
"apa ! medusa?" seru mama Deeva yang sedang berjalan ke arah mereka.
Aleta dan Agra terlonjak kaget saat mendengar suara mama Deeva, mamanya itu sudah seperti hantu yang tiba-tiba muncul mengagetkan orang lain.
"Aleta, apa maksud ucapanmu tadi?" tanya mama Deeva.
"dia itu, masa abis menci..., eemmp" Aleta tidak dapat melanjutkan ucapannya karna Agra langsung membekap mulutnya. Agra menatap Aleta dengan tajam seraya terus menutup mulut gadis itu.
"dia pengen nonton film medusa ma," Agra berbohong pada mama Deeva sementara Aleta mencoba untuk melepaskan bekapan tangan Agra.
"ngapain nonton medusa gitu, mau menuntut ilmu kamu?" mama Deeva menjitak kepala Aleta yang langsung membuat Aleta mengadu kesakitan.
Agra membulatkan matanya saat melihat jitakan yang mendarat sempurna di kepala Aleta, dia juga ingin melakukan itu, bahkan ingin sekali mendaratkan jitakan yang maha dahsyat pada rubah liciknya.
"gak usah yang aneh-aneh kamu," omel mama Deeva lagi sambil berlalu meninggalkan mereka.
Aleta menatap tajam pada Agra sembari mengusap-usap bibirnya yang tadi habis dicium oleh lelaki itu. lalu Aleta berbalik untuk pergi meninggalkannya, rasa kesal masih bersarang di hatinya saat ini.
"tunggu, mau kemana kau." Agra memegang tangan Aleta seraya menahannya sementara gadis itu menggoyang-goyangkan pegangan tangan mereka supaya terlepas.
"ngapain kau ke sini?" tanya Aleta setelah tidak berhasil melepaskan tangannya. dia memasang wajah cemberut sambil memajukan bibirnya.
"dengar, aku tadi ada meeting mendadak jadi tidak sempat menjemputmu," Agra mencoba menjelaskan tentang keadaan yang membuatnya tidak bisa datang ke kempus Aleta.
__ADS_1
Namun Aleta tidak peduli, dia acuh saja mendengar ucapan Agra sementara Agra sendiri hanya menghela napas kasar karna Aleta terlihat tidak percaya dengan ucapannya.
"aku lapar," ucap Agra sembari menarik tangan Aleta masuk ke dalam rumah. gadis itu hanya diam saja melihat apa yang dilakukan Agra, memberontak pun dia rasa percuma, semua hanya sia-sia saja dan menghabiskan energi kehidupannya.
****
Hari ini Aleta dan Agra akan pergi ke sebuah tempat yang sudah mereka siapkan untuk mengambil foto prewedding mereka.
Sebuah tempat di tengah hutan yang sangat hijau dan alami. bunga-bunga terlihat bermekaran di tempat itu, juga diiringi dengan suara kicauan burung yang meramaikan suasan hutan yang terletak agak jauh dari pinggiran kota.
Entah apa alasan yang membuat Agra memilih tempat itu untuk dijadikan foto prewedding mereka, yang jelas tempat itu memang sangatlah indah. bak negeri dongeng yang tersimpan jauh di tengah hutan yang tidak terjamah oleh tangan-tangan nakal manusia.
Aleta sudah telihat sangat cantik dengan menggunakan gaun berwarna putih senada dengan jas yang Agra pakai. juga hiasan yang menambah kesan mewah dan elegan melekat ditubuh mungil gadis itu.
"biasa aja lihatnya, aku tau kalau aku itu cantik," ucap Aleta ketika melihat Agra tidak berkedip saat menatapnya. pria itu seakan terhipnotis dengan kecantikan alami yang terpancar di wajah Aleta. apalagi ditengah hutan yang sangat cantik ini, Aleta terlihat seperti peri hutan yang sedang menunggu datangnya seorang pangeran untuk menjemputnya.
"bagus, sekali lagi," ucap seorang fotografer yang mengambil foto mereka.
Agra terlihat duduk disebuah batu di tengah sungai yang mengalir jernih, dan di belakangnya terdapat air terjun yang sangat indah. apalagi terkena pantulan cahaya matahari, seakan air terjun itu memberikan sinar yang berwarna-warni. sungguh keajaiban Tuhan yang tidak bisa dibuat oleh tangan manusia.
Aleta berdiri di samping Agra, dia meletakkan tangannya dipundak lelaki itu, dan Agra juga meletakkan tangannya dipinggang Aleta, mereka berpose dengan sangat mesra membuat iri setiap manusia yang melihatnya.
Lalu tiba-tiba, Aleta mengangkat satu kakinya dan meletakkannya tepat di pangkuan Agra. dia menekan kaki lelaki itu untuk menahan berat tubuhnya, refleks Agra memeluk erat pinggang Aleta sembari tatapan matanya melihat ke arah mata Aleta.
__ADS_1
Aleta meletakkan satu tangannya didada bidang Agra dan yang satunya lagi melingkar dileher Agra seakan menunjukkan gairah cinta yang sedang menggelora. tak lupa dia juga memusatkan pandangannya pada wajah pria yang saat ini tengah menatapnya dengan tajam.
Pandangan mereka bertemu, seolah-olah waktu sedang berhenti disekitar mereka. Agra melihat ke arah bibir Aleta yang seakan menggodanya untuk segera melahap bibir ranum itu. perlahan namun pasti Agra mulai mendekatkan bibirnya, dan sejurus kemudian bibir mereka sudah saling menempel dengan gairah yang juga sama-sama sudah mencapai puncak.
Aleta menikmati setiap ciuman yang Agra berikan, dia mencoba untuk membalas ciuman itu walau masih kaku. Agra meremas pinggang Aleta dengan posesif, begitu juga Aleta yang tangannya sudah naik ke kepala Agra dan meremas rambutnya dengan erat. mereka melupakan kalau saat ini mereka tidak hanya sedang berdua, melainkan ada sekitar 8 orang yang berada di tempat itu.
Semua orang yang melihat mereka membulatkan mata sambil menelan salive mereka. mereka terkejut tapi juga terpana melihat pemandangan yang terjadi di hadapan mereka. seolah terhipnotis dan tidak bisa memalingkan pandangan, bahkan fotografernya saja sampai lupa untuk mengambil foto mereka karna fokus pada ciuman yang sedang mereka berdua lakukan.
Seorang wanita yang berdiri di samping fotografer itu menyenggol tangannya untuk menyadarkannya dan segera mengambil foto dua manusia yang sedang asyik berciuman di hadapan mereka.
"ekhem," fotografer itu berdehem untuk menyadarkan Aleta dan Agra bahwa masih ada manusia di tempat itu selain mereka berdua.
Aleta yang tersadar langsung menghentikan ciuman panas mereka, wajahnya sudah merah seperti tomat karna malu saat melihat orang-orang yang ada di sekelilingnya. sedangkan Agra hanya bersikap biasa saja seolah tidak ada yang terjadi.
Karna sesi foto mereka sudah selesai, Aleta segera pergi untuk berganti pakaian dengan menjinjing sepatu yang tadi dia pakai. namun saat kakinya menginjak sebuah batu berlumut, Aleta kehilangan keseimbangan tubuh dan kakinya tergelincir sehingga membuatnya jatuh ke dalam sungai yang arusnya lumayan deras.
Byur..., "Aleta...," teriak Agra dan semua orang yang ada di tempat itu.
•
•
•
__ADS_1
TBC.
Terima kasih buat yang udah baca 😘