Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 76. Memaafkan


__ADS_3

"sekarang giliranmu Felix, ceritakan semua yang terjadi padaku! termasuk tentang wanita sialan itu, gara-gara dia aku jadi terkena imbas dari emosi Agra," geram Aleta sembari meremas selimut yang sedang menutupi tubuhnya.


Felix mematung, dia bingung harus menceritakannya atau tidak. Namun pandangan menusuk Aleta membuatnya mau tidak mau menceritakan semua hal yang terjadi pada Agra, termasuk dengan video yang mereka tonton.


Sebelum Felix membuka suara, Ricky terlebih dulu menahannya.


"tidak untuk sekarang Aleta, pikirkan keadaan kandunganmu," tahan Ricky, dia tidak mau Aleta kembali emosi dan membuat kandungannya kembali lemah.


"aku baik-baik saja, anak-anakku juga harus tau apa yang terjadi pada ayah mereka," ucap Aleta penuh keyakinan. Akhirnya Felix menceritakan semua yang terjadi padanya.


Aleta mendengarkan cerita Felix dengan khusyuk, sementara Ricky terus melihat kearahnya. Lelaki itu mengamati wajah Aleta yang terlihat biasa saja, namun tangannya mengepal kuat memperlihatkan bahwa dia sedang menahan amarah saat ini.


"jadi dia marah, karna melihat kekasihnya diperkosa oleh pria itu?" tanya Aleta saat Felix sudah menutup ceritanya.


Felix hanya menganggukkan kepala menjawab pertanyaan Aleta sembari menundukkan kepalanya.


"jadi karna itu, Agra berpisah dengan kekasihnya?" tanya Aleta lagi yang sudah seperti wartawan, dan di balas dengan anggukan kepala Felix.


"jadi..., Agra ingin kembali lagi pada wanita itu?" suara Aleta sedikit tertahan saat mengatakannya, hatinya merasa sakit saat membayangkan Agra kembali pada wanita lain.


"tidak!" suara Agra mengagetkan mereka semua yang sedang menceritakan tentangnya, dia berdiri di ambang pintu dengan tatapan tajam yang dia layangkan pada mereka.


Agra melangkah masuk ke dalam ruangan, dia berdiri tepat di samping ranjang Aleta membuat Ricky dan Felix sedikit menggeser kursi mereka.


"apa yang kau lakukan di sini? aku tidak-"


Bruk, Agra bersimpuh di samping ranjang Aleta membuatnya tidak bisa melanjutkan apa yang ingin dia katakan. Felix dan Ricky juga terlonjak kaget dengan apa yang Agra lakukan.


"ap-apa yang ka-kau lakukan?" bibir Aleta bergetar saat melihat Agra bersimpuh tepat di bawahnya, membuatnya merasa tidak nyaman.


"Maafkan aku, maafkan aku yang bodoh ini." Tubuh Agra bergetar dengan tangis yang tertahan, dia menundukkan kepalanya memohon pengampunan dari Aleta.


Sebelumnya dia telah memikirkan apa yang Ricky ucapkan, dan apa yang dikatakan temannya itu adalah benar. Saat ini, Aleta jauh lebih penting dari apapun dan sudah menjadi bagian dalam hidupnya. Terlepas dari apa yang terjadi di masa lalu, tidak menutup fakta bahwa semua itu sudah berlalu dan masa sekarang adalah masanya bersama Aleta.


"maafkan atas semua kesalahanku, aku-aku tidak bermaksud untuk menyakitimu, aku sangat bodoh, maafkan aku," Agra terus mengucapkan kata maaf membuat Aleta meneteskan air mata, hatinya merasa sakit saat melihat Agra seperti itu.


Felix dan juga Ricky ikut merasakan kesedihan Agra, mata mereka tampak berembun saat mendengar ucapan maaf yang begitu menyayat hati mereka.

__ADS_1


"sa-sayang, tolong maafkan aku. Aku-aku janji tidak akan menyakitimu lagi, aku-aku janji tidak-" Agra tidak dapat melanjutkan ucapannya saat Aleta memeluk tubuhnya dengan erat, wanita itu menangis dalam pelukannya saat ini.


Aleta langsung turun dari ranjang saat sudah tidak sanggup lagi melihat Agra bersimpuh memohon maaf padanya, dia langsung memeluk tubuh Agra dengan erat sembari meluapkan segala kesedihan yang tengah dia rasakan.


Agra juga membalas pelukan Aleta dengan erat, tubuhnya bergetar dengan tangis yang sudah pecah diwajahnya. Beberapa kali Agra mengucapkan maaf dan terima kasih secara bersamaan, dia benar-benar merasa bahagia karna Aleta masih mau memaafkannya.


"Aduuh," Aleta merasa sakit di tangannya, Agra langsung melepaskan pelukan mereka saat melihat selang infus yang seharusnya tertancap ditangan Aleta namun terlepas dan membuat tangan itu mengeluarkan darah.


