JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Panggilan Darurat


__ADS_3

Masuk kuliah seperti biasanya, Elvan sekarang menjadi anak Daddy selalu ikut ke kampus dengan Daddy nya, setelah selesai kuliah Nesya anak itu baru akan ikut pulang bersama Maminya.


"Mas aku sama Elvan pulang ya".


"Iya hati hati jangan ngebut bawa mobilnya".


"Iya nggak, dih baru sekali juga di omong omong terus".


"Keselamatan nomer 1 Sya".


"Iya mas iya aku ngerti tau".


Nesya dan Elvan pamit keluar sambil bergandengan tangan menuju parkiran keduanya sesekali tertawa.


"Lo balik sekarang Nes?", tanya Alana.


"Iya Lan".


"Elvan ikut sama aunty aja yuk".


"Gak mau aunty mau sama Mami aja".


"Noh dengar tuh bocah aja gak mau sama lo", sindir Sena.


"Aku bukan bocah aunty", kesal Elvan, anak itu tidak mau di bilang bocah.


Jika di adu ilmu IT Sena di bawah Elvan bahkan mungkin jika Elvan mau belajar tentang pelajaran orang tuanya dengan waktu singkat dirinya akan cepat paham dan mengerti.


"Aduhh pelis deh kalau di depan anak kecil bahasa kita sehari hari itu di saring dulu agar lebih halus", Nesya tidak mau anaknya mendengar kata kata kasar.


"Tau nih kalian suka ngaco", ucap Risa.

__ADS_1


"Udah jangan ribut mending pada pulang yuk udah siang gerah mao mandi hahahaa".


Mereka sepakat masuk ke dalam mobil masing masing, keluar dari gerbang kampus seperti biasa 4 mobil meruntuy, masuk ke jalan besar masing masing ke tempat tujuannya.


"Mih mau beli es boleh?", tanya Elvan.


"Boleh dong sayang asal jangan berlebihan makannya ya".


"Oke Mih".


Nesya membawa Elvan ke kedai es cream yang biasa mereka beli, Elvan dengan semangat mencari berbagai rasa untuk stok di rumah.


Berpapasan dengan Raya yang sedang ada di sana juga, sejujurnya Nesya malas bertemu dengan manusia satu ini yang akan selalu menimbulkan keributan jika tidak ada Gavin Papa dan Mama mertuanya.


"Ohhh merasa istri sultan banget ya, apa aja di beli", sindir Raya.


"Mbak Raya gak di mana gak di mana bikin keributan terus heran saya".


Mendengar bocah menyebutnya nenek lampir, Raya langsung naik darah, sungguh Elvan anak kecil yang paling menyebalkan di muka bumi ini menurut nya.


"Heh bocah kurang ajar lo ya", 1 sentilan lolos ke kupaing Elvan.


Nesya merasa geram apalagi melihat kuping anak nya yang merah bekas sentilan maut dari Raya.


Plakkk, 1 tamparan lolos dari Nesya cap 5 jari tangan di pipi Raya, "Saya selama ini diam karena saya menghormati anda sebagai sepupu suami saya, saya menghormati anda sebagai keponakan dari mertua saya".


"Kurang ajar lo ya, gue bakal aduin elo ke tante Diana", Raya memegang pipinya yang sangat sakit dan panas.


"Dengan senang hati, dan saya juga akan mengadukan anda pada suami saya bahwa telah menyakiti anaknya".


"Hahaa anak haram lo bangga banggakan cih".

__ADS_1


Plakkk tamparan kedua dari Nesya mendarat lagi di pipi Raya.


"Lo kurang ajar sama gue", dengan marah juga Raya menampar Nesya sampai berkali kali.


Untungnya pengunjung di sana tidak banyak hanya ada beberapa orang saja.


Elvan yang terkejut langsung menghubungi Daddy nya dengan panggilan daruratnya yang terhubung dari jam tangan ke ponsel Daddy Gavin.


Gavin yang tiba tiba di ponselnya tertera istri dan anak nya dalam bahaya merasa kaget, sejak kapan ponselnya bisa seperti ini, meskipun terkejut dengan cepat keluar dari kampus menelusuri di mana titik yang tertera di sana, untung tidak terlalu jauh dari kampus ke titik lokasi itu.


Dengan cepat juga Gavin keluar dari mobilnya, masuk ke dalam kaget melihat wajah berantakan istrinya.


"Sya ada apa hmm?", panik melihat muka Nesya yang sangat merah bekas tamparan Raya.


Raya sedang pergi ke toilet karena tadi langsung di pisahkan oleh satpam pas sebelum Gavin datang.


"Gak apa apa mas", Nesya menggeleng, ck darimana ni mas Gavin tau aku di sini sih, batinnya.


"Gak apa apa gimana muka kamu kaya gini", muka merah lembam bekas tamparan.


"Cctv ada kan, kirimkan ke saya sekarang juga", geram Gavin.


Pegawai di sana belum reda atas keterkejutan cekcoknya Raya dan Nesya datangnya Gavin Matthew dan hahh apa lagi minta rekaman cctv, mampus mereka tidak boleh salah memberikan informasi.


Dan siapa perempuan juga anak ini kenapa Gavin terlihat panik melihat luka di muka wanita ini, padahal terlihat tidak berkelas hanya wanita biasa, meskipun mereka tidak bisa pungkiri juga kalau Nesya cantik dan memakai baju yang biasa kalangan tengah sampai atas saja yang bisa pakai.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading❤❤❤


__ADS_2