
Gavin Nesya dan Elvan pulang dari kantor langsung ke rumah Ayah Ardi, ini pertamakalinya Gavin berkunjung ke sana.
"Ayo masuk mas", Nesya menggandeng Elvan dan menarik Gavin juga.
Masuk ke dalam dan mengucapkan salam, rumah Nesya tidak terlalu besar dan tidak megah seperti punya Gavin namun cukup unik juga nyaman.
"bu Ayah belum pulang ya", ucap Nesya pada art yang ada di rumahnya.
"Iya belum neng sebentar lagi kayanya".
"Yaudah bu kita ke kamar dulu ya mau bersih bersih".
Sampai kamar Elvan lebih dulu membersihkan badannya, anak itu mandi sendiri tidak mau di bantuin dengan alasan sudah besar.
Gavin memanpaatkan waktu setelah melihat anaknya hilang di balik pintu kamar mandi dirinya langsung memeluk Nesya membawanya ke kasur.
"Mas Astagfirulloh".
Mata Gavin tertuju pada bibir istrinya yang sudah seharian ini menggodanya namun tidak bisa dirinya gapai.
Cup Gavin langsung ******* dan menyesapnya kuat, tangannya mulai merayap ke dua titik yang mulai menjadi titik favoritnya.
Nesya berusaha menghindar kalau di biarkan bisa bahaya, di kamar mandi ada Elvan tidak mungkin mereka melakukan itu semua bisa bisa Elvan melihatnya.
"Mas sabar dong di kamar mandi ada Elvan", menjauhkan muka Gavin yang sudah mulai membuka kancing baju kemeja yang dirinya pakai.
"Akhhh gak kuat Sya kamu seharian ini terus menggoda saya".
"Hahaha sabar ya", Nesya mengelus pipi Gavin.
__ADS_1
"Tangan boleh ya", Gavin tersenyum sambil terus menelusupkan kedua tangannya.
"Mesum juga ternyata ya", mengeliatkan badanya karena terasa geli.
"Gak apa apa sama kamu doang mesumnya, saya sudah tobat".
"Udah ya aku mau nyiapin baju Elvan", Nesya juga takut bablas sebenarnya.
"Nanti malam kamu gak bakal bisa lepas dari saya", Gavin tersenyum devil.
"Dengan senang hati suami", makin kesini Nesya juga merasa semakin suka melakukan itu bersama Gavin.
Tak lama Elvan keluar dari kamar mandi langsung memakai bajunya sambil sesekali di bantuin Nesya.
"Daddy cepetan mandi duluan", titah Nesya, menaruh handuk yang Elvan pakai tadi.
"Bareng yuk Sya", bisik Gavin.
Setelah Gavin mandi sekarang Nesya lagi yang mandi mereka bergantian sengaja membawa baju dari rumah memang sudah niat mau ke rumah Ayahnya.
Keluar dari kamar menuruni anak tangga Nesya lebih dulu di ikuti Elvan dan Gavin, Ayah Ardi juga sudah selesai mandi sedang duduk di ruang tengah, tersenyum melihat anak dan menantunya.
Nesya memeluk erat Ayah Ardi menumpahkan ridu pada laki laki yang luar biasa di dalam hidupnya itu.
"Nesya kangen Ayah", ucapnya manja.
"Sama Ayah juga kanget sama anak bandel ini hehee".
Gavin menyalami mertuanya, sekarang tidak sekaku pas pertamakali mereka bertemu bahkan sudah terlihat akrab.
__ADS_1
"Ohh ini cucu kakek", memangku Elvan dengan penuh semangat.
"Halo kek aku Elvano biasanya di panggil Elvan", memperkenalkan dirinya sendiri.
"Namanya cakep percis orangnya", puji Ayah Nesya.
Elvan yang lebih semangat banyak bercerita pada kakek nya, walawpun baru ketemu namun sudah sangat akrab.
Setelah banyak bercerita dan makan malam keluarga kecil itu pamit pulang, Elvan yang lebih terlihat berat berpisah dengan kakek nya.
"Pulang dulu sayang nanti kalau Daddy libur baru kita nginep", Nesya memberi pengertian.
"Iya sabtu nanti kita kesini lagi", ucap Gavin.
"Serius Dad", bicara juga sambil menunduk karena merasa takut sama Daddy nya.
"Iya kasian Daddy kalau kerja dari sini terlalu jauh, sabtu kesini lagi ya nanti main sama kakek", Ayah Ardi mengelus pundak cucu nya.
"Iya", Elvan memeluk kakeknya sebelum pulang.
Main dan bicara dengan kakek Ardi, Elvan merasa nyaman dan nyambung apa yang dirinya mau, karena dengan Opa nya juga memang dekat tapi jarang main dan bercerita apa yang dirinya lihat dan lakukan setiap hari.
Anak seumuran Elvan memang sedang menginginkan lebih perhatian dari orang orang terdekatnya.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading❤❤❤