagi semuanya, hari ini kita akan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk magang selama 2 bulan. jadi diharapkan agar kalian semua memperhatikannya dengan serius, terutama kamu, Aleta Winandra," merasa namanya disebut, Aleta langsung duduk dengan tegak.


Semua mata langsung melihat ke arahnya, mereka sebenarnya sudah tidak aneh lagi saat Aleta ditegur oleh dosen. karna memang dia selalu saja membuat ulah di kelas. lain hal dengan Ricky, dia menatap Aleta sambil menyunggingkan senyum manisnya.


"baiklah, langsung saja saya akan menyerahkan materi ini pada dokter yang ada di samping saya ini." Pak Reza mempersilahkan Ricky untuk memulai materi yang akan dia jelaskan sedang pak Reza sendiri memilih duduk di kursi samping jendela.


"selamat pagi semuanya," Ricky menyapa para mahasiswa yang sedang duduk di hadapannya. mereka semua lalu menjawab sapaan Ricky dengan sangat antusias, apalagi para mahasiswi yang terpesona dengan ketampanan lelaki itu.


"terima kasih karna telah memberi waktu pada saya untuk mengisi materi pada hari ini. tapi pertama-tama, saya akan memperkenalkan diri dulu. karna ada pepatah yang mengatakan, tak kenal maka tak sayang, benarkan?" tanya Ricky mencoba untuk berinteraksi dan menjalin kedekatan dengan mereka.


"benar, tak sayang maka tak cinta. tak cinta maka tak kawin," seru Lusi yang membuat suasana kelas menjadi ramai.


huuuu..., langsung saja semua orang menyorakinya. termasuk Aleta yang suaranya sudah seperti orang yang sedang mendukung jagoannya bermain sepak bola.


Pak Reza langsung menghentikan mereka, matanya melotot ke arah Aleta dan teman-temannya. dia menyesal tadi hanya mengingatkan Aleta, seharusnya dia mengingatkan semua orang yang termasuk satu server dengan gadis itu.


"baiklah, perkenalkan nama saya adalah Ricky Hamdani. saya seorang dokter spesialis anak, sama seperti jurusan yang kalian ambil saat ini. jadi saya akan menjelaskan pada kalian semua tentang apa saja yang kalian perlukan untuk magang, dan juga proses magang kalian selama 2 bulan." Ricky menjelaskan identitasnya serta materi yang akan dia bawakan.

__ADS_1


Mendengar nama belakang Ricky, semua langsung menatap ke arah pak Reza. bagaimana mungkin nama belakang mereka sama ? pikir mereka semua.


"mas eh pak, maaf sebelumnya saya ingin bertanya." Lusi mengangkat tangannya untuk bertanya pada Ricky. dia sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya. lalu pria itu mempersilahkan Lusi untuk berbicara.


"saya ingin bertanya, apa pak Reza adalah ayah mas eh bapak?" tanya Lusi.


"benar, dia adalah anak saya. apa kamu ada masalah Lusi?" bukan Ricky yang menjawab pertanyaan itu, melainkan pak Reza sendiri. dia menatap tajam pada mahasiswinya itu yang telah membuat keributan di dalam kelas.


"eh tidak pak, saya tidak ada masalah. pantas pak Ricky tampan, rupanya ketampanannya menurun dari bapak. hehe," kelakar Lusi. dia membuat semua yang ada diruangan itu tertawa geli. ya memang sih pak Reza tampan, tapi dia adalah dosen yang paling mengerikan dimuka bumi ini bagi mereka.


Sedangkan Pak Reza sendiri semakin membulatkan matanya, kepalanya mengeluarkan asap tebal karna ocehan dari mulut mereka.


"ehem, baiklah langsung saja ya. saya akan menjelaskan tentang materi kalian...," Ricky langsung saja menjelaskan materinya pada mereka semua sebelum ayahnya itu menjadi marah.


Semua mendengarkan penjelasannya dengan khusyuk, walau sesekali diselingin dengan ucapan-ucapan yang tak berfaedah. tentu saja ucapan itu keluar dari mulut Aleta beserta para gengnya.


Tanpa terasa, 3 jam telah berlalu. Ricky sudah selesai menjelaskan semua materi yang telah dia bawa. kemudian dia juga mengucapkan banyak terima kasih pada para mahasiswa yang telah menerima penjelasan darinya, dan menutup pertemuan mereka hari ini.


Para mahasiswa pun sudah mulai keluar dari ruangan itu, hanya tinggal Aleta dan teman-temannya saja yang masih duduk setia di sana.


Ricky yang tadinya akan langsung ke rumah sakit mendadak masuk lagi ke ruangan itu saat melihat Aleta dan teman-temannya masih berada di sana.


"Aleta...," panggilnya seraya mendekat ke arah mereka.


"loh tampan, kok belum pulang?" Aleta bertanya sambil membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Ricky.

__ADS_1


"iya sebentar lagi, kalian gak makan siang?" Ricky langsung duduk dikursi sebelah Aleta yang memang sedang kosong.


"kenapa ? pak dokter mau mentraktir kami ya?" seru Lusi mencari kesempatan dalam kesempitan. begitu ada lowongan makan gratis, maka disitulah dia menjadi antrian pertama.


"boleh..., ayo kita makan siang bersama," ajak Ricky pada mereka.


Semua teman-teman Aleta langsung menganggukkan kepala mereka, lumayan dapat makan gratis, pikir mereka semua.


Lain hal dengan Aleta, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu. dia sebenarnya ingin makan bersama mereka, namun ada satu makhluk yang pasti akan mengamuk kalau sampai dia tidak ada di sana saat makhluk itu datang. jadilah Aleta terpaksa tidak ikut dengan mereka.


Lalu Ricky dan teman-temannya pergi ke sebuah restaurant untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan sedangkan Aleta bergegas ke parkiran mobilnya untuk menunggu Agra.


Setengah jam telah berlalu, namun yang Aleta tunggu tak juga menampakkan batang hidungnya. Aleta sudah mencoba untuk menelpon, namun Agra tidak mengangkatnya. dia berpikir mungkin Agra sedang kejebak macet, karna itulah dia masih setia menunggu di tempat itu.


Tidak terasa sudah 2 jam Aleta menunggu, namun Agra tidak juga datang menjemputnya. dengan perasaan kesal Aleta masuk ke mobil dan melajukannya keluar dari Universitas itu.


Pada saat yang sama, Agra terlihat sedang meeting bersama kliennya. sebelumnya Felix memberitahukan bahwa ada klien penting yang meminta untuk bertemu, jadilah Agra melupakan gadis yang sudah 2 jam menunggu kedatangannya.


"sial, aku harus menjemput Aleta." Agra segera keluar dari ruangannya dan bergegas menuju Universitas Aleta.




__ADS_1


**TBC.


Terima Kasih buat yang udah baca 😘**


__ADS_2