
Aleta mematung di depan pintu saat melihat wanita yang bertamu ke apartemen Agra, begitu juga dengan wanita itu yang terlihat kaget dengan amarah yang sedang dia tahan.
"apa yang kau lakukan disini?" tanya Margaret dengan tatapan tajamnya.
"aku...,"
"Aleta...,"
Aleta tidak bisa melanjutkan ucapannya saat suara panggilan Agra terdengar. dia langsung berjalan ke arah kamar lelaki itu.
Margaret semakin kesal saat mendengar teriakan Agra, dia lantas mengukuti langkah Aleta menuju kamar dengan perasaannya kian membara.
"dari mana saja kau?" cerca Agra yang baru melihat Aleta masuk ke kamarnya.
Aleta hanya mencebikkan bibirnya saja tanpa menjawab pertanyaan lelaki itu.
"dasar kau...," Agra tidak dapat melanjutkan ucapannya saat melihat Margaret yang berjalan masuk ke dalam kamarnya.
"hebat sekali kalian," ucap Margaret sambil melihat kearah mereka berdua.
"apa yang kau lakukan disini?" tanya Agra.
"Agra, kenapa wanita itu ada disini?" tunjuk Margaret ke arah Aleta.
Aleta yang melihat mereka bertengkar memilih angkat kaki dari ruangan itu, lebih baik dia menonton tv daripada harus mendengar mereka.
"jawab aku, Agra !" teriak Margaret.
"Margaret, maafkan aku. sudah kubilangkan kalau aku akan menikah dengannya. sudah jelas dia di sini untuk menemaniku," ucap Agra.
"tega sekali kau mengatakan itu." Margaret benar-benar merasa sakit hati atas apa yang Agra lakukan.
"aku minta maaf, aku tau keputusanku ini pasti sangat menyakiti hatimu."
"kau tidak bisa melakukan ini padaku, Agra. kau tidak bisa mencampakkan ku seperti ini," tangis Margaret pecah di ruangan itu. hatinya benar-benar hancur saat orang yang sangat dia cintai mengatakan akan menikah dengan orang lain.
"Margaret, maafkan aku. aku benar-benar telah menyakiti hatimu. tapi selama aku menjalin hubungan denganmu, hatiku tidak pernah sedikitpun bergetar saat berada di dekatmu. aku tidak memiliki perasaan apapun terhadapmu, maafkan aku Margaret,"
__ADS_1
Bruk. Margaret menjatuhkan tubuhnya ke lantai saat sudah tidak sanggup lagi mendengar kata demi kata yang Agra ucapkan. hatinya terasa teriris saat mendengar kalau lelaki yang sangat dia cintai tidak pernah mencintainya.
Agra melihatnya dengan sedih, hatinya dipenuhi rasa bersalah. dia memang sudah sangat menyakiti hati Margaret, namun dia juga tidak bisa memaksakan hatinya. itu sebabnya dia memilih mundur dan memutuskan hubungan mereka.
"kenapa ? kenapa baru sekarang kau mengatakannya?" Margaret memandang ke arah Agra dengan sayu. air mata terus mengalir di wajah cantiknya.
"maafkan aku Margaret. awalnya aku berpikir mungkin suatu saat nanti aku akan jatuh cinta padamu, tapi ternyata aku salah. sekali lagi aku minta maaf." Agra benar-benar menyesal telah menyakiti hati wanita itu.
Margaret semakin hancur dibuatnya, bagaimana mungkin lelaki ini tega menghancurkannya dengan sebegini dalam ? apa tidak bisa dia menunggu sedikit lagi ? hati Margaret dipenuhi dengan amarah dan kesakitan.
"aku tidak papa kalau kau tidak mencintaiku, aku hanya ingin kau selalu disampingku Agra. aku mohon jangan putuskan hubungan kita." Margaret mendekat dan menggenggam tangan Agra.
