Jebakan Ranjang Gadis Belia

Jebakan Ranjang Gadis Belia
Bab. 45. Murka Agra


__ADS_3

"Agra, ada apa ini?" Ricky menghampiri mereka yang sedang menjadi bahan tontonan semua orang.


Dia yang tadinya akan masuk ke ruangannya menghentikan langkah saat mendengar suara teriakan Agra, begitu menoleh dia terkejut saat melihat banyak orang yang berkerumun di depan ruangan itu.


Kemudian Ricky membubarkan para manusia-manusia yang berkerumun sembari meminta maaf karna telah membuat keributan, lalu dia menutup pintu agar kejadian tadi tidak terulang lagi.


"Agra, ada apa?" Ricky mendekat ke arah Agra yang terlihat sangat menyeramkan, tangannya terkepal erat dengan tatapan tajam mematikan.


"Beraninya kau mengatakan itu, Aleta!" Agra benar-benar murka kepada rubah liciknya itu. Seenaknya saja dia berbicara membatalkan pernikahan mereka disaat sudah seperti ini, dia merasa benar-benar sedang di permainkan oleh gadis itu. Napasnya memburu dengan sangat cepat beriringan dengan debaran jantung yang kian mengeras.


Ricky terlihat bingung, sebenarnya apa yang terjadi sampai temannya bisa marah seperti itu ? apalagi posisinya saat ini sangatlah aneh, dimana ada calon istri dan mantan pacar Agra dalam ruangan itu.


"Agra, aku mo-"


"diam kau," sentak Agra. Agra sudah sangat muak melihat mantan pacarnya itu, dia sudah kehabisan kesabarannya untuk menghadapi wanita tidak tau malu itu sekarang.


Margaret terlihat sangat pucat dan ketakutan, untuk pertama kalinya dia melihat Agra murka seperti itu. Tangannya bergetar dengan keringat dingin yang sudah bercucuran di seluruh tubuhnya, kakinya bahkan sudah terasa lemas dan tidak sanggup lagi untuk menopang berat tubuhnya.


"Margaret!" Ricky berlari ke arah Margaret dan menangkap tubuh wanita itu sebelum menyentuh lantai, dia benar-benar terlihat sangat pucat seakan tak teraliri darah.


Aleta sangat syok saat melihatnya, dia tidak menyangka kalau semuanya akan jadi seperti ini. Semua karna perbuatan bodohnya yang menghalalkan segala cara untuk bisa membuat Agra menikah dengannya, tanpa dia sadari ada hati yang terluka karna keegoisannya itu.


"maaf, maafkan aku," lirih Aleta sembari menundukkan kepalanya. Agra yang mendengar itu malah semakin emosi, dia memegang tangan Aleta dan segera menyeretnya keluar dari ruangan itu.


"Agra, tunggu!" Ricky yang melihatnya langsung mengejar mereka dan meninggalkan Margaret di ruangan itu, dia sangat khawatir dengan Aleta yang mungkin saja akan disakiti oleh Agra.


Ricky mencekal pergelangan tangan Aleta yang membuat Agra terpaksa menghentikan laju kakinya, dan terjadilah tarik menarik di antara mereka yang kembali menjadi pusat perhatian.


"Lepaskan tanganmu!" Agra mencengkram kuat pergelangan tangan Aleta yang membuat gadis itu meringis menahan sakit.

__ADS_1


Ricky yang tidak tega melihat Aleta seperti itu terpaksa melepaskan cekalan tangannya, dan membiarkan mereka keluar dari Rumah sakit itu.


Sepanjang jalan, Aleta tidak mengeluarkan suaranya, dia hanya terus menundukkan kepala tanpa melihat ke arah Agra sedikitpun. Perasaannya di penuhi oleh rasa takut, apalagi saat ini Agra menyetir mobilnya dengan sangat kencang seperti orang yang kesetanan.


"keluar!" Agra langsung menyuruh Aleta untuk keluar dari mobil, ternyata mereka sudah sampai di apartemen Agra.


Aleta tetap duduk di kursinya sembari memegang sabuk pengaman dengan erat, perasaannya semakin tidak menentu saat dia dibawa ke apartemen lelaki itu.


"keluar ku bilang!" bentak Agra sembari membuka pintu dan menyeret Aleta untuk ikut bersamanya.


"A-Agra apa yang mau kau lakukan?" Aleta berusaha melepaskan pegangan tangan Agra, namun lelaki itu terlalu kuat mencengkramnya sampai pergelangan tangannya memerah.


Dengan cepat Agra menggiring Aleta masuk ke dalam apartemen dan berlanjut membawanya ke dalam kamar yang membuat Aleta semakin dirundung ketakutan.


"Lepaskan aku!" Aleta menggigit tangan Agra sampai dia mengaduh kesakitan dan melepaskan cengkraman tangannya. Melihat ada kesempatan, Aleta berlari ke arah pintu. Namun sial, ternyata Agra lebih dulu sampai disitu dan langsung mengunci pintu itu serta membuang kuncinya ke luar jendela.


