Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 96. Masa Lalu Felix dan Devo


__ADS_3

"Kalian memang sangat cocok, seorang anak haram dengan seorang peselingkuh."


Buak, satu tinjuan melesat tepat ke wajah Devo membuat tubuhnya terpelanting menabrak guci yang ada disudut ruangan.


Ayah Dion terjingkat kaget dengan mata dan mulut terbuka lebar melihat apa yang dilakukan Felix, baru kali ini putra sulungnya itu memukul Devo sampai lelaki itu terkapar di atas lantai. Begitu juga dengan Mona yang rupanya diam-diam mengintip di balik dinding merasa terkejut dengan apa yang terjadi, apalagi melihat guci kesayangannya pecah berserakan membuat hatinya pilu.


"habis sudah pemberian Agra," gerutu Mona saat melihat guci kesayangannya sudah tak berbentuk lagi, seperti cintanya yang sudah tidak terbalas lagi. Sepertinya Tuhan memang menunjukkan padanya bahwa Agra memang bukan untuknya lagi, bahkan semua barang-barang pemberian Agra lenyap tak bersisa.


Kembali lagi pada tiga orang yang masih berada di ruang tamu, Felix yang sudah dikuasai amarah mencengkram kerah kemeja Devo dan bersiap untuk memberi pukulan keduanya. Namun belum sampai tangannya menyentuh wajah Devo, Ayah Dion sudah terlebih dulu menahannya.


"sudah, Felix!" tahannya sembari memegang tangan Felix yang sudah terkepal. Felix melihat ke arah Ayah Dion, walau amarah masih menguasai hatinya namun dia segera melepas cengkraman tangannya dan menjauh dari Dion.


"kenapa? kenapa kau berhenti? hah!" teriak Devo sembari menahan sakit diwajahnya yang sudah membengkak dengan tetesan darah segar.


"bunuh saja aku! dasar anak haram," cercanya lagi tiada henti, perlahan dia bangkit dengan tetap menatap tajam pada Felix dan juga Ayah Dion.


"sudah cukup Devo! dia adalah kakakmu, kau tidak pantas mengatakan hal seperti itu padanya!" ucap Ayah Dion, matanya berembun karna sedih melihat Devo yang tidak bisa menerima kehadiran Felix.


"Apa kau bilang? kakak? hahahah." Tawa Devo lepas begitu saja saat mendengar ucapan Ayah Dion, namun sejurus kemudian dia menghentikan tawanya karna merasa sakit dibagian pipi.


"aku tidak punya kakak! lagipula, dia hanya anak haram yang dilahirkan dari rahim seorang pelacur," tambah Devo lagi semakin menambah panas suasana.


Felix benar-benar sudah tidak bisa menahan diri, dia mengambil pistol yang ada disaku celananya dan langsung mengarahkan pistol itu tepat dikepala Devo membuat Ayah Dion langsung berlari ke hadapan Devo.


"minggir! aku sudah tidak bisa lagi menahannya," teriak Felix yang sudah dikuasai amarah, bertahun-tahun dia menahan sakit dihatinya akibat dari perkataan juga perbuatan dari Devo.


"Felix, dengarkan Ayah nak. Ayah mohon, jangan lakukan itu pada adikmu," pinta Ayah Dion dengan tangis yang sudah berjatuhan, dia tidak sanggup kehilangan salah satu diantara kedua putranya.


"bunuh saja! kau pasti akan sangat puas saat aku mati," ucap Devo tajam.

__ADS_1


"diam! kau benar-benar sudah dibutakan oleh amarahmu Devo, kau tidak tau pengorbanan yang telah Felix lakukan untukmu," bentak Ayah Dion.


"pengorbanan? pengorbanan kau bilang? karna bajingan inilah ibuku mati, karna bajingan ini aku kehilangan semua kebahagiaanku, karna bajingan ini juga lah aku kehilanganmu," hardik Devo cepat dengan napas terputus-putus akibat gejolak amarah.


Ayah Dion mematung ditempat, semua tidaklah benar. Apa yang diucapkan Devo bukanlah sesuatu yang sebenarnya terjadi, tapi kebalikannya. Selama ini Felix lah yang telah banyak menderita karna keluarga mereka, dia harus hidup keras diluaran sana tanpa kasih sayang keluarga.


"Devo, semua tidak seperti yang kau pikirkan. Selama bertahun-tahun kau menyalahkan Felix atas kematian ibumu, tapi yang sebenarnya adalah ibumu lah yang telah membunuh ibunya,"


Deg, deg, jantung Devo berdetak sangat cepat saat mendengar itu, dia tidak bisa mempercayai ucapan dari Ayahnya begitu saja.


Felix yang masih berdiam diri dengan pistol ditangannya perlahan menurunkan pistol itu, dia kembali menyimpannya ke dalam saku celana. Hampir saja dia kelepasan, kalau sampai dia benar-benar membunuh Devo maka seumur hidup dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.


