
Nesya terus menertawakan Gavin yang baru pertama kali juga melihatnya berkeringat.
"Durhaka kamu Sya menertawakan suami terus".
"Ehhh nggak ding mas jangan kaya gitu ih ngomongnya ngeri banget sih".
"Bukannya di elapin malah di tertawakan".
"Ya lucu aja seorang Gavin Matthew percis singa galak hanya karena di kerumunin ibu ibu sampai keringat bercucuran".
"Oh jadi kau menganggap saya singa galak, baiklah akan saya tunjukan bagaimana yang sebenarnya kalau singa ini sedang galak", Gavin menyeringhai.
"Mas ih ngeri ah tatapan kamu itu tatapan pemb..... Ehhh gak jadi", baru ingat kalau mereka tidak hanya berdua di dalam mobil itu.
"Elvan sini sayang di depan aja sama Mami".
"Belakang aja Mih", ucapnya, Elvan sadar diri sudah seperti ini saja dirinya merasa bahagia, di tanya di elus dan di ajak bicara oleh Daddy nya kebahagian yang tidak ternilai menurutnya.
"Makan siangnya di sana saja ya nanti saya suruh Radit pesankan".
"Iya gak apa apa mas, Elvan juga punya cemilan lagian ini baru jam 12 belum waktunya makan siang".
__ADS_1
Semua yang ada di perusahaan menatap sedikit heran pada pimpinnan mereka sebab membawa dua buntut sekaligus, kemarin pas Nesya ikut Gavin ke sana semuanya pada kerja pas kebetulan Gavin masuk barengan dengan yang lainnya juga.
"Tunggu saya di sini jangan kemana mana, di dalam sana ada kasur dan tv jika bosan silahkan mau tidur atau nonton, untuk makan siang sebentar lagi akan ada orang mengantarnya ke sini".
"Iya mas, lama gak meetingnya?", tanya Nesya.
"Sekitar 2 sampai 3 jam, ada apa hemm?".
"Nanya doang", Nesya tersenyum, mengambil tangan Gavin menciumnya sebelum laki laki itu keluar dari sana.
"Salam sama Daddy sayang, do'ain supaya uangnya tambah banyak biar kamu di belikan mainnan banyak", ucap Nesya sekaligus menyentil Gavin dengan ucapannya, sepertinya Gavin juga belum pernah membelikan barang apapun untuk anaknya ini.
Elvan mengangguk menurut apa kata Maminya.
Amarahnya belum Gavin lampiaskan pada dua orang itu karena rencananya selalu di gagalkan oleh Papanya sendiri.
Papa Aditya tidak mau kalau sampai punya anak pembunuh, bukan dirinya juga tidak murka namun cukuplah dia memberikan peringatan dan pelajaran kepada dua manusia itu.
Nesya dan Elvan memilih tiduran di kasur yang sudah Gavin tunjukan pada mereka, nonton juga bercerita banyak, tidak lupa juga memberi tau Elvan agar tidak kaku dan sungkan lagi sama Daddy nya sendiri.
"Senang gak Daddy udah baik sama kamu?".
__ADS_1
"Iya Mih, terimakasih Mih", memeluk erat Nesya.
"Sama sama sayang, jadi anak yang baik ya, nurut sama Daddy kalau di ajarin yang benar, sebenarnya Daddy baik hanya saja carannya beda".
"Iya Mih aku tau, aku juga gak salahkan Daddy ko".
"Anak baik, laper gak?, kalau laper Mami suapin makan duluan ya".
"Mami mau makan sekarang?", tanya Elvan.
"Mami tungguin Daddy aja, Elvan gak apa apa makan duluan".
"Aku juga mau tungguin aja Mih, masih kenyang tapi ngantuk".
"Yaudah bobo dulu yuk sambil tungguin Daddy selesai kerjanya".
"Iya Mih", tidak lama Elvan tertidur sebab tadi malam dirinya tidak langsung tidur karena menangis terus dan merasa tidak ada yang peduli dengan hidupnya.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading❤❤❤