Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 122. Flashback Margaret


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan keluarga Lesyan sudah selesai, Agra memutuskan untuk kembali ke perusahaan. Hari ini banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan, karna lusa adalah hari istimewa untuknya.


Ditempat lain, Aleta tengah menunggu kedatangan Margaret disebuah kafe. Dia menikmati secangkir jus dan sepiring kue yang sudah terhidang di atas meja.


"kak! di sini," seru Aleta saat melihat Margaret masuk ke dalam kafe, dia melambaikan tangannya pada wanita itu dan dibalas dengan lambaian tangan dari Margaret.


"maaf ya Aleta, pasti kamu udah lamakan nunggu kakak?" ucap Margaret, tadi dia terjebak oleh pekerjaan yang sangat banyak sampai tidak bisa datang tepat waktu.


"enggak apa-apa Kak, aku juga baru sampai kok," ucap Aleta, dia memang baru sampai dikafe itu sekitar 15 menit yang lalu.


Kemudian Margaret memesan minuman pada pelayan kafe, lalu dia melihat ke arah Aleta dengan tatapan bingung.


"ada apa Aleta? kenapa kau mengajak ku untuk bertemu?" tanya Margaret, biasanya wanita itu mengajak bertemu saat sedang liburan.


"enggak ada apa-apa kok kak, cuma mau bertanya sedikit," ucap Aleta membuat Margaret jadi was-was.


"mau tanya apa?" tanya Margaret sembari menautkan jemarinya.


"sebenarnya, apa yang terjadi antara Kakak dan Kak Dareen?" tanya Aleta dengan langsung.


"mak-maksudmu apa?" tanya Margaret dengan gugup, bahkan telapak tangannya sudah berkeringat saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Aleta.


"kura-kura dalam perahu ya kak, pura-pura tidak tau," cibir Aleta membuat Margaret mengalihkan pandangannya.


"jujur aja deh kak sama aku, aku kasihan lihat kak Dareen," bujuk Aleta, dia harus tau sebenarnya apa yang terjadi pada Margaret dan kakaknya.


Margaret terlihat bingung, dia tidak ingin menceritakan semua hal yang telah terjadi antara dia dan Dareen. Namun, hati kecilnya juga ingin berbagi keluh kesah orang lain.


Akhirnya Margaret memutuskan untuk menceritakan masalahnya pada Aleta.


Flashback

__ADS_1


Margaret yang menerima sebuah pesan dari Lesya langsung berangkat ke sebuah kafe, wanita itu berkata ingin menemui Margaret untuk meminta maaf serta mengikhlaskan Dareen.


Awalnya Margaret tidak ingin pergi, tetapi atas bujuk dan rayu Lesya pada akhirnya dia sampai ke kafe itu juga.


"Margaret!" panggil Lesya saat Margaret sedang celingukan ke sana ke mari mencari wanita itu.


Margaret berjalan cepat ke arah Lesya yang sedang duduk disudut ruangan kafe itu.


"Margaret, aku minta maaf untuk semua yang telah aku lakukan. Aku telah banyak melakukan hal jahat padamu, aku mohon juga telah menyakiti perasaanmu. Jadi aku mohon, maafkan aku," ucap Lesya dengan sendu, matanya tampak berkaca-kaca saat melihat ke arah Margaret.


Margaret menarik napas dalam, "baiklah, aku sudah memaafkanmu. Tapi, jika suatu saat nanti kau mengulanginya, maka aku tidak akan tinggal diam," ucap Margaret dengan tajam, dia lalu menyeruput jus yang sudah terhidang di hadapannya.


Setelah meminum jus itu, entah kenapa tiba-tiba kepala Margaret terasa sakit. Dia kemudian pamit untuk segera pulang ke rumah.


Diperjalanan, Margaret sudah tidak tahan saat rasa panas mulai menguasai tubuh dan jiwanya. Dia memarkirkan mobilnya di samping supermarket, dia lalu mencari ponselnya untuk menelpon seseorang.


"halo, Margaret?" ucap seseorang disebrang telpon.


"ada apa Margaret? apa yang terjadi?" teriak Dareen dengan penuh kekhawatiran.


"aku-aku merasa panas,"


"Kau tunggu disitu, aku akan menjemputmu!" ucap Dareen sembari mematikan panggilan itu, sementara Margaret semakin dirundung perasaan yang tidak nyaman. Dia terus menggeliatkan tubuhnya.


Tidak berselang lama, Dareen sudah sampai di tenpat itu. Dareen sangat terkejut saat melihat kondisi Margeret yang hanya menggunakan kaos dalam dan celana sedangkan bajunya sudah jatuh ke bawah kursi.


Tanpa pikir panjang, Dareen membawa Margaret pulang ke rumahnya. Namun, belum sampai rumah Margaret, wanita itu sudah menyerang Agra dengan mengecupi seluruh wajahnya membuat Dareen terkejut dengan perbuatan wanita itu.


Lalu Dareen terpaksa menyewa hotel untuk Margaret, karena memang saat ini tampilan Margaret sudah tidak layak lagi untuk dilihat.


Setelah membaringkan Margaret ke atas ranjang, Dareen bergegas untuk segera pulang. Namun, Margaret menarik tangannya membuat Dareen terjatuh di atas tubuhnya.

__ADS_1


"Dareen, sentuhlah aku!" lirih Margaret sembari mengecup kembali bibir Dareen.


Dareen yang sedang dilanda kebingungan hanya diam, tetapi lama kelamaan Margaret tidak bisa menahan hasratnya dan terjadilah suatu hubungan diantara kita.


Flashback end.


Aleta mematung saat mendengar cerita Margaret, dia tidak menyangka kalau sang kakak dan Margaret punya hubungan seperti itu.


"aku telah memaksa Dareen, dan aku juga sedang dibawah pengaruh obat terkutuk itu," ucap Margaret dengan sendu.


"yang dulu biarlah berlalu kak, mungkin memang jalan takdir kalian seperti itu," ucap Aleta, dia mengusap punggung Margaret untuk menenangkannya.


"tapi kak, kenapa kakak menolak untuk menikah dengan kak Dareen?" tanya Aleta setelah Margaret terlihat lebih tenang.


"Lesya mengancamku, jika aku menikah dengan Dareen, maka dia akan menyiksa Ayahku dan juga menyiksa Dareen," jawab Margaret, air matanya sudah mengalir membasahi wajah.


Aleta terlonjak kaget saat mendengar ucapan Margaret, dia mengepalkan tangannya karna geram melihat Lesya yang sudah kurang ajar seperti itu.


"kakak tenang aja, kita akan membalas semua perbuatan wanita itu!" desis Aleta, dia tidak akan tinggal diam jika keluarganya diganggu.


"tapi-tapi, apa yang akan kau lakukan Aleta?" tanya Margaret, dia khawatir dengan apa yang akan dilakukan Aleta pada Lesya.


"kau tunggu aja Lesya, aku akan membalas semua perbuatanmu!"





Terima kasih buat yang udah baca 😘

__ADS_1


__ADS_2