
Felix dan Devo segera membawa Ayah mereka ke Rumah sakit, tak lupa mereka juga membawa Mona yang sudah sama sekaratnya seperti Ayah Dion.
"lebih cepat! lambat sekali sih," teriak Devo sembari memegangi tangan Ayah Dion yang sudah tidak sadarkan diri. Dia begitu khawatir dengan keadaan sang Ayah yang terlihat sangat pucat.
Felix sendiri sedang fokus untuk melajukan mobilnya ditengah keramaian jalanan saat ini, suara klakson mobilnya terus berbunyi untuk menyingkirkan segala macam kendaraan yang menghambat jalannya.
"lebih cepat Felix! apa kau mau melihat Ayah kita mati!"
Felix tersentak kaget saat mendengar teriakan Devo untuk yang kedua kalinya, dia kaget bukan karna suara lelaki itu tapi karna kata-kata yang keluar dari mulutnya.
"Ayah kita?" gumam Felix yang merasa senang saat mendengar Devo mengucapkan kata-kata itu. Karna kehilangan fokus, mobil yang dia kendarai menyerempet mobil lainnya membuat mobil itu oleng hingga menimbulkan suara yang cukup keras.
Brak, brak, brak, ciiit...., Felix mengerem dengan sangat cepat untuk menghindari tabrakan beruntun dihadapannya, dia mencoba untuk mengendalikan mobilnya yang hampir saja terguling di jalanan.
Devo dan Mona yang berada di dalam mobil menjadi kaku dengan mulut terbuka lebar, jantung mereka berdetak sangat kuat dengan tubuh gemetar akibat atraksi dari Felix.
"aku menyuruhmu untuk cepat ke Rumah sakit, bukan cepat untuk menghadap Tuhan!" bentak Devo yang sudah keringat dingin dengan kejadian yang hampir saja merenggut nyawa mereka semua, apalagi Mona yang saat ini terpejam dengan mulut komat-kamit membaca mantra agar selamat dari pertunjukan yang Felix lakukan.
"diam! aku tidak bisa fokus kalau kau ngomong terus!" balas Felix dengan seringai tipis dibibirnya, dia tidak menyangka kalau Devo bisa setakut itu dengan apa yang terjadi barusan.
"enak saja kau menyalahkanku! telat sedikit saja kau menghindar, sudah berada di alam lain kita saat ini," cibir Devo membuat Felix semakin melebarkan senyumnya.
Setelah menempu perjalanan yang sangat menegangkan, akhirnya mobil mereka sampai dihalaman Rumah sakit. Felix dan Devo segera membawa Ayah Dion beserta Mona ke dalam Rumah sakit yang langsung disambut oleh Dokter dan beberapa perawat.
Mereka segera membawa Ayah Dion dan Mona ke ruang UGD, sementara Felix segera mengurus administrasinya.
"kalau sampai terjadi sesuatu dengan Ayah, maka aku akan membunuhmu!" gerutu Devo yang masih saja menyalahkan Felix untuk semua hal.
Tak lama Felix kembali bergabung dengan Devo, dia duduk dengan jarak satu kursi dari tempat duduk Devo saat ini.
"loh, Felix?" seru Aleta yang sedang melintas di depan UGD.
__ADS_1
Sontak Felix dan Devo langsung melihat ke arah Aleta, dan betapa terkejutnya dia saat melihat Felix sedang duduk bersama Devo ditempat itu.
Felix segera bangun saat melihat Aleta, begitu juga dengan Devo yang ikut bangun karna melihat Felix.
"apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Aleta, dia bertanya-tanya kenapa Felix dan Devo bisa berduaan saat ini.
Felix dan Devo saling lirik, mereka tidak tau harus mengatakan apa pada Aleta. Sementara wanita itu masih menunggu dengan sabar, dia sudah sangat-sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada dua lelaki itu.
"Nyonya, ada yang ingin saya katakan," ucap Felix membuat Devo langsung melihat ke arahnya.
"bilang saja," jawab Aleta sembari bersedekap dada.
"apa kau sudah gila! kau mau menceritakan hubungan kita?" cegah Devo, dia tidak mau kalau Aleta tau bahwa mereka berdua adalah kakak adik.
