
Nesya merasa tidak enak perasaan, merasa ada yang janggal dengan pertemuan Gavin kali ini, Radit satu satunya orang yang bisa dia tanya.
Setelah panggilan terhubung pada Radit.
"Halo kak Radit di mana?".
"Saya baru saja sampai rumah bu, ada yang bisa saya bantu?".
"Tau gak bapak pergi bertemu dengan siapa".
"Saya tidak menerima tlpon masuk untuk pertemuan pak Gavin sore ini".
"Tolong ikutin bapak pergi ke kafe YH sekarang perasaan saya tidak enak".
"Baik bu saya berangkat sekarang".
Nesya menutup panggilannya dengan cepat dirinya juga akan pergi ke sana.
Hatinya tidak karuan entah apa yang terjadi pada Gavin, rasa cemas yang melanda hatinya.
Nesya dan Radit datang bersamaan, mereka sama sama memarkirkan mobilnya.
"Bu Nesya", sapa Radit.
Nesya tidak menggubris untuk sekarang masabodo mau di panggil ibu oma eyang juga, dirinya hanya menganggukan kepala.
Masuk ke kafe sana mencari di sekeliling tidak ada Gavin di sana, karena pengunjung tidak terlalu banyak menangkap satu persatu muka asing semua.
__ADS_1
"Pak Gavin tidak ada di sini sepertinya bu", ucap Radit.
"Terus kemana dia tadi bilangnya mau ke sini kak".
"Akan saya cari tau menggunakan maps yang terhubung langsung ke mobil pak Gavin".
Kemana mas Gavin kenapa membohongiku, perginya ke tempat yang berbeda dengan ucapannya tadi.
Radit menemukan letak mobil Gavin yang ternyata di salah satu restoran dekat sana.
"Pak Gavin ada di restoran sebelah bu".
Setelah mengetahui dimana mobil Gavin adanya Radit dan Nesya langsung keluar dari kafe itu.
Sampai restoran sana ternyata sangat sepi pengunjung, padahal ini salah satu restoran terkenal juga, hanya ada 4 mobil yang parkir salah satunya mobil Gavin.
.
Sedangkan di dalam sana tangan Gavin sudah luka terkena tusukan dari Reno.
Reno dan Yona benar benar kurang ajar mereka sangat licik, menghalalkan segala cara untuk membunuh Gavin.
"Kalian berdua sudah main main denganku akan ku pastikan kalian tidak akan pernah hidup tenang di dunia ini".
"Dan akan ku pastikan kau juga mati di tanganku Vin".
"Hahaha", dengan rasa sakit di tangannya Gavin menyerang Reno dengan berutal lagi, Yona bahkan sudah pingsan dari tadi karena mendapat tendangan mau darinya.
__ADS_1
Sama sama sudah terkapar di atas lantai, Gavin yang merasakan sakit di tangannya luar biasa, bahkan darah di lantai juga sudah banyak tangan bajunya sudah basah terkena darah itu.
Radit yang tidak bisa di halang oleh siapapun berhasil masuk ke dalam sana, mendengar teriakan dari salah satu ruqngan vvip langsung mendobraknya.
langsung membuka pintu dan tercengang melihat tiga orang yang sudah terkapar di atas lantai, lebih kagetnya lagi melihat bosnya yang berlumur darah.
"Astagfirullohalazin Pak Gavin", langsung membantu Gavin untuk berdiri, luka tusuk di tangan kirinya lumayan parah .
Langsung membawanya keluar untuk di bawa ke rumah sakit, meninggalkan dua orang yang sudah tidak sadarkan diri.
Kalian semua yang harus tanggung jawab dengan kejadian ini, akan saya pastikan besok restoran ini tidak beroprasi lagi.
Menghubungi anak buahnya agar mengurus dua orang yang masih ada di ruangan vvip sana.
Nesya yang melihat Gavin berlumur darah sangat tercengang.
"Mas kenapa ada apa", tangisannya pecah.
"Saya tidak apa apa Sya", berusaha tersenyum meskipun menahan sakit.
.
.
.
Happy reading❤❤❤
__ADS_1