JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Tidak Jadi Berangkat


__ADS_3

Rena sudah menyiapkan semua perlengkapan yang dirinya mau bawa, membawa dua koper besar sudah dirinya packing dari kemarin kemarin.


"Sayang Rena", panggil Maya mama nya Rena.


"Iya ma ini aku udah siap semua ko".


Sengaja mereka berangkat di hari minggu supaya bisa istirahat dan mengurus semua perlengkapan yang akan Rena tempati nanti di sana.


"Sayang kata papa visa sama paspor kamu gak bisa di pakai, tiket yang sudah mama pesan juga tiba tiba hangus, papa sudah hubungi ke negara tujuan kita tapi semuanya tidak mengijinkan".


Deg.... Apa ko bisa, bukannya biasanya juga tidak pernah ada kendala apalagi masalah seperti ini.


"Terus gimana dong ma?", Rena terduduk lesu di ujung ranjang nya.


"Ini papa lagi urusin sekarang tapi susah banget katanya".


"Kita biasa pergi kan ma, ko jadi kaya gini ya".


"Iya papa juga lagi pusing nih gak tau kenapa ko tiba tiba".


Aaa kenapa sih alam semesta ini tidak berpihak padaku, batin Rena.


.


.


Papa nya Rena juga bingung mengapa semuanya tiba tiba dan sangat mendadak, padahal waktu mereka untuk berangkat tinggal 2 jam lagi.


Sedang pusing pusingnya mengurus hal seperti ini tiba tiba dirinya mendapatkan pesan dari salah satu anak pemuda yang sangat membagong*****kan.


...Elvano....


"Om maaf aku batalkan semuanya".


"Untuk biaya pengurusan semua sudah aku transfer lagi ke om".


"Kita kerja sama, aku menerima tawaran om tapi ada syarat nya".

__ADS_1


"Jangan bilang sama Rena kalau aku yang memblokir perjalannannya kali ini".


"Om bisa berjanji sama aku kan kalau tidak akan bocor masalah ini ke Rena".


.


Bang***sat, papa Tommy mengumpat kesal pada Elvan, bisa bisanya dirinya di kerjain anak umur 18 tahun.


Akhhh kepalanya sudah pusing karena tiba tiba mendadak tidak bisa berjalan sesuai rencananya.


Ingin sekali menghajar Elvan sampai habis, tapi apalah daya bapak nya Elvan sang sahabat dan dirinya berhutang budi sangat banyak dengan kebaikan Daddy Gavin.


...Om,Tommy...


"Kenapa tidak dari tadi malam bilangnya ke om Van".


"Astagfirulloh om sudah sangat pusing mengurus semua ini".


"Pusing juga mendengar tangisan Rena yang tidak bisa pergi".


"Om tidak perlu uang asal kamu dari tadi malam bilang nya".


Kesal setengah mati, bahkan yang om Tommy bayangkan sekarang ubun ubunnya sudah berasap.


Dari jam 6 sampai jam 1 siang mencari cara untuk bisa membuka akses Rena agar bisa berangkat hari ini juga, ternyata dengan santai nya anak umur 18 tahun mengirim pesan padanya bahwa dirinya lah yang membatalkan dan memblokir semua kekacawan ini.


Mungkin kalau bukan Elvano dan bukan anak dari seorang Gavin Matthew sudah dirinya hajar habis habisan.


.


.


Keluar dari ruangan kerjanya, melihat Rena yang terus ngambek membuat papanya pusing.


"Tidak jadi pergi ke London kita pergi cari makan siang aja yuk", ajaknya pada anak dan isterinya.


"Pa gimana sih ko sekarang keliatan santai banget gak kaya tadi pagi".

__ADS_1


"Udah ma memang Rena tidak di takdirkan jauh dari kita mungkin".


"Papa aaaa gak asik tau minggu kemarin iyain sekarang kaya gini", muka Rena semakin kesal.


"Sayang di suruh mami Nesya ke rumahnya tuh, kamu di tlponnin gak bisa bisa katanya".


"Udah lah aku mau ke rumah mami aja kalau gitu".


Rena langsung naik ke kamar nya.


.


"Kenapa pa?", tanya Maya.


"Semuanya ulah Elvan".


"Ko bisa".


"Kaya gak pernah muda aja ma".


"Astagfirulloh mama udah ketakutan banget, dia bilang apa aja ke kamu".


"Jangan bilang sama Rena tentang ini semua".


"Hahahaaa cara nya gitu amat ya, anak kita udah besar ternyata pa, ko mama jadi terharu".


Maya sampai menitihkan air mata, perasaan kesal bercampur terharu bahagia, anak gadis bar bar nya ternyata mulai tumbuh dewasa.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤❤


__ADS_2