"diam kau! aku tidak ingin mendengar apapun!" tolak Devo. Sebenarnya dia pernah mendengar cerita kematian ibu Felix, namun dia merasa bahwa semua tidaklah benar. Tidak mungkin ibunya yang baik hati sudah menbunuh orang lain.


"semua benar Devo! Diana telah membunuh Fely pada saat aku pergi keluar negeri," ucap Ayah Dion.


Pada suatu malam, terjadi keributan dirumah mewah keluarga Anggara. Tuan rumah dan Nyonya rumah itu sedang bertengkar hebat karna perselingkuhan. Diana ketahuan selingkuh dengan partner kerja Dion pada saat dia melakukan perjalanan dinas.


Setahun kemudian perselingkuhan itu terungkap oleh Dion saat tidak sengaja melihat Diana sedang berciuman dengan mesra disebuah pantai. Dion yang selama ini selalu sibuk dengan pekerjaan tidak punya waktu untuk memperhatikan sang istri, padahal umur pernikahan mereka baru menginjak 2 tahun.


Keributan besar pun terjadi, Dion yang merasa benar-benar kesal mengusir Diana untuk pergi dari rumah itu dan berencana menceraikannya. Namun Diana memohon padanya dan meminta kesempatan untuknya berubah. Dengan segala rayuannya, Diana berhasil mendapatkan kembali hati Dion.


Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama, Diana kembali mengulang kesalahannya. Dia kembali ketahuan berselingkuh dengan orang yang sama, namun kali ini dia menyalahkan Dion karna tidak pernah memberinya kepuasan batin.


Dion yang sudah putus asa pergi kesebuah tempat hiburan dan melampiaskan kemarahannya dengan minuman, akibatnya dia mabuk berat hingga tak sadar bahwa dia memeprkosa seorang gadis yang tidak sengaja menabraknya di depan tempat hiburan itu.


Fely yang baru pulang dari tempat kerjanya tidak sengaja menabrak Dion yang sedang berjalan ke arah mobil. Karna kondisi mabuk berat, Dion sampai tidak sadarkan diri membuat Fely khawatir. Wanita itu segera membawa Dion ke rumahnya yang tidak jauh dari tempat itu, dia membantu Dion untuk membersihkan diri.


Namun saat Fely akan beranjak pergi, Dion menarik tangannya dan langsung memperkosa gadis yang telah menolongnya.

__ADS_1


Setelah kejadian itu, Dion memohon pengampunan dari Fely. Dia benar-benar tidak sadar saat melakukannya, dan Fely pun mencoba untuk memaafkannya. Beberapa bulan kemudian, Fely hamil dan hubungan mereka pun semakin dekat sampai lahirlah Felix di antara mereka.


Mereka menjalin hubungan terlarang selama 1 tahun, Dion berjanji akan menikahi Fely saat dia sudah mengurus perceraiannya dengan Diana. Namun ucapannya itu tak berjalan mulus, Diana dikabarkan tengah hamil membuat proses perceraian mereka dibatalkan.


Akhirnya sampai Felix berumur 10 tahun, dia tidak pernah mengenal siapa ayahnya. Fely memutuskan untuk membawa Felix pergi jauh dari kehidupan Dion. Sampai suatu ketika Diana mengetahui hubungan Dion dengan Fely, hatinya terasa hancur dengan amarah yang menguasai hatinya.


Dia mencoba berbagai macam cara untuk membuat Dion tidak lagi memikirkan Fely, namun usahanya sia-sia. Dion tetap memikirkan Fely bahkan berencana untuk menikahinya. Dia memboyong Fely dan Felix ke rumahnya dan menjadikannya istri kedua.


Pernikahan mereka berlangsung selama 5 tahun, Diana yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit dihatinya memutuskan untuk membunuh Fely pada saat Dion sedang dinas ke luar negeri. Namun semua itu terbongkar setelah 3 tahun kemudian, pada saat-saat terakhir hidup Diana yang meninggal karna menyelamatkan Felix dari serangan musuh sang Ayah.


Flashback End.


Devo mematung di tempatnya saat mendengar cerita yang sudah dua kali dia dengar, jiwanya tetap menolak kebenaran tentang cerita itu. Felix sendiri sudah merelakan semuanya, dia tidak membenci siapapun walau harus hidup dengan kesengsaraan seperti itu.


"pergi kalian! aku tidak ingin melihat kalian ada di sini!" usirnya sembari berjalan ke atas tangga. Bertahun-tahun yang lalu dia sudah mendengar cerita tentang kebenaran ini dari pamannya, namun dia tidak mempercayai semua itu dan memilih untuk pergi menjauh dari keluarganya.


"Devo, hidup Ayah sudah tidak lama lagi. Ayah ingin melihat kedua putra Ayah bersatu, dan hidup bahagia."


Langkah Devo terhenti kala mendengar apa yang Ayahnya ucapkan.





TBC.


Terima kasih buat yang udah baca 😘

__ADS_1


__ADS_2