
"tentu saja baik, orang abis dijenguk secara langsung oleh Papanya," seru Ricky tiba-tiba yang langsung membuat wajah Agra dan Aleta memerah, sementara Dokter Sila melihat mereka dengan bingung.
"ba-bagimana Dokter, apa saya sudah boleh pulang?" Aleta mencoba untuk mengalihkan pembicaraan, dia tidak tau mau ditaruh mana wajahnya kalau sampai Dokter Sila tau apa yang sudah mereka lakukan di ruangan ini.
"kita akan melakukan pemeriksaan sekali lagi, setelah itu baru kita akan tau," jawab Dokter Sila sembari mulai memeriksa kandungan Aleta.
Dokter Sila membawa Aleta keruang pemeriksaan, supaya bisa melihat langsung keadaan janin yang sedang Aleta kandung.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Dokter Sila mengatakan bahwa keadaan bayi yang sedang Aleta kandung sangat baik. Keadaan mereka sudah stabil dan kembali aktif menendang perut sang ibu.
"sih kecil dalam kondisi yang sangat baik, mereka benar-benar bayi yang kuat," ucap Dokter Sila sembari menunjukkan tampilan kedua bayi Aleta melalui monitor.
Aleta dan Agra tampak sangat bahagia, mereka sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan buah hati mereka.
"usia kandungan anda sudah memasuki minggu ke 22, dan kondisi mereka sangat baik. Besok anda sudah bisa kembali ke rumah," jelas Dokter Sila, namun dia kembali mengingatkan mereka untuk tetap menjaga kesehatan dan pola makan yang teratur.
"apa tidak bisa kalau pulangnya hari ini?" tanya Agra, dia ingin cepat-cepat keluar dari Rumah sakit.
"sebenarnya bisa saja tuan, tapi sekarangkan sudah malam. Akan jauh lebih baik jika pulangnya besok saja," jawabnya, dia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 7 malam.
"ayo, kita harus siap-siap untuk pulang!" ajak Agra sembari membantu Aleta turun dari ranjang.
"loh, kok pulang? kan kata Dokter besok saja," seru Aleta yang kembali mengingatkan Agra tentang ucapan Dokter Sila tadi.
"Aku bisa mengurusnya," Agra menggandeng tangan Aleta untuk kembali ke ruangannya.
Setelah sampai, Agra segera menghubungi Felix untuk mengurus kepulangan mereka dari Rumah sakit saat ini juga. Dia juga menelpon Ricky untuk segera datang ke ruangan Aleta.
"kalian mau pulang sekarang?" tanya Ricky setelah sampai di ruangan itu, Agra dan Aleta hanya menganggukkan kepala mereka untuk menjawab pertanyaannya.
"lebih baik besok saja, tidak bisa pulang malam-malam gini," cegah Ricky, apa salahnya hanya tinggal menunggu sampai besok, pikirnya.
"tidak bisa! aku mau pulang malam ini juga!" tolak Agra yang tetap keukeh kalau malam ini mereka harus keluar dari Rumah sakit.
__ADS_1
"kenapa? apa yang tadi masih kurang?" tanya Ricky membuat Agra menatap tajam padanya sedangkan Aleta hanya menundukkan kepalanya dengan rasa malu yang teramat dalam.
"Tentu saja, apa kau pikir ada orang yang puas bermain di atas ranjang pesakitan itu." tunjuk Agra tepat ke ranjang yang saat ini diduduki oleh sang istri.
Mata Aleta melotot saat mendengar apa yang Agra ucapkan, dia ingin sekali menampol mulutnya yang sudah berkata tidak puas.
"tidak puas matanya itu! jelas-jelas dia tadi sangat menikmatinya sampai mengerrang hebat," Aleta ingin sekali berteriak untuk mengatakan kebenarannya.
"Benar-benar kalian." Ricky menggeleng-gelengkan kepalanya melihat suami istri itu, dia tidak menyangka dengan tingkah mereka yang bercinta di Rumah sakit.
Tiba-tiba kedatangan Felix menghentikan pembicaraan mereka tentang adegan panas sore tadi. Lelaki itu melaporkan bahwa semua urusan kepulangan mereka sudah selesai, dan mereka sudah bisa meninggalkan rumah sakit.
