
Byur... "Aleta...," teriak Agra dan semua orang yang berada di tempat itu.
Aleta terjatuh ke dalam sungai dan terbawa oleh arus yang cukup deras. sebenarnya dia bisa berenang, namun karna arus dan juga pakaian yang saat ini dia pakai menyulitkannya untuk bergerak. jadilah dia semakin tenggelam ke dasar sungai.
Semua yang berada di tempat itu menjadi histeris, apalagi Agra yang langsung melompat ke dalam sungai tanpa memikirkan apapun. dia terus mengejar Aleta dan mencoba untuk semakin cepat meraih tubuh wanita itu.
Beberapa orang terlihat mengikuti mereka dari pinggiran sungai dan ada juga yang menelpon polisi untuk meminta bala bantuan, mereka khawatir pada Agra dan juga calon istrinya.
Aleta yang terbawa arus sudah tidak bisa bernapas lagi, kesadarannya pun perlahan-lahan mulai menghilang. dia sudah berusaha untuk berenang ke atas namun yang terjadi malah dia semakin tenggelam. antara sadar atau tidak, dia mendengar seseorang terus menyebut namanya dan dia langsung jatuh pingsan.
Arya yang terus mencoba untuk meraih tubuh Aleta masih belum berhasil, air sungai itu semakin cepat membawa tubuh Aleta padahal dia sendiri sudah berenang dan juga terbawa arus.
Setelah berusaha cukup keras akhirnya Agra berhasil menarik tubuh Aleta dan segera membawanya ke tepi sungai. dia juga sudah kehabisan napas karna mencoba untuk memanggil gadis itu di tengah arus yang deras.
"Aleta, Aleta, bangun." Agra menepuk-nepuk wajah Aleta untuk membangunkannya namun gadis itu tetap diam. lalu dia memberikan napas buatan, sampai beberapa kali terus seperti itu.
"uhuk uhuk uhuk...," Aleta mengeluarkan air yang masuk ke tubuhnya sampai membuatnya terbatuk-batuk sedangkan Agra dengan setia menepuk-nepuk punggung Aleta untuk membantu mengeluarkan air yang menyumbat pernapasannya.
Agra menyandarkan Aleta di bahunya sembari mengelus wajah gadis itu yang basah karna air, lalu dia melepas kemeja yang dia pakai untuk ditutupkan pada tubuh Aleta supaya tidak terlalu dingin.
Wajah Aleta terlihat sangat pucat, bahkan bibirnya sudah mulai tampak membiru. begitu juga dengan tubuhnya yang sudah dingin seperti es, apalagi dengan pakaian yang basah di seluruh tubuhnya.
"Aleta, kau baik-baik saja." Agra memegang wajah Aleta dan menatapnya penuh khawatir. kemudian di mengecup kening, pipi dan juga bibir gadis itu seakan memberi tambahan energi agar Aleta tidak terlalu lemas.
Aleta hanya diam saja menerima perlakuan dari Agra, seluruh tubuhnya terasa lemas dengan hawa dingin yang menusuk sampai ketulang. Agra merasakan kalau tubuh Aleta mulai menggigil, dengan cepat dia menggendong dan membawa Aleta ke bawah pohon besar yang ada di tempat itu.
__ADS_1
Agra menyandarkan tubuh Aleta ke sebuah pohon, lalu dia memeluknya dengan erat seraya memberikan kehangatan tubuhnya untuk gadis itu.
Walau tubuh Aleta sangat dingin, namun dia terlihat sangat nyaman berada dipelukan Agra sedangkan Agra sendiri mengusap-usap kepala Aleta agar gadis itu segera tidur.
Agra berdo'a semoga bala bantuan segera datang untuk menyelamatkan mereka, karna dia sangat khawatir akan keadaan Aleta saat ini. apalagi dia juga mulai merasa kedinginan karna hembusan angin yang lumayan kencang di tempat itu.
Tanpa terasa, Agra juga tertidur di samping Aleta. mereka saling berpelukan dengan erat sambil sesekali sedikit bergerak untuk mencari kenyamanan masing-masing.
Sekitar 30 menit berlalu, akhirnya datanglah beberapa polisi dan para pekerja yang membantu mereka tadi ke tempat itu sembari membawa tandu. karna memang lokasi hutan yang tidak memungkinkan untuk menaiki mobil ataupun sepeda motor.
"tuan," ucap seorang polisi mencoba untuk membangunkan Agra.
Agra mengerjapkan matanya dan langsung melihat ke arah Aleta, gadia itu masih terlihat memejamkan mata.
Lalu Agra menggendong Aleta dan meletakkannya ke atas tandu sedangkan dia sendiri juga naik ke atas tandu yang lainnya.
Aleta yang mulai terbangun merasa seperti sedang terbang di udara, matanya terbuka sempurna dan melihat langit yang berada tepat di hadapannya.
"apa aku sudah mati," gumamnya sambil tetap melihat lurus ke depan.
Aleta mencoba untuk bangkit sambil melihat ke kanan dan ke kiri. gerakannya itu membuat tandu menjadi hilang keseimbangan, sehingga tampak miring dan seperti akan terjatuh.
"pegang tandunya yang benar, lihat calon istriku mau terjatuh," teriak Agra pada mereka yang membawa tandu Aleta.
"loh, ternyata aku belum mati," ucap Aleta yang baru sadar kalau ternyata dia sedang dibawa oleh tandu.
__ADS_1
"Aleta, apa kau baik-baik saja?" tanya Agra yang berada tepat di belakangnya. Aleta lalu menoleh ke arah Agra, dan menganggukkan kepalanya.
Agra baru bisa bernapas lega melihat kondisi rubah liciknya, hatinya sudah merasa tenang karna kondisi Aleta baik-baik saja.
Kemudian Aleta kembali merebahkan tubuhnya, dia mengingat momen di mana dia berada di dalam sungai, dia sudah berpikir bahwa ajal sudah datang untuk menjemputnya. namun saat matanya mulai terpejam, dia seperti melihat Agra yang sedang berlari untuk meraihnya dan setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi.
Hatinya kini berkecambuk, dia banyak memikirkan sesuatu yang sudah terjadi antara dia dan Agra. sebentar lagi pernikahan akan terjadi, dan bahtera rumah tangga akan di mulai. apakah dia sudah mencintai Agra ? atau perasaannya selama ini hanya biasa saja ? entahlah, Aleta tidak tau bagaimana perasaannya sendiri saat ini.
"kita sudah sampai nona," ucap seseorang pada Aleta. mendengar itu Aleta langsung bangkit dari tandu, namun belum sempat kakinya menginjak tanah, Agra sudah terlebih dulu datang dan menggendong tubuhnya.
"aku bisa jalan sendiri," ucap Aleta sambil memberontak minta di turunkan. namun Agra tidak peduli, dia tetap menggendong Aleta ala bridalstyle.
"Aleta...," teriak mama Deeva yang ternyata sudah ada di tempat itu bersama dengan papa Arsen, Dareen dan juga orangtua Agra.
Mereka menangis haru saat melihat Aleta dan juga Agra baik-baik saja, tadinya mereka sangat syok saat mendengar apa yang terjadi dari salah seorang pekerja di tempat itu. dan langsung bergegas menuju ke hutan di mana Aleta dan Agra berada.
"nona, dia masih hidup," seorang wanita terlihat berbicara melalui telpon di tempat yang letaknya agak jauh dari semua orang.
•
•
•
TBC.
__ADS_1
**huh, syukurlah kau masih selamat Aleta, othor mohon bertaubatlah dan jadilah anak baik untuk kedepannya 😘
Terima kasih buat yang udah baca 😘**