"tidak ada salahnya kalau dia tau hubungan kita,"
"tidak! aku tidak mau!" tolak Devo dengan cepat, dia masih tidak mau mengakui Felix sebagai saudaranya.
Aleta yang mendengar semua percakapan mereka merasa terkejut, dia tidak menyangka kalau dua lelaki itu ternyata memiliki hubungan yang spesial.
"Nyonya-" Felix tidak dapat melanjutkan ucapannya karna pintu ruang UGD sudah terbuka, mereka langsung mendekat ke arah Dokter yang baru muncul dari balik pintu.
"bagaimana Dok?" tanya Devo, dia sangat khawatir dengan keadaan sang Ayah.
"kondisi mereka baik-baik saja, untunglah kalian langsung membawa mereka ke Rumah sakit," jawab Dokter tersebut. Felix dan Devo bernapas lega saat mendengarnya, lalu mereka membawa Ayah Dion dan juga Mona ke ruang perawatan.
Aleta semakin kaget saat melihat Mona juga ada di Rumah sakit, dia semakin bertanya-tanya dengan apa yang sedang terjadi.
Setelah selesai dengan urusannya, Felix mengajak Aleta untuk berbicara 4 mata ditaman samping Rumah sakit. Devo yang mengetahuinya meminta untuk ikut, namun Felix menolak dengan keras membuat Devo tidak bisa memaksa.
"sebenarnya ada apa? kenapa kau bisa bersama dengan mereka?" tanya Aleta setelah mereka sampai di Taman.
__ADS_1
"Nyonya, sebelumnya saya memohon agar Nyonya tidak menceritakan hal ini pada tuan Agra," pinta Felix, dia ingin menceritakan masalah ini secara langsung dengan bosnya itu.
Aleta menganggukkan kepalanya dengan mantap, dia tidak akan menceritakan hal ini pada suaminya.
Felix segera menceritakan semua yang terjadi pada Aleta, terutama mengenai hubungannya dengan Devo. Aleta mendengarkan seluruh cerita Felix dengan khusyuk, dia terlihat sangat bersemangat saat mendengarnya.
"aku kira mereka sepasang kekasih," Aleta merasa malu dengan pemikirannya.
"tapi kenapa kau tidak mengatakannya pada Agra? bukannya kau tau kalau selama ini Agra mencari Devo?" tanya Aleta, dia tau betul kalau selama ini suaminya sudah mencari Devo ke mana-mana.
"saya belum bisa menceritakan tentang masalah saya Nyonya, tapi saya janji setelah ini saya pasti akan menceritakannya pada tuan," jelas Felix, dia harus menyatukan Devo dan Ayah Dion dulu baru dia akan memberitahu Agra.
"sebenarnya apa yang terjadi antara Agra dan Devo?" tanya Aleta, dia sudah sangat penasaran dengan masalah yang terjadi di antara mereka.
Felix membuang napas kasar, dia terlihat ragu untuk menceritakan apa yang terjadi di masa lalu pada Aleta. Dia merasa tidak pantas karna memang seharusnya Agra lah yang menceritakannya.
"semua terjadi karna saya, Nyonya," jawab Felix. Aleta mengerutkan keningnya karna tidak mengerti dengan apa yang lelaki itu ucapkan.
"karna kebenciannya pada saya membuat Devo melampiaskan kemarahannya pada seseorang yang sebenarnya tidak ada sangkut-pautnya dengan kami. Devo membuat hidup Tuan Agra hancur karna rasa benci yang teramat besar dalam dirinya," tambah Felix lagi, dia merasa sangat bersalah pada Agra atas apa yang dilakukan Devo padanya.
"memang ada masalah apa dengan Agra? kenapa dia melampiaskan semuanya pada suamiku?" tanya Aleta yang merasa tidak terima karna sang suami yang tidak tau apa-apa malah terkena getahnya.
"itu-"
"itu karna dia merasa iri dengan apa yang Agra miliki, dia melakukan berbagai macam cara untuk menjatuhkan Agra. Benar-benar bajingan!" potong Ricky membuat Felix dan Aleta langsung melihat ke arahnya.
•
•
•
__ADS_1
TBC.
Terima kasih buat yang udah baca 😘