Dokter Ricky mengantar mereka sampai ke tempat di mana mobil Felix berada, namun saat Felix ingin melajukan mobilnya, dia kembali menahannya dan meminta Felix untuk menurunkan kaca mobilnya.
"Felix, setelah mengantar mereka, kau langsung pulang ya," ucap Ricky sembari memasukkan kepalanya ke dalam mobil.
Felix menatapnya dengan bingung, dia tidak mengerti dengan arah pembicaraan Dokter itu. Begitu juga dengan Agra dan Aleta yang juga tengah berpikir keras karna ucapannya.
"Felix, cepat jalan!" perintah Agra yang sudah mengerti ke mana arah pembicaraan temannya itu. Felix yang mendengar perintah Agra langsung mengusir Ricky, dia kembali menaikkan kaca mobilnya dan bergegas pergi dari tempat itu.
Ricky tertawa terbahak-bahak saat melihat raut wajah Agra yang terlihat emosi karna ucapannya, ditambah dengan wajah malu Aleta yang terlihat lucu di matanya.
"hiduplah dengan bahagia Aleta," gumam Ricky seraya kembali masuk ke dalam Rumah sakit.
Dari kejauhan, terlihat dua orang manusia yang sedari tadi memperhatikan Agra dan yang lainnya. Mereka yang tadinya akan pergi dari tempat itu mengurungkan niat mereka, dan beralih memperhatikan Agra dan Aleta.
"jadi wanita itu istrinya?" tanya seorang pria pada wanita yang duduk di sebelahnya.
"ya, bocah itu adalah kekasihnya," jawabnya dengan geram, dia masih ingat betul bagaimana tamparan Agra melayang diwajahnya.
"aku tidak bisa melihat wajahnya, apa dia cantik?" tanya lelaki itu kembali.
"cih, kau kan hanya melihat wanita dari tubuhnya. Untuk apa bertanya dia cantik atau tidak," ketus Mona sembari mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya.
__ADS_1
Devo tertawa mendengar ucapan wanita itu, yang dikatakannya memang benar. Dia hanya tertarik dengan tubuh wanita, namun terkadang dia juga akan memperhatikan wajah wanita yang menjadi incarannya. Karna kalau wanita itu jelek, sudah pasti dia tidak akan selera untuk bercinta dengannya.
"tapi kenapa Mona? kenapa kau ingin kembali pada Agra? bukannya sudah ada aku yang bisa memuaskanmu," ucap Devo sembari meremas dada Mona yang membuat Mona menepis tangannya dengan keras.
"aku tidak ingin bersama dengan lelaki yang tidak mencintaiku,"
"haha, apa kau bilang? cinta?" teriak Devo yang merasa lucu saat mendengar ucapan wanita itu, sementara Mona hanya menatap sinis padanya.
"tidak usah munafik Mona, manusia seperti kita ini tidak mengenal cinta," ucap Devo dengan tajam. Selama ini dia memang tidak pernah mencintai seseorang, yang ada dalam pikirannya hanyalah kesenangan belaka.
"ya-ya terserah kau saja, yang jelas aku ingin membuat Agra kembali tergila-gila padaku," Mona merasa tidak peduli dengan apapun, dia hanya ingin kembali bersama dengan Agra. Apalagi setelah tau tentang apa yang terjadi di antara Aleta dan Agra yang menyebabkan mereka menikah, dia semakin yakin kalau selama ini Agra masih mencintainya.
"baiklah, aku akan membantumu. Tapi kau harus membayar mahal untuk itu," ucap Devo, dia juga merasa tertarik dengan kehidupan Agra saat ini.
"aku akan melakukan apa saja, asalkan kau berhasil memisahkan mereka," balas Mona, dia benar-benar harus membuat Agra kembali padanya, jika dia tidak bisa bersama dengan Agra maka wanita manapun tidak akan bisa bersama dengan lelaki itu.
"kau lihat saja bocah kecil, aku akan membuat mu nangis darah karna kehilangan Agra,"
•
•
•
TBC.
Othor mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha untuk semua pembaca othor yang merayakannya 🥰
Terima kasih buat yang udah baca 😘
Mampir juga yuk ke karya teman othor, dijamin keren dan seru 😍
__ADS_1