JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Hawa Dingin


__ADS_3

Pagi ini Nesya sudah rapih bahkan sangat terlihat cantik dengan balutan kebaya moderen nya.


Dari sebulan yang lalu Ayah Nesya selalu memperingatinya bahwa ada undangan ke acara pernikahan anak bosnya di kantor.


Padahal Nesya sangat anti dengan acara acara seperti itu, namun kali ini demi Ayah kesayangannya dia rela ikut dan juga karena pas sekali dengan libur kuliah tengah smester nya.


"Duhh gue udah cantik belum sih ya, ehh ini kayanya ada yang kurang deh hemmm tapi apa ya", Nesya memperhatikan dandannannya dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Ck, berdecak kagum sendiri dengan hasil polesan tangannya, sebab selama ini Nesya jarang sekali menggunakan make up, karena muka manis dan cantiknya tidak membutuhkan itu semua menurutnya.


Sehari hari Nesya hanya membutuhkan pelembab dan liptint saja.


"Non, sudah belum?, di tunggu bapak", ucap bi Ikah asisten rumahtangga di sana.


Bi Ikah adalah pengasuh sekaligus bebersih rumah, bi Ikah sangat setia keja di sana bahkan dari Nesya lahir dan sekarang umurnya 19 tahun.


Hidup Nesya hanya dengan Bi Ikah dan Ayahnya saja sebab Bundanya sudah 10 tahun yang lalu meninggal karena penyakit kangker ganas.


Keluarga sederhana dan hanya cukup saja tidak bergelimang harta atau apalah, Ayah Nesya memang pekerja kantor dan itu cukup untuk kehidupan sehari hari mereka.


"Iya bi tunggu", teriaknya.


"Ahhh sudah cantik kan lu nes", ucapnya pada diri sendiri sambil menampilkan senyum khasnya.

__ADS_1


Gadis yang baru masuk umur 19 tahun itu menuruni tangga dengan hati hati sangat terlihat anggun.


Ini pertamakalinya Nesya menggunakan heels yang lumayan tinggi.


"Wihh anak Ayah cantik banget ya, sepertinya pengantin perempuan di sana minder deh kalah cantiknya sama anak Ayah", puji ayah Ardi.


"Iya pak tumben nih anak gadis mau dandan ya hahaa", bi Ikah juga menimpali, "Tapi emang cantik banget sih si non ini", ikut memuji juga.


"Bi tolongggg ambilkan tali rasanya aku mau terbang melayang ini", seloroh Nesya sambil terkekeh.


"Hahahaa si non mah bisa aja".


"Ayo sayang nanti kita telat loh, 1 jam lagi akad nya di mulai", ayah Ardi tidak sabaran.


"Iya sih tapi kan gak enak sayang, Ayah di undangnya menghadiri acara dari akad juga", merasa tidak enak hati.


"Ya sudah mari kita berangkat Ayahku tercinta", langsung menggandeng tangan Ayahnya.


Ayah Ardi menggelengkan kepala tingkah anaknya seperti masih anak SD saja, namun beliau sangat bahagia karena istri tercintanya menitipkan anak gadis yang cantik dan periang ini.


Mereka berangkat menggunakan mobil Ayah Ardi, di jalan Nesya tidak berhenti tertawa apa saja yang menurutnya lucu selalu iya tertawakan.


Riuh suara musik yang menemani selama perjalannan mereka bercampur dengan gelak tawa Nesya.

__ADS_1


.


Hampir 20 menit mereka di perjalannan akhirnya sampai di tempat tujuan.


Suasana gedung berbintang 5 itu sangat ramai, karena pemiliknya lah yang memakai gedung ini juga, Ayah Ardi dan Nesya bergandengan tangan memasuki gedung itu.


Pas sudah masuk ke gedung itu Nesya merasakan hawa dingin bahkan sangat dingin sampai iya menggeridik seperti orang menggigil.


"Astagfirulloh kenapa ni gedung dingin banget ya padahal banyak orang", monolognya.


"Dingin darimana sayang ini biasa saja", ucap Ayah Ardi.


Dan sedetik itu pula datang lelaki paruh baya dengan muka perustasinya.


.


.


.


Happy reading❤❤❤


Haiiii Esih kembali membuat karya baru lagi dan semoga banyak yang suka ya😊, maaf kalau alur ceritanya masih acak acakan, harap di maklum karena masih belajar. Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2