"seperti yang kau bilang, kau belum mencintaiku. aku akan menunggu sampai kau mencintaiku, dan aku yakin itu pasti akan terjadi," tambah Margaret lagi.
"huh, maaf Margaret. aku tidak bisa,"
"kenapa ? apa karna wanita itu ?" bentak Margaret.
"dulu sebelum kau bertemu dengannya, kau tidak pernah berpikir seperti ini. kau tetap berhubungan denganku. tapi sekarang apa ? apa kau telah dihasut oleh dia,"
Benar, Agra juga tidak tau apa alasannya. tapi yang jelas dia tidak mau lagi menjalin hubungan dengan Margaret.
Aleta yang sedang menonton tv ditemani dengan camilan dan segelas jus langsung kaget saat tiba-tiba tangannya ditarik dengan kasar oleh Margaret, dan sejurus kemudian...
Plak. satu tamparan mendarat tepat diwajah Aleta dan langsung meninggalkan bekas yang memerah.
"apa yang kau lakukan ? seenaknya saja kau memukulku," bentak Aleta sambil mendorong tubuh Margaret.
"itu pantas untuk seorang perusak sepertimu," cibir Margaret.
"apa maksudmu ? aku tidak...,"
Plak, satu tamparan lagi mendarat dengan sempurna di wajah Aleta, membuat gadis itu tidak bisa lagi menahan diri.
"beraninya kau...."
Plak. Aleta membalas tamparan wanita itu, dia tidak terima kalau dia harus dipukuli oleh orang yang bahkan tidak mengenal dirinya.
__ADS_1
"dasar kau wanita perusak, kau merebut kekasihku. kau lihat saja aku tidak akan pernah membiarkan kalian hidup bahagia."
Margaret langsung keluar dari apartemen itu yang memang kebetulan pintunya tidak di kunci.
"dasar kau wanita sialan. awas saja kau kalau berani mengangguku lagi," teriak Aleta sambil memegangi pipinya yang terasa perih akibat gamparan wanita itu.
Agra yang melihat perkelahian mereka hanya diam di tempatnya, dia membiarkan kedua wanita itu adu jotos sedangkan dia hanya menjadi penonton.
Aleta bergegas ke dapur untuk mengambil handuk dan es agar pipinya tidak bengkak sedangkan Agra juga beranjak dari tempatnya untuk mendekat ke arah Aleta.
"duuuh perihnya." dengan sangat pelan Aleta meletakkan handuk yang sudah dibasahi es ke pipinya.
"dasar wanita sialan, awas aja kalau kami bertemu lagi, aku akan mencakar wajah nya itu," gerutu Aleta lagi sambil tetap melanjutkan kerja tangannya.
"ada apa denganmu?" tanya Agra yang pura-pura tidak tau.
Aleta hanya melengos saat Agra menghampirinya, semua yang terjadi padanya adalah karna lelaki itu.
"aku lapar," ucap agra tiba-tiba berharap dia bisa mendengar suara Aleta. namun gadis itu tetap memilih untuk bungkam.
"buatkan aku makanan, tapi kalau sampai rasanya seperti tadi pagi, siap kau," ancam Agra. dia menunggu respon dari wanita itu.
"aku tidak bisa masak, kau minta aja sama yang lain," ketus Aleta. dia bahkan sudah tidak memanggil Agra dengan panggilan formal.
"aku tidak mau tau, dalam waktu 20 menit kau harus menghidangkan makanan untukku." Agra lalu meninggalkan Aleta dan berjalan ke ruang tv.
Aleta mengepalkan tangannya menahan kesal akibat lelaki itu, lalu dia segera menyiapkan bahan masakan dengan mulut penuh cacian untuk Agra dan juga Margaret.
"tangguh juga rubah licik itu," diam-diam Agra memperhatikan Aleta dari kejauhan.
•
•
•
**TBC.
__ADS_1
jangan lupa dukungan ya
Terima kasih buat yang udah baca 😘**