
Melihat Aleta yang ada dihadapannya terus memperhatikan tubuhnya, wanita itu ikut melihat ke arah tubuhnya sendiri. apa mungkin ada yang salah atau ada yang menempel ditubuhnya sehingga gadis kecil itu terus melihat ke arahnya.
"maaf mbak, apa aku boleh nanya ?" ucap Aleta setelah bisa mengendalikan jiwa dan raganya. Terlihat wanita itu menganggukkan kepala.
"mbak pakek apa sih sampai bisa tumpah-tumpah gitu." Aleta menunjuk tepat ke arah dada wanita itu.
"eeh. ehem." nah kan jadi salah tingkah dong wanita yang ditunjuk Aleta. mending kalau yang nunjuk dia itu seorang pria, lah ini sesama wanita. berasa gak berguna banget asetnya itu.
"mbak, halo." Aleta melambaikan tangannya didepan wajah wanita itu.
(bukan pada kamera ya) 😁
"ah maaf saya disuruh mengantar ini." ucapnya sambil menyerahkan amplop berwarna coklat pada Aleta.
"ini isinya cara memperbesar dada mbak ?" tanya Aleta polos.
"hah, bukan." ucap wanita itu sambil mengibas-ngibaskan tangannya, duuuh banyak bener sih pertanyaan anak ini pikirnya.
"jadi..."
"kalau gitu saya permisi." Wanita itu langsung lari kocar kacir dari hadapan Aleta sedangkan Aleta hanya mengangkat bahu merasa tidak peduli. dia kembali masuk dan menutup pintu rumahnya.
"siapa ?" tanya mama Deeva padanya.
"gak tau. cuma ngantar ini." Aleta menyerahkan amplop coklat itu pada mamanya.
"apa ini ?" mama Deeva terlihat membolak-balikkan amplop yang isinya tidak diketahui.
"katanya cara memperbesar dada." teriak Aleta yang sudah berjalan kearah kamarnya.
"hah ? cara memperbesar dada ?" mama Deeva terlihat bingung mendengar teriakan anak somplaknya itu.
Begitu pula dengan bik eni yang menahan geli saat mendengarnya. bahkan pak mumun tukang kebun saja sampai menjatuhkan cangkulnya saat mendengar ucapan nona mudanya. dia sampai beristighfar sebanyak 99 kali.
Mama Deeva membaca tulisan di amplop itu yang ditujukan untuk suaminya.
"hah ? jadi ini untuk papa ?"
__ADS_1
"apa punya ku kurang besar makanya dia pesan kayak ginian." gerutunya marah sambil segera mengambil ponselnya untuk menelpon suaminya menanyakan soal dada.
tut... tut... tut...
"halo.." jawab papa Arsen.
"apa dada mama kurang besar makanya papa pesan kayak gituan." semprot mama Deeva sedangkan papa Arsen disebrang sana mengerutkan keningnya.
"hah, dada apa sih maksud mama ?" tanya papa Arsen kembali.
"huh, liat aja nanti. akan kutunjukkan dadaku yang cetar membahana ini." tut. mama Deeva langsung mematikan panggilannya, sedangkan dikantor papa Arsen dibuat pusing. dan dia terus berpikir tentang dada istrinya.
Sementara ditempat lain, Agra terlihat sangat sibuk dengan segudang pekerjaannya. bahkan sekarang sudah waktunya makan siang tetapi dia masih tidak punya waktu untuk makan. bahkan bernafas saja pun dia sudah sangat kesusahan.
tok tok tok...
"masuk." ucapnya tanpa berpaling dari pekerjaannya.
"tuan. nona Margaret ingin bertemu." ucap Felix. sekretaris pribadi Agra.
"sayang...." panggil seorang wanita sambil berjalan masuk keruangannya.
"nona. saya sudah bilang untuk menunggu diluar" ucap Felix. dia merasa tidak suka dengan kelancangan wanita itu.
Wanita yang bernama Margaret itu tidak perduli. dia beralih mendekat ke arah Agra.
"sayang, ayo kita makan siang." ajaknya sambil bergelayut manja dilengan Agra.
"nona..." Agra menangkat tangannya dan menyuruh Felix untuk keluar dari ruangan.
Seketika Margaret merasa sangat senang, dia semakin merapatkan tubuhnya dilengan Agra.
"apa kau tidak punya sopan santun," sarkas Agra sambil melihat kearah wanita itu.
Glek. tiba-tiba Margaret merasa merinding mendengar ucapan pria itu. dengan cepat dia memperbaiki posisi tubuhnya saat ini.
"sayang, maafkan aku," ucapnya manja sambil memasang wajah yang memelas.
__ADS_1
"huh, baiklah. tapi lain kali kalau kau seperti itu, aku tidak akan memaafkannya," ucapnya kemudian.
"tentu sayang," jawabnya dengan manis.
Margaret adalah kekasih yang sudah setahun ini menjalin hubungan dengannya. dia adalah seorang fotografer yang lumayan terkenal dikota itu. mereka bertemu pada saat Margaret menjadi fotografer untuk perusahaan Agra. kemudian mereka semakin dekat dan memutuskan untuk menjalin hubungan.
Walau Margaret itu kekasihnya, Agra paling tidak suka jika dia menganggu pekerjaannya. dia adalah orang yang sangat disiplin dan profesional.
"sayang, ayo kita makan," ajaknya lagi yang belum mendengar jawaban dari sang kekasih.
"aku sedang sangat sibuk, kau sendiri saja ya," tolak Agra. dia benar-benar tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.
Seketika wajah Margaret menjadi cemberut dan langsung melepas pegangan tangannya.
Melihat itu, Agra langsung mengajak Margaret untuk keluar dan makan siang bersama ke sebuah restaurant. tak lupa Agra juga memberitahu Felix bahwa dia akan keluar bersama wanita itu.
"sayang. apa kau bisa menemaniku ke pesta malam ini ?" tanya Margaret dalam perjalanan.
"aku banyak pekerjaan Margaret," jawab Agra sambil tetap melihat kedepan.
"adik sepupuku mengadakan pesta. kau juga diundang," katanya lagi.
"aku tidak bisa janji," itulah yang terakhir diucapkan oleh Agra.
"baiklah," jawab Margaret kemudian.
Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk pergi ke tempat masing-masing.
•
•
•
TBC.
Terima kasih buat yang udah baca 😘
__ADS_1