JODOH YANG TIDAK TERDUGA

JODOH YANG TIDAK TERDUGA
Bar Bar


__ADS_3

Tangan Gavin sudah mulai sembuh dan bisa di gerakan meskipun sesekali masih terasa ngilu.


Kini mereka berkegiatan seperti biasanya, kampus, kantor dan Nesya mengurus Elvan di rumah.


"Mas beneran mau ikut mobil aku".


"Sesekali mau nyobain naik mobil kamu Sya, tangan saya masih suka ngilu".


"Aku parkirnya di tempat biasa gimana dong".


"Apa yang kamu takutkan sih, saya suami kamu".


"Kamu gak apa apa yang lain pada tau kalau kita sudah menikah".


"Yang ada saya yang tanya kamu seperti itu".


"Aku sih oke oke aje".


"Benar kamu sudah mau terus terang sama orang orang yang ada di kampus".


"Takut fans kamu pada pingsan, secara yang jadi istri kamu ini orang biasa biasa saja, cantik kaga karir kaga punya".


"Siapa yang bilang seperti itu, bilang sama saya".


"Ya kan sudah pastinya pikiran orang orang kaya gitu".


Sadar diri memang dari segi ke cantikan Nesya pas pasan hanya terlihat manis dan tidak bosan di pandang saja.


Berbeda dengan Gavin walawpun terlihat garang dan umurnya beda jauh dengan dirinya, masih terlihat seperti umur 24 atau 25 padahal sudah 32 sebentar lagi 33.


"Kenapa pagi pagi bahas seperti ini kalau akan merusak mood kamu, apa yang kamu takutkan hmm?".

__ADS_1


"Takut kamu ninggalin aku", air matanya sudah menggenang.


Astaga Gavin tidak habis pikir harus dengan cara apa dirinya meyakinkan Nesya.


"Tidak akan pernah sayang, percaya sama saya".


"Janji".


"Bukannya semua kekayaan yang ada dalam diri saya selama ini semuanya sudah atas nama kamu, itu sebagai bukti bahwa saya tidak akan mempermainkan pernikahan kita".


"Awas kalau lirik wanita lain di luar sana".


Ampun tuhann perasaan gue tidak pernah melirik orang apalagi berniat mencari orang baru.


"Saya pergi ke kampus sama kamu, pergi ke kantor ada Radit, pulang jam 5 sore sudah ada di rumah, tidak ada waktu untuk saya main main, waktu saya untuk kamu dan Elvan, percaya Sya, apa kamu mau ikut ke kantor juga".


Entahlah dari kemarin Nesya berubah kadang aneh.


"Gak mau", menggelengkan kepala.


"Mas kamu kenapa gak bilang dari tadi sih, duhhh bisa bisa dia telat masuk sekolahnya, kamu sih", dengan cepat Nesya mengambil sepatu dan tas nya".


Huwhhh, gue lagi yang salah, Gavin menepuk jidatnya.


.


Benar Nesya yang mengemudikan mobilnya, Gavin di buat tercengang ternyata istrinya ini di luaran benar benar bar bar.


Setelah mengantarkan Elvan ke sekolah, Nesya mengemudikan mobilnya lagi menuju kampus.


"Astaga Sya hati hati, kamu setiap bawa mobil seperti ini?", Gavin menggeleng.

__ADS_1


"Tergantung mas ini lagi ngejar waktu".


"Gak begini juga Sya biasa saja yang ada kita celaka", truck gede saja Nesya salip.


Benar benar Gavin ngeri melihat istrinya nyetir mobil seperti ini.


"Kalau kaya gini caranya saya tidak akan membolehkan kamu nyetir mobil sendiri lagi Sya".


"Apa sih mas tenang aja, berdo'a terus supaya kita selamat".


Astagfirulloh Gavin hanya bisa mengelus dada melihat ke bar baran istrinya.


"Berhenti di depan Sya, saya yang bawa mobilnya".


"Gak usah mas tenang saja".


"Nesya Arabelle Matthew", tekan Gavin.


"Kamu kenapa marahin aku sih".


"Saya tidak marahin kamu, kamu bahaya nyetir seperti ini Sya".


Bukan semakin pelan Nesya malah semakin kencang.


Gavin memijit pelipisnya apalagi sudah melihat air mata Nesya turun ke pipinya.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading❤❤❤


__ADS_2