Ricky yang melihatnya pun langsung bertindak, dia memasang kembali infus yang terlepas dari tangan Aleta. Kemudian Agra menggendong Aleta dan membaringkannya di atas ranjang.


"sayang, kau baik-baik sajakan?" Agra tampak khawatir, dia memeriksa perut Aleta untuk memastikan keadaan kandungannya.


"yang sakit itu tanganku, lihat! infusnya lepas karna tadi aku memelukmu," gerutu Aleta membuat Agra tersenyum tipis, dia senang bisa mendengar kembali kecerewetan istrinya.


"makanya pelan-pelan, ini main peluk terus," cibir Agra membuat Aleta melotot ke arahnya.


Setelah selesai memasang infus, Ricky memutuskan untuk keluar dari ruangan itu. Matanya sudah sangat ngantuk karna semalaman tidak tidur, begitu juga dengan Felix yang mengikutinya.


"aku ngantuk," ucap Agra sembari menarik selimut untuk menutupi tubuh Aleta, dia melihat jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi.


Agra hanya menggelengkan kepalanya mendengar cibiran sang istri, tangannya sibuk mengusap puncak kepala Aleta dengan sayang untuk membuatnya tidur nyenyak.


"Terima kasih karna telah memaafkanku, aku janji tidak akan menyakitimu lagi, sayang." Agra mengecup kening Aleta dan segera merebahkan kepalanya di sisi ranjang dengan mata yang mulai terpejam menyusul Aleta ke alam mimpi.


Pada saat yang sama, seorang lelaki terlihat memasuki sebuah rumah melalui jendela yang ada dilantai 2. Dia sudah seperti maling profesional yang memanjat dinding layaknya spiderman, dan langsung masuk ke dalam kamar yang terhubung langsung dengan jendela yang dia masuki.


"hello baby," lelaki itu membuka selimut dan langsung memasukkan tangannya ke dalam gaun malam seorang wanita yang tengah terlelap di atas ranjang.


Wanita itu memekik kaget saat sebuah tangan mencengkram kuat gundukan sintalnya, dan membuatnya langsung bangun dan melihat ke arah pria tersebut.


"kau," seru Mona dengan mata melotot ke arah lelaki yang dengan santainya membuka kemejanya dan melemparnya asal ke atas lantai.


"mau apa kau?" teriak Mona sembari turun dari ranjang, namun tangan lelaki itu lebih cepat menahan kakinya dan langsung menariknya sampai terkungkung di bawah tubuh lelaki itu.


"aku menginginkannya Mona," ucapnya dengan suara serak menahan hasrat yang sudah mencapai ubun-ubunnya, sementara Mona berusaha melepaskan diri dari kungkungan lelaki itu.


"lepaskan aku Devo! urusan kita sudah selesai," teriak Mona sembari menendang pusaka lelaki itu dengan kuat, dan berhasil terlepas dari kungkungannya.

__ADS_1


"dasar ******, beraninya kau!" geram Devo sembari menahan sakit di daerah intinya, sementara Mona sudah merasa takut dengan kemarahan pria itu.


"berhenti! aku-aku minta maaf," lirih Mona saat melihat Devo mendekat ke arahnya, namun lelaki itu tetap melangkahkan kakinya hingga tubuh mereka menempel dengan sempurna.


"Aku sudah menuruti kemauanmu, sekarang kau harus membayarnya." Devo merobek paksa gaun malam yang dipakai Mona membuat tubuh wanita itu terekspos dengan sempurna.


Devo segera melancarkan aksinya, dia memagut bibir Mona dengan bringas dan tangannya sudah menjelajah dibagian dada wanita itu. Mona yang awalnya menolak pun menjadi berhasrat dan membalas permainan Devo, mereka saling menikmati satu sama lain.


Devo membaringkan tubuh Mona, dia menjilati leher dan bagian dadanya meninggalkan jejak merah keunguan di bagian itu. Devo langsung melakukan penyatuan saat asetnya terus berkedut minta dipuaskan.


Lama mereka bermain dengan berbagai macam gaya dan mencapai kepuasaan masing-masing. Tubuh mereka mengkilap karna keringat yang menetes karna aktivitas yang baru saja mereka lakukan.


Devo segera bangkit dan memakai kembali pakaiannya, dia ingin segera pergi dari tempat itu setelah berhasil mendapat kepuasan.


"aku telah memuaskanmu Devo, maka kau harus membuat Agra kembali padaku!" ucap Mona dengan napas yang masih terputus-putus.


Devo tersenyum sinis. "Kau tenang saja, lelaki bodoh itu pasti akan kembali padamu."


Dia beranjak pergi melalui jendela, sementara Mona hanya diam sembari melihat ke arah Devo pergi.


"aku akan kembali mendapatkanmu, Agra," ucapnya dengan yakin.





TBC.


jangan lupa dukungan ya readers 🥰


Terima kasih buat yang udah baca 😘


Oh ya, mampir juga yuk ke karya teman othor yang super keren ini, di jamin bagus dan bikin kalian ketagihan baca 😍


__ADS_1


__ADS_2