
Pak Raditya sudah sangat prustasi mau di taro di mana mukanya jika sampai pernikahan ini batal, dirinya sudah mengundang ribuan tamu bahkan 30 menit lagi sudah waktunya akad nikah namun sang calon mempelai wanita kabur entah kemana.
Gavin sudah pasrah, sungguh iya hanya bisa pasrah walawpun akan mendapat amukan dari Papanya.
Helena benar benar mempermainkannya, kenapa kenapa hanya di waktu hitungan menit lagi dia kabur dan menghilangkan jejak.
Mama Diana dari tadi sudah histeris sambil memangku cucunya.
"Pak nona Helena tidak bisa kami temukan dalam waktu se singkat ini, orang yang membawanya juga mempunyai pengaruh besar di kota ini", ucap Andi asisten peribadi Gavin.
"Sudahlah Di jangan di cari lagi semuanya akan sia sia", ucap Gavin pasrah.
Hiyaaa Andi sangat pusing, dari awal Andi juga tidak menyukai wanita itu untuk menjadi pendamping hidup bos nya, namun Andi tidak bisa apa selain mendo'akan yang terbaik.
Mama Diana adalah Ibu yang netral mau sama siapapun anaknya yang penting bahagia, tapi kenapa Helena meninggalkan anaknya padahal selama hampir 2 tahun ini Gavin dan Helena mempunyai hubungan yang serius.
Papa Aditya yang paling tidak suka dengan perempuan itu namun iya tetap merestui demi anak nya bahagia, dan belum apa apa dirinya benar benar di kecewakan.
"Alhamdulillah kamu sudah datang Ardi", ucap Papa Aditya sambil terpogoh pogoh.
"Ya saya akan datang sebelum waktunya pak, karena ini semua merupakan kehormatan bagi saya apalagi pak Adit sudah begitu banyak membantu saya selama ini".
"Ardi bisakah kita bicara dan bawa anakmu juga", ucapnya langsung menarik Ayah Ardi.
"Ada apa pak?", bingungnya.
__ADS_1
Namun tidak ada jawaban dari Papa Aditya beliau terus saja menarik Ayah Ardi dan Nesya sampai masuk ke salah satu ruangan yang ada di sana.
"Ardi saya mohon Di mohon sekali lagi bantu saya", ucapnya sambil bersujud di kaki Ayah Ardi.
Nesya yang melihat itu hanya bisa melongo saja.
"Pak jangan seperti inj, ada apa bapak kenapa?", dengan gelagapan ayah Ardi membangunkan sang bos besarnya di kantor.
"Di saya mohon bantu saya", Papa Aditya bahkan sampai menitihkan air matanya.
"Ada apa pak bicara pada saya, insya Allah dengan sebisa mungkin saya bantu".
"Saya mohon ijinkan anakmu menikah dengan anak saya, karena calon mempelai wanita kabur entah kemana", ucapnya dengan terbata.
Dorrrr bagai tersambar petir di siang bolong, Nesya sampai lemas kakinya.
Seketika itu juga tenggorokan Ayah Ardi tercekat, apa ini apa balas budi harus dengan seperti ini, batinnya sangat kalut.
Nesya hanya bisa menyandarkan diri di tembok, rasanya dirinya tidak mempunyai kekuatan dan tenaga lagi untuk bertahan berdiri juga.
"Pak apa saya balas budi ke pak Aditya harus dengan cara seperti ini?", tanya Ayah Ardi lagi.
"Tolong Di tolong saya, harus kemana lagi saya mencari bantuan", prustasinya.
Nesya sedikit tau tentang pak Aditya yang sudah begitu banyak membantu keluarganya.
__ADS_1
"Sayang", Ayah Ardi menoleh pada anak gadisnya.
Berat sekali rasanya melepas anak gadisnya itu, Ayah Ardi merasa tidak kuat melihat bagaimana nanti anaknya jika rumah tangganya acak acakkan.
"Yah", Nesya menggelengkan kepalanya air matanya detik itu juga luruh, padahal dirinya dari tadi sekuat tenaga untuk menahan air itu tidak keluar.
"Nak saya mohon, bantu saya", Papa Aditya memohon pada Nesya.
Bundaaaaaaaa Nesya menjerit dalam hatinya, kehidupan macam apa ini, dirinya di paksa menikah dengan orang bahkan Nesya tidak tau itu siapa.
"Sayang Ayah mohon nak kali ini saja kamu sedikit banyak tau juga kan bagaimana pak Aditya kepada kita".
Duarrrrr permintaan macam apa ini bahkan Ayahnya juga menuruti keinginnannya, Nesya semakin prustasi.
"Tolong bantu saya", mohon pak Aditya lagi.
Nesya hanya bisa mengangguk iya, hancur sudah rasanya semuanya runtuh, dirinya terpaksa setuju.
.
.
.
Happy reading❤❤❤
__ADS_1
Hallo man teman jangan lupa like nya ya ya yaaa😉
Terimakasih🙏🙏🙏