Aleta memundurkan langkahnya saat Agra mulai mendekat, dan terus seperti itu sampai dia tidak sadar sudah terjerembab ke atas kasur. Agra tersenyum sinis dan langsung mengungkung gadis itu di bawah tubuhnya.


"A-Agra le-lepaskan aku," lirih Aleta sembari menatap dengan sayu, air mata sudah berjatuhan membasahi ranjang itu.


"Jangan menangis! aku bahkan belum memulai apapun." seringai tipis terbit di sudut bibir Agra, dia semakin merapatkan tubuhnya sampai menempel pada dada Aleta. Untuk sepersekian detik mereka saling pandang, seolah sedang mengamati satu sama lain.


Suara rintik hujan yang terdengar seolah mendukung situasi yang sedang terjadi saat ini, bersama hembusan angin yang menyelonong masuk menerbangkan tirai putih yang tergantung di jendela.


Agra mengamati wajah Aleta, wajah cantik yang berhasil membuatnya bergairah dan berhasil menjungkir balikkan seluruh kehidupannya. Tanpa dia sadari, ternyata gadis kecil itu juga telah berhasil menyusup ke dalam relung hatinya yang telah lama mati.


Aleta juga tak mau kalah, dia mengamati wajah Agra yang berada tepat di atasnya. Wajah yang tampak dingin dan jarang tersenyum, namun wajah itu jugalah yang dia paksa untuk menjadi suaminya. Rasa takut yang sedari tadi memenuhi pikiran dan hati Aleta kini telah lenyap, yang ada malah debaran aneh yang terus memberontak seakan ingin keluar dari rongga dadanya.


Agra mengecup kening Aleta, dan berlanjut ke mata, hidung, pipi, dagu dan berhenti tepat ke bibir Aleta. Dia menghabiskan banyak waktu di sana, mulai dari menghisap, mencecap, ******* dan bahkan mengobrak-abrik apa yang ada di dalam mulut rubah liciknya.

__ADS_1


Aleta membalas ciuman Agra dengan panas, dia juga menghisap bibir seksi nan menggoda milik lelaki itu. tangannya meremas dada Agra yang masih tertutupi oleh kemeja kantor.


Agra melepaskan ciuman mereka saat Aleta mulai kehabisan napas, dia mengelap bibir Aleta yang basah akibat ciuman panasnya.


Kemudian Agra kembali menyerang Aleta dengan ganas, kali ini dia menghisap bibir ranum itu sambil sesekali menggigit gemas. Suara lenguhan kecil lolos dari bibir Aleta, membuat gairah Agra semakin memuncak. Sebelah tangannya mulai masuk ke dalam kemeja Aleta dan mengusap lembut kulit gadis itu membuat seluruh tubuh Aleta meremang.


Tangan Agra terus naik sampai menyentuh gundukan sintal Aleta yang langsung menyadarkan gadis itu dari buaian Agra. Seketika Aleta mendorong tubuh Agra dengan kuat sampai dia terjengkang ke belakang akibat dorongan super kuat itu.


"sial!" umpat Agra saat merasakan sakit di bagian bokong dan pangkal pahanya. Dia kembali bangkit dan naik ke ranjang sedangkan Aleta sudah berada di sudut ranjang sembari memegang bantal sebagai tameng.


"Berhenti!" Aleta menunjuk ke arah Agra agar laki-laki itu tidak semakin dekat dengannya. Namun Agra tidak peduli, dia terus maju sampai kembali berhadapan dengan Aleta dengan jarak yang sangat dekat.


"aku menginginkannya," ucap Agra sambil menarik bantal yang menutupi tubuh Aleta. Sekuat tenaga Aleta menahan tarikan Agra, namun apalah daya, tenaganya tidak sebanding dengan lelaki itu.


"aku mohon, jangan lakukan itu," pinta Aleta dengan wajah yang memelas, dia takut kalau Agra akan memperkosanya.


Tanpa menghiraukan ucapan Aleta, Agra menarik kakinya sampai dia kembali berada di bawah tubuh Agra. Aleta memberontak dengan memukul dada bidang lelaki itu, namun dengan cepat Agra memegang kedua tangannya dan mengikat tangan itu dengan dasi.


"Kau sudah bermain-main denganku Aleta, maka aku tidak akan lagi menahan diri." Agra kembali melancarkan ciumannya dengan bringas, Aleta mencoba untuk menolaknya dengan tetap menutup rapat mulutnya, namun Agra mencengkram kuat dada Aleta yang membuatnya membuka mulut karna cengkraman itu. Dengan cepat Agra memasukkan lidah nya dan membelit lidah Aleta lalu kembali mengabsen seluruh mulut gadis itu.


"A-Agra aku moho- eenghh...," erang Aleta saat ciuman itu berpindah ke lehernya dan menghisap kuat di sana.





TBC.

__ADS_1


Yuuk jangan lupa dukungannya, itu akan sangat berarti untuk othor 🥰


Terima Kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2