
Elvan masih sibuk dengan ponselnya, Rena juga sama sibuk dengan ponselnya mereka masih bertukar pesan dengan sahabat masing masing.
Daddy Gavin dan Mami Nesya tiba tiba ada urusan mendadak, jadilah Elvan mengunci Rena di dalam kamarnya.
"Kak aku ke kamar biasa aja ya".
"Disini aja".
"Takut sumpah, nanti ketauan mami habis kita".
"Lah emangnya aku ngapain kamu, kamu di ujung kasur situ aku di ujung sini".
"Tau ahh ternyata kamu ngeselinnya minta ampun".
"Nyesel lo cinta sama gue".
"Aku gak ngomong gitu, nanti mami sama Daddy marah, gak ada cewek sama cowok 1 kamar tanpa ada ikatan halal".
"7 hari lagi Rena, Daddy sama Mami ke luar kota baru saja berangkat".
"Ko mami gak kasih tau aku".
Ke gue aja gak bilang, batin Elvan. Meskipun begitu Elvan akan tau kemana kedua orang tuanya pergi walawpun tanpa pamit..
Cih sejak kapan dirinya bisa di bohongi.
Haih Rena .erasa Elvan berbohong padanya "Tau ah mending tidur", memposisikan diri untuk tidur, membelakangi Elvan dan memeluk guling.
Elvan menatap punggung Rena yang meringkuk memeluk guling, cih mimpipun tidak bawha Rena yang akan dirinya nikahi dan jadikan istri secepat ini.
Apa iya benar gue akan nikah secepat ini, rasanya belum pantas menjadi suami, masih banyak kekurangan yang gue miliki, apa gue bisa menuntunnya membawa dan mengarahkan berada di jalan yang benar.
Batin Elvan berkecamuk, bukan apa, kepedihan dan kehancuran sudah pernah dia rasakan dulu.
"Naaa", panggilnya pelan.
"Apa, aku mau tidur kak".
__ADS_1
"Naaa".
"Apasih kak gak jelas banget".
"Rena Rinjani".
"Iya ada apa Elvano Ganendra Matthew".
"Kamu tidur di sini ya, aku tidur di kamar tamu aja takut ada setan di antara kita, gak apa apa kan".
"Aku pindah ke kamar sebelah aja kak".
"Gak usah di sini aja biar aku yang pake kamar lain oke".
"Kenapa sih tiba tiba kaya gini tadi aja maksa buat tidur bareng di sini".
"Takut gak kuat, kita sama sama remaja Na takut yang tidak seharusnya terjadi malah terjadi, biarin aku aja yang tidur di luar, sini mau peluk dulu gak?".
"Apasih kak", mulut dan hati berkata lain.
"Udah tidur ya, pagi ketemu lagi".
"Heemmmm".
Maaf Naa hati dan perasaan gue sedang tidak singkron, batin Elvan.
.
.
Elvan tidak bisa tidur semalaman, benar benar tidak bisa memejamkan mata, mempertimbangkan segalanya tidak mudah.
Rena begitu mencintainya selama ini, meskipun memang baru remaja dan yang ada dalam pikirannya hanya cinta tidak memikirkan bagaimana nantinya.
Jika dirinya menolak banyak hati yang terluka bukan hanya Rena, Elvan terus memantapkan diri.
.
__ADS_1
Jam 5 pagi pindah ke kamarnya lagi, untung saja Rena juga sudah bangun.
"Udah shalat?", tanya Rena pas melihat Elvan sudah mengganti baju bukan yang tadi malam laki laki itu pake.
"Udah di bawah tadi", membantingkan badannya ke kasur.
"Ko naik kasur lagi?".
"Sini temennin aku gak bisa tidur tadi malam, aku mau di peluk boleh gak?".
Rena mengangguk langsung naik ke atas kasur, ada apa dengan manusia dingin satu ini, apa es balok nya sudah mencair.
"Jangan kemana mana ya sebelum aku bangun, aku mau tidur sebentar", memeluk Rena erat.
Mencari kenyamannan dari wanita ini, apakah ada pelukan nyaman selain dari pelukan mami Nesya selama ini.
Tidak butuh waktu lama langsung tertidur pulas.
Rena merasa gemas, bisa bisanya Elvan yang biasanya di sentuh sedikit saja sudah ngamuk tapi ini dengan sadar menelusupkan kepala ke dadanya dan memeluk erat seolah tak mau pisah.
.
.
Es balok yang sudah mencair, love you kak Vano💋
.
.
.
.
Happy reading❤❤❤❤
__ADS_1